vagina keluar angin
miss v keluar angin

Fikih Muslimah (2): Keluar Angin dari Vagina Apakah Membatalkan Wudhu?

Telah disepakati oleh ulama-ulama fikih, angin yang keluar dari jalan belakang atau kentut membatalkan wudhu. Namun bagi perempuan masih ada satu masalah lagi, yaitu keluar angin dari vagina (queef). Hal ini sering dialami oleh kaum hawa yang penyebabnya karena ada udara yang terperangkap dalam rongga vagina. Pada suatu saat angin tersebut keluar seperti ketika kentut, baik menimbulkan suara atau hanya dirasakan adanya angin yang keluar dari vagina.

Angin yang keluar dari vagina ini tidak berbau seperti kentut dan tidak bisa ditahan apabila hendak keluar. Beda dengan kentut yang masih bisa ditahan ketika hendak keluar. Fenomena ini tentu harus dibahas secara fikih, terutama dalam konteks wudhu. Apakah membatalkan wudhu atau tidak?. Sebab satu diantara yang membatalkan wudhu adalah sesuatu yang keluar dari jalan depan maupun belakang (qubul dan dubur).

Ternyata, masalah ini tidak lepas dari teropong fikih ulama klasik. Ulama dari empat madhab terkemuka, yakni Syafi’i, Maliki, Hanabilah dan Hanafiyah, telah membahasnya. Dan, ternyata mereka tidak satu pendapat. Sebagian mengatakan, keluar angin dari vagina membatalkan wudhu dan sebagian lainnya menyatakan tidak.

Menurut madhab Syafi’i dan sebagian ulama madhab Hanbali menyatakan angin yang keluar dari vagina membatalkan wudhu. Pendapat ini salah satunya ditulis oleh Al Khatib al Syarbini dalam kitabnya Mughni al Muhtaj. Tulisnya, sesuatu yang keluar dari dzakar maupun vagina membatalkan wudhu. Pendapat yang sama disampaikan oleh Ibnu Qudamah seorang ulama dari kalangan madhab Hanbali dalam kitabnya al Mughni.

Sementara menurut madhab Malikiyah, Hanafiyah dan sebagian pendapat ulama Hanabilah menyatakan bahwa keluar angin dari jalan depan (dzakar dan vagina) tidak membatalkan wudhu. Hal ini berlaku bagi laki-laki maupun perempuan.

Baca Juga:  Kaidah Fikih Induk Pertama: Niat

Alasannya, angin yang keluar dari dzakar atau vagina tidak keluar dari jalan najis seperti kentut. Juga, karena angin tersebut tidak berasal dari dalam perut. Sementara kentut adalah angin yang keluar dari dalam perut. Sebab itu angin yang keluar dari jalan depan tidak membatalkan wudhu.

Pendapat ini salah satunya dikemukakan oleh Al Zaila’i, seorang ulama madhab Hanafi, dalam kitabnya Tabyin al Haqaiq. Pendapat yang sama diungkapkan oleh seorang ulama madhab Hanafi juga, Ibnu Abidin dalam kitabnya Raddu al Mukhtar ‘ala al Dur al Mukhtar.

Beda pendapat ulama ini dirangkum dalam al Mausu’ah al Fiqhiyyah al Kuwaitiyyah (XVII/112).

Kesimpulannya, ulama beda pendapat tentang angin yang keluar dari vagina, apakah membatalkan wudhu atau tidak. Menurut madhab Syafi’i dan sebagian ulama madhab Hanbali membatalkan wudhu. Sedangkan menurut madhab Maliki, Hanafi, dan sebagian ulama madhab Hanbali berpendapat tidak membatalkan wudhu.

 

 

Bagikan Artikel ini:

About Faizatul Ummah

Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo

Check Also

bulan shafar

Menepis Anggapan Bulan Shafar sebagai Bulan Sial

Masyarakat Arab pra Islam atau masyarakat jahiliah mengenal istilah tasyaum. Suatu anggapan bahwa bulan Shafar …

pinjaman online

Pinjaman Online dalam Pandangan Fikih

Pandemi sungguh telah membuat porak poranda sistem kehidupan, tidak hanya korban jiwa, namun juga menyasar …