Keutamaan Asyura
Keutamaan Asyura

Keutamaan Puasa Asyura

Setiap syari’at bisa dipastikan memiliki hikmah dan keutamaan yang hendak diberikan oleh Syari’ (Allah dan RasulNya). Termasuk juga dalam syari’at Puasa ‘Asyura, yakni puasa pada tanggal 10 Muharram. Lalu apa keutamaan dan hikmahnya?

Puasa ‘Asyura memiliki keutamaan yang sangat besar. Di antaranya:

Pertama, Puasa ‘Asyura keutamaannya dapa menutup atau bahkan menghapus dosa dosa yang pernah dilakukan selama setahun yang silam. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad, saat beliau ditanya soal puasa ‘Asyura. Apa jawab Nabi: Puasa ‘Asyura bisa menjadi kaffarat (penebus) dosa selama satu tahun yang berlalu. Muslim, 2804

وسئل عن صوم يوم عاشوراء فقال يكفر السنة الماضية

Nabi ditanya tentang Puasa di hari ‘asyura, beliau menjawab: Puasa asyura bisa menjadi kaffarat bagi dosa dosa setahun yang berlalu.HR. Muslim.2051

Imam Nawawi dalam kitab al-Majmu’ 6/431 memperjelas maksud kaffarat dengan berdasar pada hadits nabi yang senada dengan hadits diatas, menurut beliau kaffarat itu hanya untuk dosa dosa kecil saja sementara dosa besar tidak bisa ditebus hanya dengan puasa asyura.

Sabda Nabi

ما من امرئ مسلم تحضره صلاة مكتوبة فيحسن وضوءها وخشوعها وركوعها إلا كانت له كفارة لما قبلها من الذنوب ما لم تؤت كبيرة

Tidaklah seorang muslim yang melaksanakan shalat lima waktu dengan wudhu’ yang baik serta khusyu’ saat mengerjakannya kecuali shalat itu akan menjadi kaffarat baginya terhadap dosa dosa sebelumnya selama ia tidak pernah melakukan dosa dosa besar. HR.Muslim No. 565.

Al-Qadhi ‘iyadh juga mengatakan bahwa yang diampuni adalah dosa dosa kecil saja bukan dosa dosa besar. Menurutnya dosa besar hanya bisa ditebus dengan taubat. Pendapat ini adalah madzhab ahlus sunnah, menurutnya. Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab 6/431

Baca Juga:  Kedatangan Tamu yang Tidak Berpuasa, Bagaimana Harus Bersikap?!

Kedua, keutamaan Asyura melebihi hari hari lainnya.

Ibnu Abbas pernah dimintai keterangan soal hari asyura. “saya tidak pernah mengetahui Rasulullah berpuasa di suatu hari dan meminta langsung keutamaannya agar melebihi keutamaan hari hari yang lain kecuali pada saat beliau berpuasa pada hari asyura. Muslim No 2718

Ketiga, meneladani Nabi Isa as. Dan bersyukur atas penyelamatan Allah kepada orang orang mukmin dan atas binasanya orang orang kafir.

Ketika Rasulullah datang ke Kota madinah, Beliau menjumpai orang orang Yahudi Madinah berpuasa di hari Asyura, kemudian Nabi bertanya kepada mereka “ hari apa ini? Ini adalah hari baik dimana Allah menyelamatkan Nabi Musa dari rongrongan bani israil. Nabi Musa berpuasa di hari Asyura. Jawab orang orang Yahudi. Nabi kemudian bersabda: “saya lebih berhak dari pada kalian terhadap Nabi Musa. Lalu Nabi Muhammad berpuasa Asyura dan memerintahkan umatnya berpuasa asyura. Bukhari No 2004. Muslim,No 2714

Keempat, para shahabat rasul dan anak anak mereka juga berpuasa Asyura.

Pernah Rasulullah mengirim sarapan di pagi asyura kepada shahabat Anshar disekitar kota Madinah seraya berkata:

من كان أصبح صائما فليتم صومه ومن كان أصبح مفطرا فليتم بقية يومه

Yang puasa teruskan puasanya, yang tidak puasa maka berpuasalah disisa harinya”. Maka mulai saat itulah para shahabt puasa asyura dan juga menyuruh anak anak kecil mereka untuk juga berpuasa. Bukhari NO1859, Muslim No2725

Keempat fakta inilah yang kemudian menjadikan asyura betul betul diyakini memiliki keutamaan yang sangat luar biasa. Maka jangan sia siakan Asyura yang datangnya hanya sekali dalam satu tahun. Tanggal 29 Agustus 2020 kita komitmen untuk berpuasa.pahalanya besar…!

Baca Juga:  Tawasul Itu Sunnah, Kenapa Harus Diingkari?

Imam Syafii dan murid muridnya, Ahmad Ibn Hanbal dan Imam Ishaq mengatakan bahwa dianjurkan bagi orang yang hendak berpuasa Asyura didahului dengan berpuasa pada tanggal 9 Muharram yang dikenal dengan Tasu’a, alasannya selain itu yang pernah dipraktekkan Nabi (Muslim 2723), juga agar berbeda dengan praktek puasa Asyuranya orang orang Yahudi. Yang hanya berpuasa di Asyura saja. Hingga kita selamat dari kecaman Rasulullah

من تشبه بقوم فهو منهم

Barang siapa menyerupai dengan suatu kaum, maka ia termasuk golongannya. Sunan Abu Daud NO 4031

Bagikan Artikel

About Abdul Walid

Abdul Walid
Alumni Ma’had Aly Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo