islam mudah
islam mudah

Islam Agama Mudah

Islam adalah agama yang mudah dan tidak memberatkan. Namun, ada saja umat yang memilih jalan ekstrim untuk berislam. Sikap berlebihan adalah sesuatu yang bertentangan dengan fitrah Islam. Allah menurunkan Islam sebagai pedoman hidup untuk memudahkan manusia, bukan untuk menyulitkan.

Firman Allah dalam al-Quran  yang mengisyaratkan bahwa alih-alih menghendaki kesukaran, Allah justru menghendaki kemudahan bagi para hambaNya. Allah tidak membebani seseorang melebihi batas kesanggupan orang tersebut termasuk dalam ibadah.

Allah berfirman:

“ (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). karena itu, Barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan Barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (QS. Al-Baqarah: 185).

Pada ayat yang lain Allah juga berfirman:

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (mereka berdoa): “Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau hukum Kami jika Kami lupa atau Kami tersalah. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau bebankan kepada Kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau pikulkan kepada Kami apa yang tak sanggup Kami memikulnya. Beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong Kami, Maka tolonglah Kami terhadap kaum yang kafir.” (QS. Al-Baqarah: 286).

Baca Juga:  Ragam Demonstrasi Menurut Imam Al Ghazali

Sebagai seorang Muslim, tentu kita semua sudah mafhum bahwa setiap hukum dan kewajiban yang telah ditetapkan oleh Allah wajib dilaksanakan oleh umat Islam. Namun, sebagai manusia Islam sangat menyadari kelemahan batas dan kesukaran. Di samping itu tidak hanya hak Allah, tetapi ada hak manusia yang juga harus dilakukan sebagai seorang manusia.

Suatu kebaikan untuk menghabiskan waktu dengan selalu beribadah shalat, puasa dan membaca Qur’an. Tetapi, bukan suatu keburukan untuk menjeda dan memberikan istirahat tubuh dan rasa insani yang melekat dalam diri manusia. Tidur, lapar dan istirahat adalah kebutuhan manusiawi.

Rasulullah pernah memberikan nasehat kepada Abdullah bin Amr bin Ash ketika berlebihan dalam beribadah. Rasulullah  mencontohkan dirinya sendiri, “Aku  berpuasa dan berbuka. Aku salat dan tidur. Aku menikahi perempuan. Ketahuilah, tubuhmu juga punya hak untuk istirahat. Maka siapa yang tidak suka sunnahku, tidak akan termasuk dalam golongan umatku.”

Allah tidak membebani umatnya di luar batas kemanusiaan. Karena itulah, dalam Islam ada konsep tentang rukhshah (keringanan) yang bisa diraih sekalipun dalam ibadah wajib. Kata kuncinya adalah : Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.

Kemudahan bukan berarti mengentengkan kewajiban, tetapi sesungguhnya menjalani kewajiban itu sangat mudah dan jangan mempersulit diri. Bahkan dalam kesulitan pun Allah memberikan kemudahan dengan adanya keringanan atau rukhshah.

Allah sama sekali tidak ingin membebani para hambaNya dengan tugas-tugas ekstrim dalam ibadah. Sebaliknya, Dia menginginkan keutamaan ibadah yang terkandung di dalamnya bisa kembali kepada hambaNya tanpa membuat sang hamba merasakan kepayahan.

Wallahu A’lam

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Muhammad Abdullah Darraz

Keterbukaan dan Sikap Kritis Kunci Pulih dari Virus Intoleransi dan Radikalisme

Jakarta – Sejak proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945, sejatinya Indonesia masih di bawah bayang-bayang …

Tokoh lintas agama hadir upacara peringatan HUT ke RI di Masjid Istiqlal

HUT ke-77 RI di Masjid Istiqlal, Sejarah Peringatan HUT RI di Rumah Ibadah dan Dihadiri Tokoh Lintas Agama

Jakarta – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Proklamasi Republik Indonesia (RI) mencatatkan sejarah baru …