memelihara anjing
anjing

Muslim Memelihara Anjing, Malaikat Tidak Masuk Rumahmu?

Memelihara binatang merupakan suatu hobi atau kesenangan yang dimiliki seseorang. Salah satu binatang yang banyak digemari ialah anjing. Anjing memang hewan yang cantik dan menggemaskan, beberapa rasnya malah bisa menjaga rumah dari pencuri atau orang-orang yang tak diundang.

Beberapa ahli fiqih mengungkapkan beberapa tanggapan yang cukup beragam. Sebagian besar sepakat untuk memperbolehkan untuk memelihara anjing asalkan dengan tujuan yang jelas dan bermanfaat. Berdasar atas firman Allah dalam surat al-Maidah ayat 4. “Mereka menanyakan kepadamu: “Apakah yang dihalalkan bagi mereka?”. Katakanlah : “Dihalalkan bagimu yang baik-baik dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang buas yang telah kamu ajar dengan melatihnya untuk berburu; kamu mengajarnya menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu. Maka makanlah dari apa yang ditangkapnya untukmu, dan sebutlah nama Allah atas binatang buas itu (waktu melepaskannya). Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah amat cepat hisab-Nya.”

Maksud dari ayat di atas binatang buas yang dilatih menurut kepandaian yang diperolehnya dari pengalaman pikiran manusia dan ilham dari Allah tentang melatih binatang buas dan cara berburu. Binatang buruan yang ditangkap binatang buas terlatih yang semata-mata untuk manusia dan tidak dimakan sedikitpun olehnya atau termakan olehnya tetap boleh manusia untuk memakan binatang buruan tersebut.

Dalam konteks ini, anjing sebagai hewan terlatih untuk memburu binatang lainnya adalah jenis hewan yang biasa dipelihara sejak dlu. Anjing termasuk hewan yang pintar dan diandalkan yang tentu membutuhkan latihan. Otomatis keberadaan anjing ada di rumah seseorang.

Namun terdapat hadist yang menjelaskan bahwa malaikat tidak akan datang ke rumah seorang Muslim yang memelihara anjing. Merujuk kepada hadits sahih riwayat Abu Thalhah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Malaikat tidak mau masuk rumah yang di dalamnya ada anjing dan patung.” (HR Bukhari dan Muslim).

Baca Juga:  Panduan Orang Tua Muslim (3): Membiasakan Anak Shalat Lima Waktu

Hadist ini jelas mengisyaratkan ketidakbolehan (haram) atau paling tidak ketidaksenangan (makruh) umat Islam memelihara anjing. Jadi apakah boleh seorang muslim memelihara anjing?

Mari kita lihat bagaimana anjing diurai dalam Islam. Dalam al-Quran, anjing disebutkan sebanyak tiga kali, bisa diartikan terdapat pelajaran yang harus kita petik dari sudut anjing sebagai makhluk Allah dan juga segi kemanusiaannya. Dilihat dari segi ke makhlukannya, anjing mempunyai keunikan yang bisa membantu manusia, ialah daya penciumannya yang tajam. Dengan kelebihannya ini, anjing kerap dimanfaatkan oleh aparat keamanan untuk membantu pelacakan dan masyarakat juga banyak yang memeliharanya untuk keamanan rumahnya.

Jika anjing memiliki manfaat untuk manusia, mengapa malaikat tidak mau masuk ke dalam rumah yang terdapat anjing di dalamnya? Apakah memang penafsirannya begitu?

Dalam keterangan Imam al Nawawi menjelaskan tentang larangan memasukkan anjing di dalam rumah karena anjing mengonsumsi makanan yang berpotensi ada najis, sehingga rumah tidak suci dan malaikat tidak menyukai hal yang kotor.Jadi keenganan malaikat masuk ke dalam rumah adalah karena sifat najis yang akan dibawa oleh anjing.

Lalu bagaimana hukum memeliharanya?  Beberapa penjelasan dari beberapa ulama mengenai hukum memelihara anjing. Pertama, menurut ulama Madzhab Syafi’i. bagi seorang muslim haram memelihara anjing tanpa ada alasan. Artinya, boleh memelihara anjing jika terdapat alasan kuat seperti untuk berburu, menjaga tanaman, dan menjaga ternak. Sementara untuk alasan lainnya tidak dibolehkan dan bersifat haram.

Kedua, menurut ulama Madzhab Maliki menjelaskan bahwa memelihara anjing tidak diharamkan. Larangan memelihara anjing yang disampaikan oleh Rasulullah bersifat makruh atau tidak disukai. Jika umat muslim memelihara anjing maka, ia akan mengurangi pahalanya. Boleh saja memelihara anjing, karena dalam mengharamkan sesuatu hal tidak bisa dilihat dari pernyataannya saja.

Baca Juga:  Ketika Rasulullah Menikmati Perbedaan di Kalangan Sahabatnya

Larangan dimaksudkan agar seorang muslim tidak melakukan yang kurang disukai namun bukan berarti yang kurang disukai adalah sesuatu yang haram. Jika seseorang terkena najis yang bersumber dari air liur anjing, maka wajib bagi orang tersebut untuk mensucikan najis tersebut sebelum ia beribadah, dan supaya malaikat tetap mau untuk masuk ke dalam rumahnya.

Najis anjing termasuk najis mughaladhah, yakni najis dengan tingkatan paling berat. Terdapat tata cara untuk menyucikan najis dengan menghilangkan wujud dari najis tersebut. Berdasarkan haditst riwayat Muslim, untuk menghilangkan najis dari anjing adalah dengan menggunakan debu dan air mutlak yang disiramkan sebanyak 7 kali. Untuk debu digunakan pada cucian pertama atau terakhir saja.

Jika membahas tentang kebolehan dalam memelihara anjing di rumah memang terjadi pro-kontra. Bagi yang setuju dengan pembolehannya, sebaiknya juga memerhatikan perihal kebersihan, tempat tersendiri di lingkungan rumah, berikut melibatkan pertimbangan kemasyarakatan. Seperti tetap mengutamakan hak dan kenyamanan tetangga atau masyarakat sekitar, supaya mereka tidak terganggu. Karena mengganggu hak orang lain juga tidak diperbolehkan oleh agama.

 

Bagikan Artikel ini:

About Imam Santoso

Avatar of Imam Santoso

Check Also

UAS ditolak Singapura

UAS Ditolak Singapura karena Dianggap Penceramah Ekstremis, Mengganggu terhadap Kerjasama Negara?

Rama-ramai para tokoh memprotes kebijakan Imigrasi Singapura yang menolak penceramah kondang Ustad Abdus Somad (UAS) …

pandangan al-quran LGBT

LGBT Bertentangan dengan Sunnatullah, Ini Dalilnya

Agama Islam memiliki segala aturan yang dimaksudkan untuk mengatur kehidupan umat manusia agar berjalan selaras …