Syeikh Nawawi Al-Bantani: Sosok Ulama Nusantara yang Mendunia

0
137

Riwayat Hidup Syeikh Nawawi Al-Bantani

Nama Syeikh  Nawawi Al Bantani sudah tidak  asing lagi bagi umat Islam Indonesia. Bahkan sering terdengar disamakan kebesarannya dengan tokoh ulama klasik madzhab Syafi’i. Nama asli Syeikh Nawawi adalah Abu Abdullah Al-Mu’thi Muhammad Nawawi bin Umar bin Arbi. Lahir di Desa Tanara, Kecamatan Tirtayasa, Serang, Banten pada tahun 1813 M/ 1314 H.[1] Syeikh Nawawi hidup dalam lingkungan Ulama’.

Ayahnya K.H. Umar bin Arbi dan Ibunya bernama Zubaidah adalah seorang ulama’ yang memimpin masjid dan pendidikan Islam di Tanara. Syeikh Nawawi merupakan anak sulung dari tujuh bersaudara. Beliau adalah keturunan dari Raja Pertama Banten, yakni Sultan Maulana Hasanuddin, yang mana anak dari Sunan Gunung Djati. Selain itu nashab Syeikh Nawawi juga bersambung hingga Rasulullah SAW melalui jalur Imam Ja’fat Ash-Shidiq, Imam Muhammad al-Baqir, Imam Ali Zainal Abidin, Sayyidina Husein dan Fatimah Az-Zahra.[2]

Syeikh Nawawi meninggal di Mekkah pada usia 84 tahun pada tanggal 25 Syawal 1314 H atau 1897 M dan dimakamkan di dekat makam istri Rasulullah SAW, Siti Khodijah. Syeikh Nawawi wafat pada saat menyusun sebuah tulisan yang menguraikan tentang kitab Minhajut Thalibin Karya Yahya ibn Syaraf Ibn Mura Ibn Hasan Ibn Husain. Sebagai tokoh kebanggaan umat Islam di Jawa Khususnya Banten, setiap akhir syawal masyarakat selalu memperingati Haul sebagai bentuk cinta dan untuk mengenang Syeikh Nawawi.

Pendidikan Syeikh Nawawi Al-Bantani

Pada masa kanak-kanak beliau belajar ilmu pengetahuan agama Islam bersama saudara-saudaranya dari ayahnya sendiri. Ilmu-ilmu yang dipelajari meliputi pengetahuan arab (nahwu dan sharaf), fiqih, dan tafsir. Setelah ditempa oleh sang ayah, Syeikh Nawawi berguru kepada KH. Sahal, seorang Ulama’ karismatik Banten, kemudian berguru kepada ulama’ besar dari Purwakarta bernama kyai Yusuf.[3]

Baca Juga:  Abu Bakar Ash Shiddiq RA: Penjaga Stabilitas Akidah Umat Islam

Pengetahuan-pengetahuan tersebut mendorongnya untuk meneruskan pelajaran. Pada usia 15 tahun beliau pergi menunaikan ibadah haji ke Mekkah. Selama tinggal di sana, kesempatan ini digunakannya untuk belajar ilmu kalam, bahasa dan sastra arab, ilmu hadist, tafsir terutama ilmu fiqih. Pertama kali Syeikh Nawawi mendapat bimbingan dari Syeikh Khatib Sambas, yang merupakan seorang penggabung tarekat Qadiriyah dan Naqsabandiyah, kemudian berguru pada Sayyid Ahmad Nahrawi, Sayyid Ahmad Dimyathi, Ahmad Zaini Dahlan, dan Muhammad Khatib al Hambali. Selesai pendidikan ke Mekkah, Syeikh Nawawi kemudian melanjutkan pengembaraan ilmunya ke negara Mesir dan Syiria.[4]

Karya-Karya Syeikh Nawawi Al-Bantani

Syeikh Nawawi aktif dalam menyebarkan keilmuan, beliau juga meluangkan waktunya untuk menulis. Beliau di kenal sebagai salah satu penulis yang produktif. Tulisannya berjumlah puluhan, dan bahkan ada yang menyebutkan ratusan yang seluruhnya ditulis dalam bahasa Arab. Karya-karyanya terdiri dari berbagai disiplin ilmu diantaranya: ilmu Tauhid, ilmu teologi, sejarah, syari’ah, tafsir dan lain-lain, bahkan beberapa karyanya pun diakui secara meluas.

Di antara karya dari Syeikh Nawawi adalah sebagai berikut:

  1. Tafsir Marah Labid, Kitab ini merupakan kitab terbesar karya Syeikh Nawawi yang terkenal di berbagai penjuru Mekkah dan di Indonesia seringkali dijadikan kajian kepustakaan Islam selain kitab Jalalain.
  2. Ad-Durar al-Bahiyah Fi Syarh Khashaish an-Nabawiyah
  3. Al-Aqd Al-tsamin yang berisi ulasan atas kitab Manzumat al-Sittin Mas’alatan al-Musamma bila al-Fath al-Mubin karya Syeikh Mustafa Ibn Usman Al-Jawi al-Qaruti
  4. Al-Fhusus al-Yaqutiyyah ‘ala Raudhat al-Mahiyah fi al-Abwab al-Tashrifiyah yang membahas tentang ilmu sharf. Kitab ini merupakan ulasan atas kitab Al-Raudhah al-Bahiyyah fi al-Abwab al-Tashrifiyyah
  5. Al-Ibriz al-Dani yang berisi sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW
  6. Al-Tausyih yang merupakan ulasan atas kitab fath al-Qarib al-Mujib karyaibn Qasim al-Ghazi
  7. Al-Tsimar al-Yaniat fi riyad al-Badi’ah syarh atas kitab Al-Riyadl al-Badi’ah fi Ushul ad-Din wa Ba’dhu furu’us Sar’i ah ‘ala Imam as -S afi’i karyaSyeikh Muhammad Hasballah ibn Sulaiman.
  8. An-Nahjah al-Jadidah
  9. Bahjat al-Wasa’il bi S arhil Masāil syarh atas kitab Ar-Rasail al-Jami’ah Baina Ushul ad-Din wal-Fiqh wat-Tasawuf karya Sayyid Ahmad ibn Zeinal-Habsyi.
  10. Bughyat al-Awam fi syarh Muwlid Sayyid al-Anam SAW li ibn Jauzi
  11. Dzari’ah al- aqin ‘ala Umm al-Barahain. Kitab ini memberi ulasan padaUmm al-barahain karya al-Sanusi.
  12. Fath al-Ghafir al-Khattiyah yang berisi ulasan atas kitab Nuzum alJurumiyah Al-Musamma bi al-Kaukah al-Jaliyah karya Imam Abdul salamibn Mujahid al-Nabrawi
  13. Fath al-Majid, ulasan dari kitab Al-Durr al-Farid fi al-Tauhid
  14. Fath al-Mujib yang merupakan ulasan ringkas atas kitab khatib al-Syarbani fi al-Manasik
  15. Fath al-Shamad yang berisi ulasan atas Kitab Maulid Al-Nabawi
  16. Hilyat ash-Shibyan fi syarh Lubab al-Hadits li as-Suyuthi
  17. Kasyifatus Saja’ syarh atas kitab Syafinah an-Najah karya Syeikh Salim ibnSumair al-Hadrami
  18. Lubab al-Bayan yang membahas ilmu balaghah dan merupakan ulasan ataskitab Risalat al-Isti’arat karya Al-Husain al-Nawawi al-maliki
  19. Madarij al-Su’ud ila Iktisa’al-Bururud yang berisi ulasan atas kitab Maulid al-Nabawi al-Syahir bi al-Barzanji karya Imam Sayyid Ja’far
  20. Marraqi ul ‘Ubudiyat syarh atas kitab Bidayatul Hidayah karya Abuhamid ibn Muhammad al-Ghazali
  21. Minqat asy-Syu’ud at-Tasdiq syarh dari Sulam at-Taufiq karya SyeikhAbdullah ibn Husain ibn Halim ibn Muhammad ibn Hasyim Ba’lawi
  22.  Nashaih al-Ibad syarh atas kitab Masa’il Abi Laits karya Imam Abi Laits
  23.  Nihayatuz Zain fi Irsyad al-Mubtadiin syarh atas kitab Qurratul ‘aini bi muhimmati ad-din karya Zainuddin Abdul Aziz al-Maliburi
  24. Nur al-Dhalam yang berisi ulasan atas kitab Manzumat bi Aqidah al-Awam karya Syeikh Ahmad Marzuki al-Maliki
  25. Qami’ul Thugh an syarh atas Syu’ub al Iman karya Syeikh Zainuddin ibn Aliibn Muhammad al-Malibari
  26. Salalim al-Fudlala ringkasan/risalah terhadap kitab Hidayatul Azkiya ila Thariqil Awliya karya Zainuddin ibn Ali al-Ma’bari al-Malibari
  27. Sulam al-Munajah syarh atas kitab Safinah ash-Shalah karya Abdullah ibnUmar al-Hadrami
  28. Syarh al-Jurumiyah yang berisi tentang tata bahasa Arab
  29. Targhib al-Mustaqim yang berisi ulasan atas kitab Manzumat al-Sayid alBarzanji Zan al Abidin fi Mauli karya Sayid al-Awlin
  30. Tijan al-Darari merupakan ulasan atas kitab Al-‘alim al-Allamah Syeikh Ibrahim al-Bajuri fi al-Tauhid
  31. Uqud al-Lujain fi Bayani Huquq al-Jawazain kitab fiqih mengenai hak dankewajiban suami-istri
Baca Juga:  Agar Aktivitas Ber-Medsosmu Bernilai Pahala

Ifan Herdiansyah


[1] Samsul Munir Amin, Sayyid Ulama Hijaz: Biografi Syaikh Nawawi Al Bantani (yogyakarta: Pustaka Pesantren, 2009) hal 87

[2] Saiful Amin Ghofur, Profil Para Musafir Al-Qur’an, (Yogyakarta: Pustaka Insan Madani, 2008) hal 189

[3] Ibid, hal 190

[4] Ibid,

Tinggalkan Balasan