doa sakit
doa sakit

Doa Ampuh Mengobati Sakit dan Mengusir Malapetaka

Inilah doa yang diajarkan Rasulullah kepada sahabat ketika menderita sakit dan mengusir malapetaka


Diriwayatkan oleh Abu Ya’la dan Ibnu as-Sinni dari Abu Hurairah, bahwa suatu hari dirinya keluar bersama Rasulullah sambil saling bergandengan tangan untuk menjenguk salah satu sahabat yang sedang sakit dan kondisinya sudah sangat memperihatinkan. Begitu sampai di rumah sahabat yang dituju, kemudian Rasulullah bertanya kepada sahabat itu, “Wahai fulan, wajahmu sangat pucat sekali, hal apa yang sedang menimpamu sekarang?”

Sahabat itupun segera membalas pertanyaan Rasul dengan penuh memelas, “Aku sedang sakit keras dan sepertinya sedang mendapatkan malapetaka.” Mendengar hal itu, Rasulullah meresponnya dengan menawarkan untaian kalimat-kalimat sebagai doa agar bisa sembuh dari sakit dan malapetaka yang sedang menimpa sahabat itu. Namun, sahabat tersebut menolak tawaran Rasulullah. Dan ia justru berkata, “Tidak, wahai Rasulullah. Karena aku telah ikut serta bersama engkau dalam perang Badr dan Uhud.”

Mendapati penolakan tersebut, rasa iba Rasulullah terhadap sahabat itu tidak hilang. Ia terus coba melapangkannya. Lalu ia bertanya kepada sahabat tadi, begini, “Lalu apakah orang-orang yang telah ikut serta bersamamu dalam perang Badr dan Uhud mengetahui keadaanmu ini?”

Sahabat itupun tercengang dan ingin menimpali pertanyaan Rasulullah lagi. Namun belum sempat sang sahabat berkata, tiba-tiba dengan cepat Abu Hurairah yang sedang berada di sisi Rasul pun segera mengambil alih dengan berujar, “Rasulullah, kalau dia tidak mau engkau ajarkan doa, maka ajarkanlah kepadaku saja.”

Rasulpun menuruti permintaan Abu Hurairah itu seraya memintanya agar mengikuti apa yang dibacakan. Lalu Rasul membaca kalimat berikut:

توكلت علي الحي الذي لا يموت والحمد لله الذي لم يتخذ ولدا ولم يكن له شريك في الملك ولم يكن له ولي من الذل وكبره تكبيرا

Tawakkaltu ‘alal hayyi alladzi la yamutu wal hamdu lillahi alladzi lam yattakhidz waladan walam yakun lahu syarikun fil mulki walam yakun lahu waliyyun mina adz-Dzulli wa kabbirhu takbiran.

Baca Juga:  Jangan Latah Kata Kotor, Baca Doa ini Ketika Terkejut

Artinya : Aku bertawakkal kepada Dzat yang Maha Hidup dan tidak akan pernah mati. Dan segala puji bagi Allah yang tidak mempunyai anak, maupun sekutu di dalam kerajaanNya, dan tidak terhina. Agungkanlah Dia seagung-agungnya.

Setelah Rasulullah selesai mengajarkan doa itu kepada Abu Hurairah, beberapa waktu kemudian sahabat yang sakit itupun akhirnya keluar dari rumah dan mendatangi Rasulullah dengan keadaan semakin membaik daripada sebelumnya. Lalu Rasulullah bertanya, “Bagaimana keadaanmu sekarang?” Sang sahabat menjawab, “Wahai Rasul, senantiasa aku membaca kalimat yang telah engkau ajarkan kepadaku.”

Meskipun semula tidak mau menerima ajaran doa dari Rasulullah, tetapi ternyata dia mendengar ketika Rasul mengajarkan doa itu kepada Abu Hurairah dan segera mengamalkannya. Walaupu demikian maksud baik Rasulullah agar sahabat itu bisa sembuh, sudah terkabulkan.

Perlu diketahui bahwa sakit menurut literatur Islam dipahami sebagai salah satu bentuk ujian dari Allah kepada hamba-Nya. Maka jika ada orang muslim yang sedang sakit, wajib bagi muslim lainnya untuk menghiburnya dengan cara menjenguk dan mendoakannya. Sebagaimana sabda Rasul, “Ada empat perkara yang merupakan kewajiban seorang muslim kepada muslim lainnya: mendoakan ketika ia bersin, mendatangi undangannya, menyaksikan jika ia meninggal, dan menjenguknya ketika ia sakit.”

Hadis tersebut juga sesuai dengan hadis lainnya sebagaimana yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari bahwa Rasulullah pernah bersabda, “Berikanlah makan kepada orang-orang yang lapar dan jenguklah orang yang sedang sakit.”

Bagikan Artikel ini:

About Khoirul Anwar Afa

Avatar of Khoirul Anwar Afa
Dosen Fakultas Ushuluddin PTIQ Jakarta.

Check Also

Serat Centhini

Konsep Amalan Harian dan Zaman Huru Hara dalam Sastra Jawa

hari Senin seperti yang dilakukan Nabi Isa, malam harinya tidak makan daging sembari mengucapkan kalimat “Ya Rahman Ya Rahim” sebanyak 103 kali.

syarat dai

Membaca Sikap Pendakwah Populer yang Jumawa

muncul para pendakwah populer yang didominasi para dai yang tidak memiliki latar belakang keilmuan agama dari pesantren ataupun dari sekolah keagamaan.