Ibrahim seorang muslim

Cerita Islami untuk Anak : Nabi Ibrahim yang Tidak Terbakar (3)

Dalam cerita sebelumnya, Raja Namrud tengah dihantui ramalan kehadiran bayi yang menjadi ancaman kekuasaannya. Nabi Ibrahim lahir di tengah perintah sang raja lalim itu untuk membunuh semua bayi yang lahir. Namun, kuasa Allah, Nabi Ibrahim bisa lolos dari ancaman tersebut.

Nah, kali ini Nabi Ibrahim telah menjadi sosok yang terus menyebarkan agama Allah dan mengancam kekuasaan sang raja. Raja Namrud semakin yakin bahwa sosok itu sebenarnya adalah Nabi Ibrahim sebagaimana yang diramalkan penasehat sihirnya.

Salah satu yang cukup menghebohkan negeri tersebut, Nabi Ibrahim yang kini tumbuh menjadi laki-laki remaja dan memiliki kecerdasan dan keberanian yang tinggi berani untuk menghancurkan patung-patung  sebagaimana kepercayaan masyarakat termasuk sang raja. Sebagaimana dalam cerita sebelumnya Nabi Ibrahim mempermalukan masyarakat karena menyembah tuhan yang tidak memberikan pertolongan apapun dan hanya sebongkah batu.

Mendengar kejadian itupun Raja Namrud tak tinggal diam, ia merasa sangat geram dengan tindakan yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim. Dengan diselimuti kemarahan, Raja Namrudpun mengutus tentaranya untuk mencari dan menangkap Nabi Ibrahim untuk dihukum dengan cara dibakar hidup-hidup.

Para pengawalpun berhasil menemukan dan menangkap Nabi Ibrahim kemudian membawanya ke hadapan raja yang kejam itu. Melihat Nabi Ibrahim raja merasa sangat marah dan iapun memutuskan untuk mengeksekusi nabi Ibrahim dengan cara membakarnya di hadapan seluruh masyarakat. Sang raja ingin memberikan peringatan kepada yang lain siapa yang berhadapan dan melawannya akan bernasib sama seperti Nabi Ibrahim.

Hari itu negeri Babilonia disibukkan dengan persiapan eksekusi Nabi Ibrahim. Sebagian dari mereka mencari kayu bakar di dalam hutan dan sebagian lagi mereka menggali tanah sedalam-dalamnya sebagai tempat eksekusi agar Ibrahim tidak kabur dan bisa lari.

Baca Juga:  Pertarungan Binatang dalam Kisah Dibakarnya Nabi Ibrahim

Setelah berjam-jam lamanya, akhirnya segala persiapan itupun telah selesai. Mereka mulai mengambil kayu bakar dan di kumpulkan di tengah-tengah galian tersebut. Setelah selesai semuanya, Nabi Ibrahim mulai diarak ketengah-tengah tumpukan kayu tersebut. Dengan situasi tersebut Nabi Ibrahim hanya bisa pasrah dan memohon pertolongan kepada Allah.

Di saat-saat pembakaran itulah Nabi Ibrahim mengucapkan doa yang tertulis dalam al-Quran yakni surat Ali Imran ayat 173, yang berbunyi: “Hasbunallāhu wa ni’mal-wakil” yang artinya, “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami, dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.”

Waktu eksekusipun tiba, sang raja yang jahat itupun mulai menyuruh pengawalnya untuk menyalakan kayu tersebut, rasa bahagia hinggap di hati sang raja. Ia berfikir telah mampu memusnahkan Nabi Ibrahim yang telah berani menghancurkan seluruh patung yang telah disembahnya dari lahir. Api pun kini membumbung tinggi. Seluruh warga dan rajapun bersorak kegirangan.

Kini tidak lagi ada seseorang yang tidak beriman kepada berhala-berhala yang telah lama mereka sembah. Maka Allahpun memberikan mukjizat kepada Nabi Ibrahim dengan menunjukkan kekuasaan-Nya. Atas izin Allah, maka api yang seharusnya panas menjadi dingin. Api yang berkobar tersebut tak sedikit pun melukai tubuh Nabi Ibrahim.

Api yang berkobar itupun kini mulai mengecil dan padam, Raja dan seluruh masyarakat Babilonia sungguh tercengang ketika melihat Nabi Ibrahim yang masih dalam keadaan hidup dan tanpa luka bakar sedikitpun di tubuhnya. Sungguh benar-benar kebesaran Allah yang hanya mampu menyelamatkan Nabi Ibrahim dari aksi brutal raja Babilonia.

Dari cerita Nabi Ibrahim ini dapat kita pelajari bahwa, ketika kita mulai merasa takut akan apapun, maka kita bisa menauladani Nabi Ibrahim dengan melawan rasa takut kita dengan membaca “Hasbunallāhu wa ni’mal-wakil” seperti yang Nabi Ibrahim lakukan. Ketika kita merasa tidak berdaya jangan putus asa. Serahkan semua perkara kepada Allah semata. Ketika usahamu sudah mendekati puncak, maka tingkat terakhir adalah tawakkal.

Baca Juga:  Kisah Khalifah Umar bin Abdul Aziz Memuliakan Buruh

Nah, adik-adik sekalian, mempertahankan kebenaran itu penting dan yakinlah bahwa Allah akan menolong siapapun yang berjuang semata karena Allah. Allah tidak akan diam melihat ketulusan hambanya yang berjuang dalam hal apapun yang penting untuk kebaikan bersama.

Berusahalah menjadi orang yang baik dengan melakukan pekerjaan yang berguna bagi diri sendiri dan orang lain. Insyallah Allah akan menolong kita semua selama kita mempunyai niat yang tulus untuk kebaikan.

Bagikan Artikel
Best Automated Bot Traffic

About Eva Novavita

Avatar