Qadha Puasa Asyura
Qadha Puasa Asyura

Belum Qadha Ramadhan, Bolehkah Puasa Asyura?

Puasa Asyura adalah puasa sunnah pada tanggal sepuluh bulan Muharram. Tak perlu disoal lagi tentang dalil dan keutamaannya. Ada banyak hadis dan pendapat para ulama yang mengulas jelas hal ini.

Soal lain yang penting dijelaskan, apakah boleh seseorang mengerjakan puasa sunnah Asyura sementara ia masih memiliki tanggungan puasa Ramadhan?

Empat imam madhab fikih tidak satu pendapat tentang hal ini. Ada yang membolehkan, sebagian yang lain membolehkan tapi makruh dan pendapat lain mengatakan tidak boleh secara mutlak, bahkan puasa sunnahnya batal.

Menurut pendapat madhab Syafi’i, Hanafi dan salah satu riwayat Imam Ahmad bin Hanbal, menyatakan kebolehan puasa sunnah meski masih memiliki hutang puasa Ramadhan. Dengan begitu, puasa Asyura tetap bisa diamalkan bagi mereka yang belum mengqadha’ puasa Ramadhan.

Argumentasi seperti tertulis dalam kitab al Mughni,  Tuhfatu al Muhtaj, Hasyiyatu Ibnu ‘Abidin, dan Asna al Mathalib, bahwa qadha’ puasa Ramadhan adalah kewajiban yang sifatnya boleh ditunda (‘ala al Tarakhi). Bukan kewajiban yang sifatnya segera (‘ala al Faur). Bisa dilakukan kapan saja. Waktunya luas membentang dari bulan Syawal sampai bulan Sya’ban.

Dalam ushul fikih istilah ini dikenal dengan wajib muwassa’ (kewajiban yang memiliki waktu panjang). Dalam fikih, kewajiban ini boleh ditunda sampai batas akhir dengan syarat ber’azam (berniat) untuk melakukannya.

Sedangkan pendapat madhab Maliki menyatakan makruh puasa sunnah bagi orang yang memiliki hutang puasa Ramadhan. Dengan demikian, puasa Asyura boleh dikerjakan dengan menunda qadha’puasa Ramadhan. Tetapi makruh.

Dalam Hasyiyah al Dasuki dijelaskan, bagi seseorang yang memiliki tanggungan puasa Ramadhan boleh atau sah melakukan puasa Asyura, namun hukumnya makruh. Walaupun begitu, tetap lebih baik dan lebih utama mendahulukan yang wajib. Qadha’ dulu puasa Ramadhan sebelum tanggal 10 Muharram, kemudian puasa sunnah Asyura.

Baca Juga:  3 Perintah Allah yang Turun di Bulan Sya’ban (3): Perintah Allah Untuk Berpuasa di Bulan Ramadlan

Sementara menurut Imam Ahmad bin Hanbal, haram puasa sunnah Asyura bagi mereka yang memiliki hutang puasa Ramadhan. Bahkan puasa sunnahnya tidak sah.

kesunnahan puasa Syawal hanya berlaku bagi mereka yang telah sempurna menunaikan puasa Ramadhan. Berdasar pada ini, maka puasa sunnah yang dilakukan oleh mereka yang memiliki hutang puasa Ramadhan hukumnya haram dan tidak sah.

Pendapat ini didasarkan pada hadis Nabi, “Siapa yang berpuasa Sunnah, sedangkan ia punya kewajiban Ramadhan yang belum ditunaikan, maka puasa tersebut tidak diterima sampai ia menunaikan kewajiban puasa Ramadhannya”. (HR. Ahmad).

Tetapi, Ibnu Qudamah dalam al Mughni dan Imam al Buhuti dalam kitabnya Kasyfu al Qina’ mengkritik pendapat Imam Ahmad ini, menurut mereka hadis ini dalah hadis matruk, salah satu bagian hadis dhaif. Sebab itu, pendapat ini lemah dan tidak memiliki argumentasi dalil yang valid.

Bagikan Artikel

About Faizatul Ummah

Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo