jin
jin

Benarkah dalam QS. Annas, Jin Diperintahkan untuk Beribadah kepada Allah?

‘Perseteruan’ antara Pesulap Merah dan Samsudin semakin melebar dan menguras perhatian publik.

Bagaimana mana tidak. Beberapa aksi Samsudin diluar kebiasaan masyarakat umum dalam mengobati orang yang sakit, “dibongkar” Pesulap Merah dan hal tersebut dianggap sebagai trik belaka.

Jelas. Publik dibikin semakin penasaran. Apakah anggapan Pesulap Merah terhadap Samsudin itu benar adanya atau memang hanya sebuh trik tertentu?

Terlepas dari jawaban atas pertanyaan di atas, penulis justru tertarik untuk mendiskusikan tentang pernyataan Samsudin.

Ya. Dalam beberapa kesempatan, Samsudin melontarkan pertanyaan yang menurut penulis fatal. Pernyataan tersebut adalah: Menurut Samsudin, dalam Surat Annas, Allah memerintahkan Jin untuk beribadah kepada Allah. Benarkah demikian?

Kandungan QS. Annas

Dalam YouTube Denny Sumargo, Samsudin hendak menjelaskan tentang makhluk ghaib seperti Jin. Bahwa makhluk tersebut sulit dibuktikan karena tidak bisa dilihat secara kasat mata.

“Bagaimana ketika seseorang berbicara tentang malaikat, kita orang muslim percaya tentang malaikat apakah disuruh membuktikan malaikat seperti apa,” Kata Samsudin.

Untuk menguatkan argumentasi, Samsudin mengutip QS. Annas, yang ia maknai bahwa tujuan diciptakan jin dan manusia hanya beribadah kepada Allah.

“Di dalam al Qur’an ada yang namanya jin, yaitu di surat An-Nas yang intinya bunyinya bahwa tidak saya ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada Allah SWT,” kata Samsudin.

Dari pernyataan Samsudin di atas, sangat jelas bahwa ia asal kutip ayat Alquran dan asal mengartikan. Oleh karena itu, mari kita simak arti dan kandungan dalam QS. Annas.

Memang, QS. Annas secara garis besar berbicara tentang jin dan iblis. Akan tetapi dalam QS. Annas lebih kepada meminta perlindungan kepada Allah dari segala godaan dan kejahatan jin dan iblis.

Menurut analisa penulis, Samsudin hendak mengartikan QS. Annas ayat 4-6.

مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ – ٤

Dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi,

الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ – ٥

yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,

مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ – ٦

dari (golongan) jin dan manusia.”

Akan tetapi, sekali lagi, yang diartikan Samsudin sejatinya surat lain, yakni QS. Az-Zariyat ayat 56: “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”

Kesalahan kutip tersebut semakin miris karena tidak saja diucapkan lebih dari satu kali, melainkan juga muncul dari sosok yang didalam namanya melekat “gelar Gus dan Jadab”.

Terlepas dari semua itu,  QS. Annas memiliki banyak kandungan dan hikmah yang perlu kita ketahui dan amalkan. Pertama, meminta perlindungan kepada Allah dari godaan jin dan iblis. Ibnu Qayyim Al-Jauziyah ketika mengartikan kata ” Syat” dalam ayat ini sebagai sakit. Dalam arti, kekufuran dapat mengantar seseorang kepada sakit atau kepedihan siksa ilahi.

Kedua, waspada dan kebal terhadap bisikan dan rayuan setan. Kata “Was-was” dalam Qs Annas ayat 4 berarti suara yang sangat halus. Dalam hal ini maknanya adalah bisikan negatif yang dilakukan oleh setan.

Oleh karena itu, Ibnu Abbas mengatakan bahwa setan bercokol dalam hati anak Adam. Apabila ia lalai kepada Allah, maka setan akan datang dan membisikkan sesuatu yang negatif. Sebaliknya, jika ia ingat Allah, maka setan bersembunyi.

Bagikan Artikel ini:

About Muhammad Najib, S.Th.I., M.Ag

Penulis Buku Konsep Khilafah dalam Alquran Perspektif Ahmadiyah dan Hizb Tahrir

Check Also

al-quran

Kekeliruan dalam Memahami Hadist Larangan Menafsirkan Alquran dengan Akal

Sebagian kalangan umat Islam masih memperselisihkan sebuah hadist tentang ancaman bagi orang yang berpendapat atau …

kiamat

Kedua Kaki Seorang Hamba di Hari Kiamat Tidak Akan Bergerak Sebelum Kepadanya Diajukan Empat Pertanyaan Ini

Desember 2022 akan segera berakhir. Itu artinya, tidak lama lagi segenap penduduk di muka bumi …

escortescort