Neraka
Neraka

Bunuh diri sangat dilarang dalam ajaran islam. Pelakunya telah dianggap menentang Allah dan akan menjadi penghuni neraka. Sebelum mengkaji dalil-dalil mengenai larangan bunuh diri, marilah kita perdalam tentang mengapa bunuh diri itu terlarang (dalam ajaran Islam).

Nyawa itu tidak dimiliki dengan cara diminta. Ia merupakan hadiah dan kepercayaan dari Allah. Alasan inilah, Islam memerintahkan manusia untuk menjaga nyawa mereka dan melarang bunuh diri dalam kondisi apapun. Islam tidak pernah membenarkan seseorang untuk membunuh jiwanya sendiri.

Di lain sisi, ajaran Islam justru menekankan keselamatan jiwa dan raga. Ajaran ini bertujuan untuk melestarikan kehidupan manusia dan menjamin keberlangsungan dakwah Islam.

Alquran dan Hadist Berbicara Bunuh Diri

Sebagaimana telah disebutkan, pemilik yang berwenang atas hidup dan matinya nyawa makhluk adalah Allah. Oleh sebab itu, membunuh satu nyawa dianggap telah membunuh seluruh manusia. Begitu juga membunuh diri sendiri dianggap perbuatan sangat tercela. Allah berfirman dalam surat an-Nisa ayat 29-30 yang berbunyi:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَأْكُلُوٓا۟ أَمْوَٰلَكُم بَيْنَكُم بِٱلْبَٰطِلِ إِلَّآ أَن تَكُونَ تِجَٰرَةً عَن تَرَاضٍ مِّنكُمْ ۚ وَلَا تَقْتُلُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ عُدْوَٰنًا وَظُلْمًا فَسَوْفَ نُصْلِيهِ نَارًا ۚ وَكَانَ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرًا   

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. Dan barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah”.

Imam Fakhr al-Din al-Razi dalam tafsir al-Kabir menulis tentang tafsir ayat, “dan janganlah kalian membunuh diri kalian sendiri. “Ayat ini menunjukkan atas larangan membunuh orang lain dan membunuh diri sendiri dengan cara yang batil.” Rasulullah bersabda: “maka sesungguhnya jasadmu memiliki hak darimu dan kedua matamu pun memiliki hak darimu”. (HR. al-Bukhari).

Ibnu Katsir dalam tafsir al-Qur’an al-Adzim dan al-Tsa’alabi dalam al-Jawahir al-Hisan fi al-Tafsir al-Qur’an  mengatakan hal serupa sesuai dengan hadist di atas yang juga dikutip ulang oleh Dr. Muhammad Tahir al-Qadri dalam bukunya “Fatwa Tentang Teroris dan Bom Bunuh Diri”. Hal ini merupakan bukti bahwa para mayoritas mufassir menganggap hadits ini sebagai bukti kuat larangan bunuh diri.

Hadist di atas, juga mengharuskan kita untuk menjaga nyawa dan anggota badan serta menunaikan hak-haknya. Oleh sebab itu, bunuh diri atau membunuh orang lain merupakan dosa besar. Kita dapat membayangkan, bagaimana sanksi Islam terhadap perilaku mencelakakan diri sendiri dan membunuh nyawa orang lain melalui aksi brutal semisal teror dan bom bunuh diri. Rasulullah secara terang-terangan menyatakan bahwa bunuh diri adalah perbuatan terlarang. Beliau bersabda “siapapun yang melakukan bunuh diri dia akan masuk neraka, terus-menerus di sana dan menjadi penghuni neraka kekal didalamnya”. (HR. al-Bukhari)

Dalam sebuah hadist, Rasulullah bersabda kepada kita tentang beberapa siksaan di akhirat yang nanti akan dialami pelaku bunuh diri dan membunuh orang lain. Abu Hurairah berkata bahwasanya Rasulullah bersabda: “barangsiapa menjatuhkan diri dari gunung sehingga menewaskan dirinya dalam (bunuh diri) maka dia akan masuk neraka jahanam. Dia akan (terus-menerus) menjatuhkan dirinya ke dalamnya kekal abadi. Barangsiapa yang meminum racun sehingga menewaskan dirinya, maka racunnya akan dipegang oleh tangannya dan diminumnya di dalam neraka jahannam, kekal abadi di dalamnya. Dan barangsiapa yang membunuh dirinya dengan senjata tajam, maka senjata tajam tersebut akan dipegang oleh tangannya dan (terus-menerus) ditusukkan ke perutnya di dalam neraka jahannam kekal abadi di dalamnya. ” (HR. al-bukhari)

Tsabit bin al-Dhahhak berkata bahwasanya Rasulullah bersabda: “barangsiapa yang bunuh diri dengan sesuatu (benda atau cara), maka dia akan diazab dengannya di neraka jahanam. “(HR. al-Bukhari)

Menurut yang ad di al-Qur’an dan hadist tentang  para pelaku bunuh diri akan abadi di neraka selamanya. Hal ini menunjukkan betapa dahsyatnya dosa bunuh diri tersebut.dosa-dosa lain sama-sama akan dihukum di neraka tapi itu seperti bunuh diri ini mengakibatkan pelakunya menjadi kekal di neraka.

Larangan Mentaati Pemimpin untuk Bunuh Diri

Sebagian hadis secara partikular melarang kepatuhan terhadap pihak-pihak tertentu yang memerintahkan untuk merugikan nyawa orang lain. Kita telah menyaksikan banyaknya kaum muda dalam video buatan mereka sendiri yang diunggah secara online tentang ‘video syuhada’ bahwa para pemimpin mereka memberikan dorongan kuat agar mereka berani melakukan bunuh diri.

Mereka cukup beralasan bahwa pemimpin mereka telah menginstruksikannya tanpa menyadari batasan, serta apa yang menggugurkan ketaatan itu. merupakan sebuah kedunguan yang sangat jika harus menghancurkan diri sendiri dan nyawa banyak orang hanya gara-gara alasan taat kepada pimpinannya.

Dalam riwayat Ali bin Abi Thalib ditulis dalam shahih al-bukhari dan shahih Muslim dikatakan “Rasulullah pernah mengutus sebuah pasukan dan mengangkat seseorang dari kalangan anshor sebagai panglimanya. Beliau memerintahkan semua pasukan untuk mendengar dan taat kepadanya. Tetapi mereka tidak menyukai sebuah hal dari panglima tersebut.

Kemudian panglima itu berkata, “kumpulkanlah kayu bakar.” dia berkata, “nyalakan api ! “maka mereka pun menyalakan yang. Kemudian dia berkata dan lebih tua bukankah Rasulullah telah memerintahkan kalian untuk mendengarkan dan taat kepadaku? “mereka menjawab, “benar!” dia berkata, “masuklah kalian ke dalam api ! “Mereka pun saling menatap dan berkata “kami mengikuti Rasulullah karena ingin menghindari api neraka. “ Mereka pun tetap dalam pendiriannya dan kemudian amarah si panglima pun mereda dan api pun dipadamkan.

Ketika pulang, mereka menceritakan hal ini kepada nabi kemudian nabi bersabda, “seandainya mereka masuk ke dalamnya maka mereka tidak akan pernah keluar darinya. Sesungguhnya ketaatan itu hanya dalam kebajikan”. (HR. al-Bukhari)

Seharusnya mereka yang termotivasi untuk melakukan bom bunuh diri mengetahui hadist di atas. Pasalnya memang mereka tidak tahu akan dalil ini, akibatnya nanti setelah mereka melakukan perbuatan keji tersebut yakni mendapatkan dosa besar dan ditempatkan di neraka. Pemimpin itu ditaati karena kebajikannya, bukan karena kebatilannya. Jika sebaliknya maka pengikutnya yang mengidam-idamkan bidadari surga akan mendapatkan api neraka yang menyala-nyala