menjaga gereja
menjaga gereja

Jangan Jadikan Alasan Mayoritas untuk Tidak Menerima yang Berbeda

Ada sejumlah alasan ketika satu kelompok melarang pendirian rumah ibadah-katakanlah gerejak- di wilayah tersebut. Mereka mengatakan di sini mayoritas muslim sejak dahulu dan tidak menerima non muslim untuk membangun rumah ibadahnya. Mereka beralasan wilayah ini harus dijaga keislamannya sebagai mayoritas.

Sebagaimana diberitakan ada penolakan pendirian Gereja di Kota Cilegon yang ternyata Walikota Cilegon pun ikut menandatangani petisi yang diajukan massa saat berdemo penolakan tersebut. Masyarakat di sana setidaknya mengatakan bahwa wilayah Cilegon adalah mayoritas muslim. Lalu bagaimana dengan minoritas? Bagaimana mereka beribadah?

Hak beragama merupakan hak azasi yang melekat pada diri manusia. Negara Indonesia juga telah menjamin kebebasan setiap warga negara dalam memeluk agama dan beribadah sesuai keyakinan masing-masing. Kebebasan beragama dan berkeyakinan yang juga mengandung arti hak memiliki tempat ibadah adalah hak konstitusional yang harus dihormati. Tidak ada alasan mayoritas untuk tidak menghormati keragaman.

Selain UUD 1945 yang menjamin kebebasan beragama, pemerintah juga telah menerbitkan aturan  tentang peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan 8 Tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama, dan Pendirian Rumah Ibadah. Peraturan bersama ini dikenal juga dengan SKB 2 Menteri tentang rumah ibadah.

Secara keagamaan, Islam menegaskan sebagaimana dalam Al-Quran : Artinya: “Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil” (QS Al-Mumtahanah: 8).

Ayat ini menjadi dasar bagi umat Islam untuk berbuat baik kepada pemeluk agama lain. Berbuat baik berarti menghargai keberadaan mereka, memenuhi hak sosial mereka, dan tidak mengganggu mereka dan bersama-sama saling tolong-menolong.

Allah tidak melarang umat Islam untuk saling berbuat baik dan bekerjasama kepada mereka yang berbeda dan tidak ada niat ingi memerangi kaum muslim. Jadi, sesungguhnya berbuat baik terhadap mereka yang berbeda adalah ajaran Islam yang sudah jelas dalam al-Quran.

Jangan sekali lagi menjadikan alasan mayoritas dan sejarah suatu wilayah untuk tidak bisa berbuat baik kepada yang berbeda. Karena menganggap di suatu wilayah tertentu mayoritas muslim berarti tidak boleh ada bangunan rumah ibadah lain. Karena suatu wilayah secara historis adalah kerajaan dan wilayah muslim hingga menjadi alasan tidak boleh membangun rumah ibadah umat lain.

Ingat ! Madinah mayoritas muslim dan dipimpin oleh Rasulullah tetapi memberikan hak yang sama bagi pemeluk agama lain untuk melaksanakan ibadahnya. Pertanyaannya, sudah seislami mana wilayah saat ini di Indonesia dengan Madinah Rasul saat itu? Lalu kenapa alasan mayoritas dan sejarah wilayah yang Islam menjadi penghalang bagi umat lain membangun rumah ibadahnya.

Sekali lagi, Allah tidak melarang umat Islam berbuat baik dan berlaku adil kepada mereka yang berbeda. Islam sebagai mayoritas seharusnya menjadi rahmat bagi yang lain, bukan malah menjadi penghalang bagi yang berbeda.

Bagikan Artikel ini:

About Imam Santoso

Check Also

al-quran

Barat Harus Belajar Menghormati Kitab Suci

Peristiwa pembakaran al-Quran di Swedia beberapa waktu terakhir menarik banyak perhatian dunia internasional, terutama masyarakat …

tahun baru imlek

Mengenal Tahun Baru Imlek dan Bagaimana Hukumnya Mengucapkan Selamat?

Perayaan Imlek merupakan hari pertama bulan pertama pada penanggalan China atau masyarakat Tionghoa atau kerap …

escortescort