sifat sabar
sabar

Di Era Wabah, Berhiaslah dengan Sifat Sabar, Supaya Allah Segera Menolong Kita!

Wabah Covid-19 masih belum bisa dipreksi kapan akan berakhir. Alih-alih berakhir, Indonesia kini malah memasuki gelombang kedua Covid-19. Berbagai daya dan upaya, baik dari pemerintah mapun organisasi sosial-agama, sudah dilakukan. Teranyar, pemerintah mengambil keputusan untuk memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat. Namun, hasilnya belum signifikan.

Mengapa demikian? Jawaban atas pertanyaan ini memang rumit. Meskipun demikian, penulis menilai bahwa diantara penyebabnya adalah minimnya kesabaran dalam diri masyarakat Indonesia dalam menghadapi wabah.

Himbaun pemerintah untuk selalu menerapkan protokol kesehatan di setiap saat dan kondisi, tidak banyak diindahkan. Hal yang paling mencolok adalah, masih banyak masyarakat yang tidak pakai masker dan nongkrong (berkerumun) di berbagai tempat seperti mall, warung kopi, makan dan sejenisnya.

Himbauan untuk tidak menggelar dan menghadiri acara yang melibatkan banyak orang juga tak sepenuhnya ditaati. Di mana-mana masih banyak yang menggelar resepsi. Melakukan perjalanan yang sifatnya sangat tidak mendesak. Jadi, seolah mereka tidak memperdulikan adanya PPKM Darurat.

Banyak faktor yang menyebabkan masyarakat tidak mematuhi kebijakan tersebut, diantaranya, telah menjadi korban provokasi kelompok tertentu sehingga mereka menjadi miskonsepsi, ada pula yang sudah mulai jenuh dan bosan dengan segala pembatasan kegiatan selama lebih dari setahun ini.

Berhiaslah dengan Sifat Sabar

Dalam kondisi masyarakat yang sudah mulai abai terhadap pembatasan ditambah lagi munculnya rasan bosan, perlu adanya sebuah edukasi untuk kembali menyadarkan masyarakat akan fokus yang harus kita hadapi. Dalam konteks inilah, uraian ini hadir, turut memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa pandemi ini harus kita akhiri secara bersama-sama.

Segala sesuatu di dalam hidup ini bersandar kepada sabar, lebih lebih di era pandemi sebagaimana yang kita hadapi bersama dalam hampir dua tahun ini. Berkaitan dengan sabar, Rasulullah bersabda:

Baca Juga:  Cara Taubat Nasuha Pelaku Dosa Besar Zina

Kesabaran itu ada dua macam: (1) Sabar atas hal-hal yang dibenci dan (2) sabar atas hal-hal yang dicintai.”

Apa yang disampaikan hadis tersebut sangat relevan dengan kondisi Indonesia. Bahwa sangat naif dan hampir mustahil negeri ini akan terbebas dari pandemi apabila tidak sabar menerapkan protokol kesehatan. Tunda mudik, jangan ke luar rumah dan jangan menggelar aktivitas yang melibatkan banyak orang.

Ingat dan sabarlah wahai sodaraku! Semua itu hanyalah untuk sementara waktu dan demi kepentingan bangsa, bukan kelompok tertentu. Kita patut belajar dari seekor ayam yang bertelur.

Jika sang induk tidak sabar dalam meng-erami telornya. Artinya, seekor ayam betina tidak akan dapat menetaskan telornya kecuali setelah melewati batas waktu yang ditentukan, dan ini membutuhkan kesabaran.

Lihat pula seorang pilot, tidak akan sampai tujuan kecuali setelah dia bersabar menerbangkan pesawatnya selama waktu yang diperlukan. Saat ini, kita perlu bersabar dalam menghadapi wabah Covid-19 sampai kondisi benar-benar pulih (sehat).

Semua ini selaras dengan petunjuk Islam sebagaimana tercantum dalam sabda Nabi: ” Sabar itu ada tiga; sabar atas musibah, sabar atas taat, dan sabar dari maksiat. ” Orang yang sabar ini, akan mendapatkan ganjaran, sebagaimana firman-Nya:

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.” (QS. Ali Imron [3] : 200).

Perintah sabar juga bertebaran dalam Alquran dan sunnah. Seperti dalam QS. Al-Baqarahayat 153:

Wahai sekalian orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan dengan bersabar dan mengerjakan sembahyang, karena sesungguhnya Allah menyertai (menolong) orang-orang yang sabar.”

Demikianlah salah satu petunjuk Islam dalam menghadapi wabah berdasarkan dalil yang jelas. Untuk itu, mari jauhi provokasi di masa pandemi, hiasilah diri kita dengan sifat sabar. Semoga kita mampu menjadi orang yang sabar dalam menghadapi musibah atau ujian seperti saat ini dan Allah segera menolong kita semua.

Bagikan Artikel ini:

About Muhammad Najib, S.Th.I., M.Ag

Avatar of Muhammad Najib, S.Th.I., M.Ag
Penulis Buku Konsep Khilafah dalam Alquran Perspektif Ahmadiyah dan Hizb Tahrir

Check Also

perusakan masjid ahmadiyah

Perusakan Masjid Ahmadiyah Tak Sesuai dengan Syariat Islam!

Miris memang menyimak berita terkini terkait sejumlah massa yang merusak masjid milik jamaah Ahmadiyah di …

persatuan

Tafsir Kebangsaan [2]: Inilah Cara Islam Membangun Persatuan dalam Keberagaman

Realitas historis dan sosiologis menunjukkan bahwa umat Islam terdiri dari berbagai macam golongan (firqah), madzhab, …