Shalat Perempuan Istihadah

Dahsyatnya Doa dalam Shalat yang Jarang Dipahami Maknanya

Salah satu ciri seorang hamba Allah selain menaati kewajibannya adalah berdoa. Ya, berdoa bisa dimaknai sebaga meminta atau memohon. Tujuannya agar apa yang kita inginkan bisa dikabulkan oleh Allah SWT. Jika seorang hamba tak meminta atau berdoa kepada Allah, ia termasuk golongan orang-orang yang sombong.

Berdoa memang bisa dilakukan dimana dan kapan saja. Namun ada tempat dan waktu-waktu tertentu yang dinilai terbaik untuk melakukan doa. Berbicara mengenai doa, ada fenomena yang harus kita ambil pelajaran. Banyak di antara kita yang berdoa dengan penuh khidmah di saat-saat tertentu, tetapi mengabaikan doa yang ia sering panjatkan kepada Allah. Abai dalam arti tak sepenuh hati dalam memanjatkannya,

Ketika kita ditanya, “doa apa yang paling banyak dibaca oleh seorang muslim?”. Pasti kita menjawabnya dengan keliru. Faktanya doa itu sering dibaca oleh kita, namun ketika sedang membaca doa tersebut. kita seperti merasa tidak sedang berdoa. Hal itu dikarenakan, kita hanya menganggap itu sebagai bacaan biasa, bukan doa.

Doa sesungguhnya sangat dahsyat. Karena di dalamnya ada kebutuhan di dunia dan akhirat yang harus kita capai. Ya, doa tersebut adalah DOA DI ANTARA DUA SUJUD. Minimal kita sehari semalam membacanya 17 kali. Tanpa kita sadari, doa inilah termasuk salah satu yang paling banyak kita baca. Doa di antara dua sujud ini berbunyi:

“Robighfirlii Warhamnii Wajburnii Warfa’nii Warzuqnii Wahdinii Wa’aafinii Wa’fuannii”

Makna doa di antara dua sujud

  1. Robighfirlii artinya Wahai Tuhan ampunilah dosaku.

Dosa atau kesalahan adalah beban, yang menyebabkan kita berat melangkah sampai kepada ridho Allah. Selain itu, dosa merupakan kotoran hati yang membuat hati menjadi gelap sehingga hati kita merasa berat untuk melakukan kebaikan. Oleh karenannya, doa meminta ampun kepada Allah penting untuk selalu dipanjatkan.

  • Warhamnii artinya Sayangilah diriku.
Baca Juga:  Istri Shalehah adalah Harta suami yang Tak Lenyap

Jikalau kita disayang Allah, hidup akan terasa nyaman dan indah. Karena dengan kasih sayang, semua keinginan dan cita-cita kita akan tercapai, Selain itu, dengan kasih sayang Allah, kita akan merasa terbimbing menuju jalan yang diridloiNya. Oleh karenannya, meminta hal tersebut layak kita dahulukan.

  • Wajburnii artinya Tutuplah segala kekuranganku.

Dalam kehidupan yang kita jalani, pasti kita memiliki banyak sekali kekurangan. Di antara yang umum kita rasakana adalah kurang bersyukur, kurang sabar, kurang bisa menerima kenyataan, kurang menjaga emosi, pendendam dan lain sebagainya. Ketika  kekurangan-kekurangan tersebut ditutup/diperbaiki Allah, maka minimal, keberadaan kita akan diterima dan disenangi oleh semua orang. Dan setelahnya, akan melahirkan begitu banyak kebaikan-kebaikan untuk diri kita dan orang lain.

  • Warfa’nii artinya Tinggikanlah derajatku.

Kalau Allah SWT sudah meninggikan derajat kita, maka seburuk apapun penampilan dzohir kita, pasti tidak ada makhluk yang mampu menghinakan kita. Selain itu, meminta hal ini sama saja kita meminta agar kita didekatkan derajatnya disisi Allah.

  • Warzuqnii artinya Berikanlah aku rezeki.

Semua hamba Allah pastilah membutuhkan rizeki dari Allah. Karena Allah SWT mampu mendatangkan rizki dari arah yang tak terduga dan tanpa perhitungan. Rizeki itu tak melulu soal uang. Maka jangan sampai kita putus asa untuk meminta hal ini. Karena tak ada dzat yang bisa memberikan rezeki, kecuali Allah SWT.

  • Wahdinii artinya berikanlah aku petunjuk/bimbinglah aku ke jalan kebahagiaan.

Maksud kalimat ini adalah kita tak hanya minta petunjuk/hidayah yang berkaitan dengan agama. Tetapi kita juga perlu minta petunjuk agar terhindar dari mengambil keputusan keliru, yang itu bisa mempersulit kita. Maka mintalah petunjuk kepada Allah. Karena taka da dzat yang mampu memberikan petunjuk kecuali Allah.

  •  Wa’aafinii artinya Berikanlah aku kesehatan.
Baca Juga:  Ketika Allah Menghibur Rasulullah dengan Surah Pendek Ini

Salah satu syarat kita bisa beribadah adalah sehat. Dengan kesehatan yang baik, tentu kita bisa menambah kebaikan dan manfaat serta tidak menjadi beban orang lain. Begitu juga sebaliknya, jika kita sakit atau kurang sehat, kita tak pasti tak mampu atau kurang maksimal dalam beribadah. Hal tersebut tentu akan menjadi kerugian untuk kita. Oleh karenannya, mintalah agar selalu disehatkan kepada Allah.

Bagikan Artikel

About M. Alfiyan Dzulfikar