istiqamah
istiqamah

Beratnya Istiqamah di Zaman Penuh Fitnah

يَأْتِى عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ الصَّابِرُ فِيهِمْ عَلَى دِينِهِ كَالْقَابِضِ عَلَى الْجَمْرِ

“Akan datang kepada manusia suatu zaman, orang yang berpegang teguh pada agamanya seperti orang yang menggenggam bara api.” (HR. Tirmidzi ).

Akan ada masa di mana banyak perkataan dusta yang akan dengan mudah tersebar, pembunuhan terjadi dimana-mana, dan banyak manusia sudah tidak perduli lagi halal haram. Dan bagi orang-orang yang tetap memegang teguh agamanya, maka niscaya ia akan menerima cobaan yang luar biasa.

Dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi dijelaskan bahwa akan datang suatu waktu orang yang tetap berpegang teguh akan agamanya dan bahkan ia mampu untuk meninggalkan dunianya. Orang yang mampu meninggalkan dunia dan memilih agamanya akan mendapatkan ujian dan kesabarannya begitu berat.

Beratnya ujian yang harus ia lalui diibaratkan seperti seseorang yang sedang memegang bara api yang sedang menyala. Beratnya ujian yang dilaluinya lantaran banyaknya maksiat yang ada di sekitarnya. Pelaku maksiat pun begitu banyak, kefasikan pun semakin tersebar luas. Jika ia memilih berbeda dengan yang lainnya, di situlah ujian dari Allah akan timbul, entah dari lingkungan atau gaya hidup sekitarnya.

Fenomena ber Islam di era globalisasi modern menuntut kedewasaan kita sebagai seorang muslim, karena banyaknya sarana di bidang informasi, komunikasi, transportasi, dan penopang kehidupan lainnya kian hari semakin modern. Tukar informasi, komunikasi, dan interaksi dapat dilakukan dengan mudah walaupun dari tempat yang berjauhan. Fenomena ini, tentu saja memberikan kemudahan tersendiri bagi manusia dalam menjalankan roda kehidupan ini.

Bahkan dalam penyebaran ilmu dan agama juga mendapatkan porsi kemudahan tersendiri. Melalui sarana internet, berbagai kajian imiah berskala nasional bahkan internasional dapat diakses dengan mudah. Namun, di balik semua kemudahan yang tersaji juga terselip sebuah kesulitan tersendiri yang samar untuk kita lihat.

Baca Juga:  Ternyata Iblis Sempat Ingin Bertaubat, Tapi Terhalang Sifat ini

Sebuah kesulitan yang tidak akan tampak kecuali jika dilihat dengan kacamata ketakwaan dan juga keimanan. Kesulitan  yang berkaitan dengan ke-istiqamah-an (berteguh diri) di atas agama Islam. Lalu mengapa istiqamah di atas agama Islam di era globalisasi modern ini tergolong sulit, padahal berbagai sarana banyak memberikan kemudahan untuk bisa beramal saleh?

Seperti yang kita ketahui, godaan syahwat dan syubhat lebih dahsyat dibandingkan tuntutan untuk belajar, mengaji, dan beramal saleh. Berbagai fitnah seperti harta, tahta dan wanita yang kian merajalela. Persaingan bisnis yang tidak sehat, korupsi uang negara, perampokan dan manusia mampu pindah agama demi harta yang kini telah menjadi realitas kehidupan.

Pornografi dan pornoaksi yang kini telah menjadi hak asasi yang mampu diperjuangkan. Bahkan bebasnya seorang wanita penjaja seks berkeliaran di mana-mana, bahkan kita juga mudah mendapatinya di pinggiran jalan raya ketika malam mulai datang.

Di antara dampak modernisasi yang terjadi lama kelamaan akan membuat orang enggan melakukan kebaikan dengan tulus. Berislam dan memegang teguh iman dan islam dalam diri terkadang membuat mereka ketinggalan jaman.

Sehingga, orang-orang yang tetep memiliki keteguhan dalam agamanya akan membuat mereka menerima cobaan yakni dicaci, dihina, difitnah, ancaman dan bahkan penyiksaan terhadap dirinya bahkan keluarganya dari mereka yang lebih memilih dunia daripada agamanya.

Satu-satunya cara melewatinya adalah kesabaran atas apapun yang menimpa dirinya. Selain itu tetap menyadari bahwa dunia bukan tempat manusia untuk memanen, namun dunia merupakan ladang manusia untuk menanam kebaikan. jika banyak kebaikan yang ditanam, makan buah dari kebaikan tersebut akan mampu kita panen ketika berada di hari pembalasan.

Jika merasa putus asa akan kehidupan yang dilalui maka ingatlah janji Allah, “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az Zumar: 10). Dan balasan terbaik dari orang yang mampu bertahan ialah surga Allah.

Bagikan Artikel ini:

About Eva Novavita

Avatar of Eva Novavita

Check Also

singgasana sulaiman

Cerita Nabi Sulaiman untuk Anak (3) : Kisah Raja Sulaiman dan Ratu Balqis

Setelah Nabi Daud wafat, kini Nabi Sulaiman meneruskan tahta kerajaan dan memimpin Bani Israil. Seperti …

singgasana sulaiman

Cerita Nabi Sulaiman untuk Anak (2) : Nabi Sulaiman dan Perempuan Korban Pemerkosaan

Sebelumnya sudah diceritakan tentang kecerdasan Nabi Sulaiman dalam memecahkan masalah. Kisah kehebatan Nabi sulaiman tak …