nabi yusuf
nabi yusuf

Belajar Kisah Nabi Yusuf (1): Bermimpi, hingga Menjadi Penakwil Mimpi

Nabi Yusuf AS merupakan anak dari Nabi Ya’kub bin Ishaq bin Ibrahim. Ia merupakan anak dari istri kedua ayahnya. Sebelum menikah dengan ibu Yusuf, Nabi Ya’kub telah menikah dengan seorang perempuan bernama Lea. Dari pernikahan pertamanya, Nabi Ya’kub dikaruniai 6 orang anak yang kelak menjadi suku-suku Bangsa Israel. Sedangkan, dari pernikahannya dengan Rahel, Nabi Ya’kub dikaruniai 2 orang anak, yakni Yusuf dan Benjamin. Selain dari Lea maupun Rahel, Nabi Yusuf juga memiliki 4 orang anak lagi dari istrinya yang lain. Hal ini menyebabkan Yusuf dan Benjamin memiliki 10 saudara tiri.

Haripun berlalu, mereka tumbuh sebagai kelompok yang disegani oleh kaumnya. Namun, perselisihan yang ditimbulkan oleh saudara tiri Nabi Yusuf semakin terlihat. Setiap hari, ada saja ulah yang mereka buat untuk menciptakan kesedihan di hati Nabi Yusuf maupun Benjamin. Terlebih Nabi Yakub teramat mencintai Nabi Yusuf, melebihi sayang kepada anak lainnya, karena semenjak kecil, Nabi Yusuf telah menampakkan banyak hal menonjol yang dimilikinya. Hal itu membuat saudara-saudara tirinya menjadi iri dengki dan cemburu.

Suatu malam, Nabi Yusuf bermimpi melihat 11 bintang, bulan dan matahari bersujud kepadanya. Ketika Yusuf menceritakan mimpi tersebut kapada ayahnya, Nabi Ya’kub menyuruh Nabi Yusuf untuk tidak menceritakan hal tersebut kepada saudara-saudara tirinya. Nabi Ya’kub berkata bahwa makna dari mimpi tersebut ialah suatu saat nanti Nabi Yusuf akan menjadi seorang yang sangat disegani dan dihormati oleh seluruh anggota keluarganya. Dalam mimpi tersebut digambarkan dengan bulan, yakni ayahnya. Kemudian matahari, yakni ibunya, serta 11 bintang, yang berarti kesebelas saudaranya.

Setelah ditimpa oleh beberapa ujian maupun cobaan oleh Allah, terutama melalui perantara saudara-saudaranya, akhirnya Nabi Yusuf berhasil melalui semua dengan sabar dan ikhlas. Hingga akhirnya ia diangkat derajatnya oleh Allah sebagai seorang Nabi. Tidak hanya itu, Nabi Yusuf juga diberi kedudukan mulia di Negeri Mesir. Raja Mesir mengangkatnya sebagai bendahara negara yang merupakan jabatan cukup penting pada saat itu.

Baca Juga:  Hukuman Buat Kaab bin Malik yang Absen Berperang Tanpa Halangan

Pengangkatan tersebut rupanya tidak terjadi begitu saja. Hal tersebut terjadi karena Nabi Yusuf diberi kelebihan ilmu tersendiri oleh Allah berupa keahlian dalam menakwilkan mimpi. Takwil mimpi yang mengantarkan Nabi Yusuf menjadi bendaharawan negara adalah ketika menafsirkan mimpi sang raja. ”Raja berkata (kepada orang-orang terkemuka dari kaumnya), ‘Sesungguhnya, aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan tujuh bulir yang kering. Hai orang-orang yang terkemuka, Terangkanlah kepadaku tentang tabir mimpiku itu jika kamu dapat menabirkan mimpi’.” (QS Yusuf: 43).

Ketika hal itu disampaikan kepada Nabi Yusuf, ia mengatakan, ”Supaya kamu bercocok tanam selama tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa, maka apa yang kamu tuai, hendaklah kamu biarkan dibulirnya, kecuali sedikit untuk kamu makan. Kemudian, sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit (paceklik) yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya, kecuali sedikit dari (bibit gandum) yang kamu simpan. Kemudian, setelah itu akan datang tahun yang padanya manusia diberi hujan (dengan cukup) dan di masa itu, mereka memeras anggur.” (QS Yusuf: 47-49).

Menurut Nabi Yusuf, arti dari tujuh sapi betina gemuk adalah tujuh tahun masa subur di Negeri Mesir, dan tujuh sapi betina yang kurus adalah tujuh tahun masa sulit (paceklik) yang akan terjadi di Negeri Mesir setelahnya. Sedangkan sapi kurus yang akan memakan sapi gemuk berarti tujuh tahun masa paceklik yang akan menghabiskan bahan makanan yang ada selama tujuh tahun masa subur.

Takwil Nabi Yusuf tentang mimpi raja ini akhirnya menjadi kenyataan. Penduduk negeri Mesir diperintahkan untuk bercocok tanam demi menghadapi masa paceklik. Ketika musim itu tiba, negeri Mesir dan sekitarnya mengalami masa-masa sulit selama kurang lebih tujuh tahun.

Baca Juga:  Kisah Pelecehan Kepada Nabi dan Lihatlah Sikap Beliau

Inilah salah satu anugrah yang diberikan Allah kepada Nabi Yusuf melalui mimpi-mimpinya. Hingga Nabi Yusuf memiliki kedudukan yang mulia di sisi Tuhannya.

Bagikan Artikel ini:

About Nilna Husnayain

Avatar of Nilna Husnayain
Mahasiswa UIN Walisongo Semarang, Mahasantri Monashmuda Institute, Alumni PonPes Al Hikmah Purwoasri Kediri

Check Also

rahasia sujud

Salah Satu Gerakan Sholat ini Terbukti Menjadi Penangkal Covid-19

Wabah covid 19 yang semakin meluas menyebabkan para dokter dan ahli kesehatan kewalahan dalam menangani …