Imam Nawawi: Sosok Ulama Zuhud yang Teguh Menghidupkan Sunnah

Imam An Nawawi lahir pada pertengahan bulan Muharam tahun 631 H di Kota Nawa Nama lengkap beliau adalah Abu Zakaria Yahya bin Syaraf bin Muri bin Hasan bin Husain bin Muhammad bin Jum ah bin Hizam Al Hizami An Nawawi An Nawai dinisbatkan pada desa Nawa merupakan pusat kota Al Jaulan dan berada di kawasan Hauran di provinsi Damaskus Jadi Imam An Nawawi adalah orang Damaskus karena menetap disana selama kurang lebih delapan belas tahun Abdullah bin Al Mubarak pernah berkata Barangsiapa yang menetap di sautau negeri selama empat tahun maka dia dinisbatkan kepadannya 1 Imam An Nawawi dijuluki Abu Zakaria karena namanya adalah Yahya Orang Arab sudah terbiasa memberi julukan Abu Zakaria kepada orang yang bernama Yahya karena ingin meniru Yahya Nabi Allah dan ayahnya Zakaria Alaihuma As Salam sebagaimana juga seorang yang bernama Yusuf dijuluki Abu Ya qub orang yang bernama Ibrahim dijuluki Abu Ishaq dan orang yang bernama umar dijuluki Abu Hafsh Pemberian julukan seperti di atas tidak dengan peraturan yang berlaku sebab Yahya dan Yusuf adalah anak bukan ayah naun gaya pemberian julukan seperti itu sudah biasa didengar dari orang orang Arab 2 An Nawawi gelarnya adalah Muhyiddin Namun ia sendiri tidak senang diberi gelar tersebut Al Lakhani mengatakan bahwa Imam An Nawawi tidak senang dengan julukan Muhyiddin yang diberikan orang kepadanya Ketidaksukaan itu disebabkan karena adanya rasa tawadhu yang tumbuh pada diri Imam An Nawaw Meskipun sebenarnya dia pantas diberi julukan tersebut karena dengan dia Allah menghidupkan Sunnah mematikan bid ah menyuruh melakukan perbuatan yang ma ruf mencegah perbuatan yang mungkar dan memberikan manfaat kepada umat Islam dengan karya karyanya 3 Imam An Nawai merupakan ulama yang besar pada masanya Menurut pendapat yang rajih ia meninggal dunia sementara umurnya tidak lebih dari 45 tahun Ia telah meninggalkan berkas berkas ketetapan ketetapan dan kitab kitab ilmiah yang berbobot ulama ulama dan imam imam pada masanya Baca Juga Mengenal Pengarang Kitab Al Hikam Syeikh Ibn Atha illah As Sakandari Imam Nawawi menyibukan diri dengan ilmu ilmu yang bermanfaat saat berada di pondok yang disediakan untuk para siswa Beliau sudah merasa puas dengan makanan roti Al Ka k dan buah Tin Ia memanfaatkan semua waktu dan tenaganya untuk melayani umat Islam Ia memakai pakaian tambalan dan tidak menghiraukan dengan perhiasan dunia agar mendapatkan ridha Sang Raja Maha Pemberi Adz Dzabhi mensifati Imam An Nawawi sebagai orang yang berkulit sawo matang berjanggot tebal berperawakan tegak beribawa jarang tertawa tidak bermain main dan terus bersungguh sungguh dalam hidupnya Ia selalu mengatakan yang benar meskipun hal itu sangat pahir baginya dan tidak takut terhadap hinaan orang yang menghina dalam membela agama Allah Pendidikan dan Keilmuan Imam NawawiImam An Nawawi tumbuh berkembang dalam penjagaan kebaikan dan menghafalkan Al Qur an Dia menghabiskan waktunya di toko bersama dengan ayanya Ketika Imam An Nawawi pergi haji bersama ayahnya tampak oleh ayahnya tanda tanda kecerdasan dan kemampuan memahami Dia bermukin di madinah selama satu bulan setengah Dalam perjalanannya dia banyak mengalami sakit kembali dari haji ia memfokuskan diri dengan mencari ilmu baik siang maupun malam Karena itu dia dijadikan percontohan dalam perumpamaan Kemudian pada tahun 649 ayahnya memindahkannya ke Damaskus agar belajar di sana Dia bertempat di asrama para siswa Dia mengandalkan kekuatannya dengan roti kasar Dia belajar kitab At Tanbih dan menghafalnya dalam empat bulan setengah dan ia belajar serta hafal seperepat pembahasan ibadah dari kitab Al Muhadzab dalam sisa tahun itu kemudian menyerahi mentashi di hadapan syaikhnya yaitu seorang Imam Ulama besar zuhud wara mempunyai keutamaan dan pengetahuan pengetahuan yakni Abu Ibrahim bin Ahmad bin Usman Al Maghribi Asy Syafi i dan ia selalu bersama dengannya Dalam berpendidikan setiap harinya beliau membaca 12 materi pelajaran dengan mensyarah dan mentashihnya di hadapan guru gurunya Abu Al Atthar mengatakan bahwa guru Imam An Nawawi pernah bercerita kepadanya tentang beliau yang tidak pernah menyia nyiakan waktunya sekejap pun Waktunya dihabiskan untuk selalu membaca dan hal ini berlangsung selama enam tahun Selain itu beliau juga mengarang mengajar dan memberikan nasihat nasihat dalam kebaikan Sehati semalam beliau hanya makan sekali saja pada akhir isya atau menjelang sahur begitu pun dengan minum Hal ini disebabkan karena kesibukannya mengarang menyebarkan ilmu beribadah berdzikir dan berpuasa Beliau tidak memperhatikan kehidupannya yang pas pasan baik itu dalam hal sandang maupun pangan Pakaian beliaupun hanya terbuat dari kulit Karya Karya Imam An Nawawi1 Kitab kitab karya dalam bidang Hadist Syarah Muslim yang dinamakan Al Minhaj Syarah Shahih Muslim Al Hajjaj Riyadh Ash Shalihin Al Arbain An Nawawi Khulashah Al Ahkam Min Muhaimmad As Sunnah Wa Qawa id Al Islam Syarah Al Bukhari Al Adzkar Hilyah Al Abrar Al Khyar fi Talkhish Ad Da awat wa Al Adzkar 2 Kitab Kitab Karya dalam bidang Ilmu Hadist Al Irsyad At Taqrib Al Irsyat ila bayan Al Asma Al Mubhamat 3 Kitab Kitab karya dalam bidang Fiqih Raud Ath Thalibin Al Majmu Syarah Al Muhadzab Al Minhaj Al Idhah At Tahqiq4 Kitab kitab karya dalam bidang pendidikan dan etika adab Hamalah AL Qur an Bustan Al Arifin 5 Kitab kitab karyanya dalam bidang biografi dan sejarah Tahdzib Al Asma wa Al Lughat Thabaqot Al Fuqoha 6 Kitab Kitab karya dalam bidang bahasa Tahdzib Al Asma wa Al Lughat bagian kedua Tahrir At Tanbih 1 Imam An Nawawi Raudharuth Thalibin Penerjemah H Muhyiddin Mas Rida H Abdurrahman Siregar H Moch Abidin Zuhri Jakarta Pustaka Azzam 2007 hal 7 2 Syeikh Ahmad Farid Min A lam As Salaf Penerjemah Masturi Ilham Asmu I Taman Jakarta Pustaka Al Kaustar 2006 hal 765 3 Ibid

Bagikan Artikel ini:
Baca Juga:  Keutamaan Mengucapkan Salam

About Islam Kaffah

Check Also

duduk di kuburan

Saat Ziarah, Bolehkah Duduk di Kuburan?

Meskipun arus puritanisasi  mengklaim ziarah kubur adalah ritual bid’ah, tapi tidak banyak muslim nusantara yang …

shalat ghaib korban bencana

Shalat Ghaib untuk Korban Bencana

Pada tanggal 4 Desember 2021 telah terjadi peningkatan aktifitas vulkanik di gunung semeru. Hal itu …