Memaki
Memaki

Haram Memanggil Orang Lain dengan Panggilan Buruk

Menyakiti hati orang lain merupakan perbuatan terlarang. Apalagi sesama mukmin yang diibaratkan satu tubuh oleh Nabi. Bila ada satu yang sakit, yang lain ikut merasakan. Termasuk menyakiti hati orang lain disini adalah memanggil dengan panggilan yang tidak disenangi. Seperti menyebut atau memanggil orang lain dengan sebutan fasik, bodoh, lonte, pelacur, pezina dan seterusnya.

Allah berfirman, “Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan janganlah memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan”. (QS. al Hujurat: 11).

Dalam tafsir Al Wasith Lithanthawi dijelaskan, yang dimaksud dengan “Janganlah memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan” adalah menyebut atau memanggil orang lain dengan kata-kata yang tidak disenangi atau sebutan buruk, seperti wahai si bodoh, wahai si pincang, wahai orang fasik dan lain-lain.

Dari sini jelas bahwa hukum memanggil ataupun menyebut orang lain dengan kata-kata yang tidak disukai hukumnya haram. Nabi sendiri telah mewanti-wanti ini dalam beberapa hadis. Bahkan menurut Nabi, jangankan menghina sesama manusia, menghina binatang pun dilarang.

Dari Ibnu Mas’ud, Rasulullah bersabda, “Mencela seorang muslim adalah kefasikan (dosa besar), dan memerangi mereka adalah kekafiran”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Pada hadis lain riwayat Sayyidina Ali, Nabi pernah ditanya soal panggilan seseorang kepada orang lain “Wahai fasik, wahai orang jelek”. Nabi menjawab, “Itu perbuatan buruk, terdapat hukuman ta’zir namun tidak ada hukuman had” (HR. Baihaqi).

Imam Nawawi dalam karyanya Al Adzkar menulis, ulama sepakat atas keharaman memanggil orang lain dengan panggilan buruk. Baik kepada orang Islam maupun non Islam.

Dengan demikian memanggil, menyebut, menjuluki seseorang dengan panggilan yang tidak disukai hukumnya haram. Sebab itu, sebagai umat Islam sejatinya tidak melakukan perbuatan tercela ini. Sebab, disamping haram juga bisa merusak persaudaraan sesama muslim.

Bagikan Artikel
Baca Juga:  “Hayya ‘Alal Jihad” : Bukti Kegagalan dalam Memahami Jihad di Era Milenial

About Khotibul Umam

Avatar
Alumni Pondok Pesantren Sidogiri