kalimat tauhid
kalimat tauhid

Masuk Surga itu Mudah

Umat Islam patut bersyukur karena dijanjikan Allah dengan masuk surga yang begitu mudah. Dalam sebuah hadist Nabi mengatakan : “barangsiapa yang mengatakan Laa ilaaha illallah pasti masuk surga”. Karenanya memiliki optimisme untuk masuk surga adalah harus menjadi bagian dari keyakinan umat.

Optimisme ini penting dibangun agar tidak menjadikan umat Islam pesimis atau bahkan umat lain dalam melihat Islam begitu sulit untuk menggapai keselamatan dan meraih surga. Jika ingin mendapatkan keselamatan dan surga, Islam bukan saja agama yang benar, tetapi agama yang memudahkan untuk masuk surga.

Sebenarnya akan menjadi ironi jika ada segelintir umat yang selalu mengancam neraka kepada sesama muslim. Bagaimana mungkin umat lain akan tersentuh hatinya, jika sesama muslim saja kita diancam neraka dengan dikafir-kafirkan. Umat lain akan mengatakan betapa sulitnya masuk surga melalui Islam jika sesama muslim saya diancam neraka.

Membangun kesadaran dan mindset umat bahwa surga itu mudah menjadi sebuah keniscayaan dalam dakwah. Harus secara tegas dinyatakan bahwa setiap umat Islam adalah dijanjikan surga oleh Allah. Islam adalah jalan kebenaran yang mudah untuk mencari keselamatan.

Saking mudahnya masuk surga, Allah telah membocorkan kunci surga yang tidak lain adalah kalimat tauhid. Artinya, umat ini harus berbahagia karena Allah bukan saja mempermudah, tetapi telah memberikan kunci sakti surga melalui kalimat tauhid.

Persoalan apakah umat ini harus diberikan peringatan tentang bahaya suul khotimah itu tidak bisa menghapus kemudahan umat untuk masuk surga. Justru peringatan ini menjadi semangat untuk selalu optimis agar diberikan keselamatan dan surga Allah. Peringatan ini penting agar kita tidak jatuh dalam dosa besar syirik yang sangat dibenci Allah dan sebagai penghalang surga.

Baca Juga:  Tahun baru dan Hadits “Barangsiapa yang Hari Ini Lebih Baik dari Hari Kemarin”

Jika umat ini sudah diberikan kemudahan namun tidak mengerjakan dan tidak memahami tentu akan menjadi golongan yang sangat rugi. Karena itulah, ulama terdahulu tidak pernah berhenti lisannya untuk selalu mengucapkan kalimat tauhid sebagai dzikir.

Kalimat tauhid adalah dzikir paling agung yang dibaca setiap waktu apalagi setelah shalat agar terus menyambungkan hati tanpa putus setelah bertemu Tuhan melalui ibadah. Sekali lagi sangat ironi, jika ada segelintir umat yang justru membid’ahkan dzikir setelah shalat.

Umat Islam harus diberikan kabar gembira bukan selalu peringatan apalagi ancaman. Umat ini harus diberikan kesadaran bahwa masuk surga itu mudah. Karena itulah, mengambil kemudahan ini sangat penting bukan dengan cara melalaikannya.

Karena itulah berhenti untuk memberikan kabar yang selalu menebar ancaman dan dapat mengecilkan hati umat. Jika di hati kecil seseorang masih terbesit kalimat tauhid yang tulus dan ikhlas, kabarilah jika surga sangat mudah dengan terus mempertahankan keimanan tersebut.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Idul Adha

Kemenag Tetapkan Idul Adha 1443 Hijriyah Jatuh Pada Minggu 10 Juli

Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan 1 Dzulhijjah 1443 Hijriyah jatuh pada Jumat, 1 Juli …

Gus Miftah

Gus Miftah: Jangan Main-main Nama Muhammad Sangat Mulia

Jakarta – Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah menegaskan bahwa jangan main-main dengan nama Muhammad. …