Iman yang Menakjubkan

Pernahkah kita sebagai umat muslim bertanya heran dalam diri Mengapa percaya kepada kebenaran Islam yang dibawa oleh Rasul Nya sementara kita tidak hidup sezaman dan bertemu langsung dengan Nabi Muhammad Saw Pertanyaan ini penting direfleksikan sebagai penguji iman Bahwa jika seorang sahabat orang yang bertemu langsung dengan Nabi Muhammad Saw beriman kapada Allah dan rasul Nya itu hal wajar karena hidup sezaman dengan Nabi dan menyaksikan langsung kebenaran itu Begitu pula dengan generasi setelah sahabat atau lazim disebut tabi in dan tabi al tabi in masih dekat dan bahkan pernah berinteraksi langsung dengan para sahabat sangat wajar jika memercayai kebenaran Islam itu Bagaimana dengan kita yang jarak generasinya sangat jauh dengan Rasulullah sahabat tabi in dan tabi al tabi in namun masih setia dan percaya tentang kebenaran Islam Refleksi terhadap pertanyaan ini mengingatkan pada kisah atau dialog Rasulullah dengan para sahabatnya Dirindukan Rasulullah Dikisahkan bahwa ketika para sahabat sedang berkumpul Rasulullah Saw menangis amat dalam hingga tetes air matanya membasahi janggutnya Nampak pada wajahnya sebuah pancaran kerinduan yang amat sangat pada seseorang Apa yang membuatmu bersedih ya Rasulullah tanya para sahabat Rasul menjawab Aku sedang merindukan sahabat sahabatku Sahabat terdiam Saling berpandangan Kemudian mereka berkata lagi Bukankah saat ini kami ada di dekatmu yaa Rasulullah Baca Juga Amalan Rasul Bernama Istighfar Rasul mendongak Bukan kalian yang aku maksud ujarnya lirih Sahabat menjadi terheran bingung Jika bukan kami ujar para sahabat lagi Lalu siapa yang engkau maksud ya Rasulullah hingga engkau merindu begitu mendalam terhadap mereka Sungguh mulia dan berbahagialah mereka karena mendapatkan kerinduan dan cintamu Kalian adalah sahabatku yang aku mencintai kalian dan kalian juga mencintaiku kalian tinggal dan hidup bersamaku berjuang bersamaku dan telah berkorban banyak untukku Mereka begitu mencintaiku seperti kalian mencintaiku Mereka sholat seperti aku sholat mereka berhaji seperti aku berhaji mereka makan dan minum seperti aku makan dan minum mereka berpakaian seperti aku berpakaian Mereka menjalankan semua tuntunanku dalam ketaatan dan cinta Sungguh aku amat merindukan perjumpaan dengan mereka kelak di yaumil akhir aku baru bisa berjumpa dengannya Sahabat yang aku rindukan tadi adalah umatku di masa yang akan datang Mereka tak pernah berjumpa denganku tak pernah belajar langsung dariku kecuali dari para ulama ulama mereka Karakter iman kita yang disindir oleh Rasulullah Saw di atas itu disebut sebagai a jab al iman iman yang menakjubkan Dan Rasulullah bangga serta merindukan kita ini sebagai generasi yang menyandang predikat a jab al iman Kisah itu dalam riwayat lain sebenarnya diawali oleh prolog Rasulullah yang menanyakan tentang man huwa a jab al iman siapakah orang yang memiliki karakter iman yang menakjubkan Para sahabat seketika menjawab malaikat Sebagian lain menjawab sahabat Mendengar jawaban para sahabat Nabi tidak menyalahkan namun jawaban itu dianggap kurang tepat dan tidak seperti yang diinginkan olehnya Menurut Nabi malaikat memiliki ketaatan yang hebat kepada Allah sangatlah wajar karena sebagai makhluk yang paling dekat dengan Nya juga tidak memiliki nafsu kemungkaran Begitu pula dengan sahabat yang sangat wajar beriman kepada Allah dan Rasul Nya karena memperoleh informasi langsung dari Nabi Tetapi kata Rasulullah Saw generasi yang hidupnya jauh dari zamanku bersama kalian sahabat mereka mau membenarkan Islam mengimani Allah dan Rasul Nya hanya berdasarkan informasi dari sumber tertulis al Qur an dan hadis mata rantai para ulama maka itulah yang sebenar benarnya a jab al iman Jadi kita ini oleh Rasulullah Saw telah sejak lama dipuji dan dirindu bertemu pada saatnya nanti Semoga Ali Usman aktivis sosial pengurus Lakpesdam PWNU DIY

Bagikan Artikel ini:
Baca Juga:  Tata Cara Berhubungan Suami-Istri dalam Islam

About Islam Kaffah

Check Also

duduk di kuburan

Saat Ziarah, Bolehkah Duduk di Kuburan?

Meskipun arus puritanisasi  mengklaim ziarah kubur adalah ritual bid’ah, tapi tidak banyak muslim nusantara yang …

shalat ghaib korban bencana

Shalat Ghaib untuk Korban Bencana

Pada tanggal 4 Desember 2021 telah terjadi peningkatan aktifitas vulkanik di gunung semeru. Hal itu …