ibnu al khwarizmi
ibnu al khwarizmi

Ilmuwan Muslim yang Dikagumi Penemu Facebook : Berjasa Besar terhadap Algoritma Media Sosial

Perkembangan media sosial dewasa ini melesat dengan cepat. Pilihannyapun beragam dengan hadirnya berbagai platform seperti facebook, twitter, instagram, dan masih banyak pilihan lainnya. Fungsinya pun kini juga bukan hanya untuk kepentingan pribadi saja, namun juga bisa untuk menjalankan sebuah bisnis kecil maupun besar.

Namun, perkembangan teknologi komunikasi saat ini tak akan terwujud tanpa adanya algoritma. Setiap media sosial, bahkan alat pencarian seperti google pun membutuhkan algoritma. Dan siapa sangka, penemu algoritma pertama kali ialah seorang ilmuwan muslim bernama Muhammad bin Musa al-Khawarizmi atau biasa dikenal sebagai Al-Khawarizmi.

Namun sayangnya, banyak orang salah mengira bahwa hasil karya peradaban modern seperti media sosial seperti saat ini merupakan hasil pemikiran murni intelektual dan teknokrat Barat. Jika kita menelusuri kata Aljabar itu berasal dari karya Al-Khwarizmi yang bernama Hisab al jabir wal mukabalah yang berarti pengutuhan kembali dan perbandingan dan kini dikenal dengan istilah Kalkulasi integral dan persamaan.

Al-Khawarizmi lahir pada masa keemasan Islam. Beliau lahir sekitar tahun 780 Masehi di Khawarizm yang saat ini dikenal dengan kota Khiva yang berada di Uzbekistan. Keluarganya merupakan keturunan Persia yang menetap di khawarizmi. Dalam catatan sejarah diketahui bahwa Al-Khawarizmi ketika kecil pindah bersama keluarganya ke selatan kota Baghdad.

Di kota Baghdad, Al-Khawarizmi meniti karirnya sebagai seorang matematikawan yang dikenal hingga saat ini. Al-Khawarizmi diperkirakan hidup di masa Khilafah Bani Abbasiyah. Masa itu merupakan masa keemasan ilmu pengetahuan dalam peradaban Islam.

Al-Khawarizmi merupakan seorang intelektual muslim yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan ilmu matematika. Banyak pujian yang diberikan sejarawan dan ilmuwan Eropa kepada karya-karya Al-Khawarizmi dalam bidang matematika. Ditandai dengan diperkenalkannya angka-angka arab atau algoritme ke dalam di dunia Barat sehingga diterima di seluruh penjuru dunia.

Baca Juga:  Kejeniusan Umar Khayyam: Penemu Jumlah Hari dalam Satu Tahun

Matematika yang dikembangkan di Barat sebelumnya adalah matematika Yunani yang kemudian dikembangkan oleh Romawi. Matematika Yunani adalah matematika murni. Ilmu untuk ilmi, matematika untuk matematika. Dalam penulisan bilangan mereka menggunakan huruf dan tiap huruf melambangkan bilangan dan masih belum mengenal bilangan nol. Artinya matematika Yunani bersifat deduktif.

Beberapa warisan intelektual dari Al-Khawarizmi untuk dunia telah memajukan dan mempermudah manusia dari masa ke masa dan hingga saat ini. Memang Al-Khawarizmi bukanlah seorang penemu, namun namanya terkenal dengan sebutan bapak aljabar, yang merupakan salah satu cabang Matematika yang mempelajari pemecahan masalah menggunakan simbol atau huruf tertentu, yang digunakan untuk pemecahan masalah dalam sebuah teknologi.

Saat ini perkembangan teknologi komputer bagaikan aliran sungai yang deras. Setiap waktu semakin banyak bermunculan teknologi-teknologi baru dan semakin canggih. Semakin canggih teknologi yang berkembang, nama Al-Khawarizmi semakin dikenal oleh banyak kalangan.

Sebut saja Mark Zuckerberg yang banyak dikenal dunia karena berhasil menciptakan Facebook yang banyak digunakan oleh berbagai kalangan. Melalui aplikasi yang dibuatnya, Mark Zuckerberg seolah-olah merubah tatanan dunia dan membuat seluruh orang terhubung.

Di balik kesuksesannya, Zuckerberg mengaku mengidolakan atau mengagumi ilmuwan muslim. Dalam salah salah satu komentarnya yang telah tersebar di medsos, ia berkata, “Saya heran ada orang-orang yang terlalu mengidolakan saya, padahal saya sangat mengidolakan ilmuwan Muslim Al-Khawarizmi karena tanpa Algoritma dan Aljabar, maka jangan pernah bermimpi ada Facebook, Whats App, BBM, Line, games bahkan komputer.”

Konsep algoritma yang digagas oleh Al-khawarizmi tak bisa terlepas dengan perkembangan teknologi komputer yang melesat maju hingga kini, bahkan sistem kecerdasan teknologi buatan yang dikenal setiap orang tak bisa menandingi sistem algoritma yang pasti ada di dalam setiap programnya.

Baca Juga:  Ilmuwan Muslimah Cantik Ini Adalah Jadi ‘Otak’ Misi Luar Angkasa UEA ke Mars

 

Bagikan Artikel ini:

About wahyuningsih

Avatar of wahyuningsih

Check Also

padang mahsyar

10 Rupa Tampilan Manusia Penuh Maksiat di Padang Mahsyar

Padang Mahsyar merupakan tempat yang sangat luas di mana seluruh manusia dikumpulkan setelah mereka dibangkitkan …

anak anak dalam islam

Panduan Islam Mendidik Anak : Jangan Abaikan Kemauannya, Jangan Paksakan Kemampuannya

Bagi setiap orang tua tentu sangat ingin anak-anaknya menjadi anak yang baik, mempunyai keterampilan dan …