menyambut lailatul qadar
menyambut lailatul qadar

Kapan Lailatul Qadar Ramadan Kali ini? Inilah Prediksi dari Isyarat Ayat al-Qadar

Dipastikan malam Lailatul Qadar hanya ada di salah satu malam bulan Ramadan. Namun kapan persisnya menjadi rahasia Tuhan. Kerahasiaan ini tidak berarti Allah bakhil kepada umat Islam untuk mempertemukannya dengan malam yang lebih baik dari seribu bulan tersebut. Tidak lain, supaya umat Islam berhati-hati serta bersungguh-sungguh menghidupkan seluruh malam di bulan Ramadan. Sehingga dari awal malam Ramadan telah giat beribadah sampai malam terakhir. Dengan demikian, dipastikan bertemu dengan malam Lailatul Qadar.

Beberapa hadis shahih menginformasikan malam Lailatul Qadar selalu berubah. Ada yang mengatakan malam tanggal 21, 23, 25, 27, dan 29. Pesan umum yang disampaikan oleh Nabi supaya umat Islam menjemput malam Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil sepuluh terakhir. Karena itu, Imam Nawawi berpendapat dengan mengkompromikan hadis-hadis shahih tersebut bahwa malam Lailatul Qadar berpindah-pindah.

Demikian juga menurut Imam al Ghazali malam Lailatul Qadar selalu menjadi teka-teki. Seperti ditulis oleh Sayyid Bakri Satha dalam kitabnya I’anatu al Thalibin, menurut al Ghazali malam Lailatul Qadar bisa diprediksi berdasarkan hari pertama bulan Ramadan.

Salah satu yang bisa dijadikan pedoman untuk menjemput malam Lailatul Qadar adalah isyarah dari ayat al-Qadar. Berdasarkan isyarah ini sebagian ulama berpendapat bahwa malam Lailatul Qadar hadir pada malam ke 27. Rumus yang dipakai adalah menghitung kata dalam surat al Qadar. Ternyata, kata “Hiya” (هي) dhamir yang kembali pada kalimat Lailatul Qadar adalah kata ke-27. Dari isyarat inilah sebagian ulama kemudian menyatakan bahwa malam Lailatul Qadar selalu hadir pada malam ke-27 di setiap bulan Ramadan.

Khusus tahun ini, rumus ini cocok dengan rumus yang dibuat oleh Imam Ghazali bahwa malam Lailatul Qadar bisa diketahui dari hari pertama bulan Ramadan. Jika awal Ramadan hari Senin maka malam Lailatul Qadar jatuh pada malam tanggal 21. Jika awal Ramadan hari Sabtu, malam istimewa tersebut hadir pada malam tanggal 23. Apabila Ramadan dimulai hari Kamis, maka malam Lailatul Qadar hadir pada malam tanggal 25. Bila awal bulan Ramadan hari Selasa atau hari Jum’at, maka Lailatul Qadar turun pada malam tanggal 27. Dan, jika permulaan bulan Ramadan harus Ahad atau Rabu, malam yang lebih baik dari seribu bulan tersebut turun pada malam tanggal 29.

Baca Juga:  Berislam yang Benar Harus dengan Ilmu, Inilah Ciri Ilmu yang Bermanfaat

Karena tahun ini awal bulan Ramadan adalah hari Selasa, maka sesuai isyarah dari ayat al-Qadar dan rumus yang dibuat oleh Imam Ghazali, malam Lailatul Qadar turun pada malam tanggal 27. Akurasi rumus yang dibuat oleh Imam Ghazali diakui oleh Imam Syadzili, pendiri thariqat Syadziliyah. Katanya, semenjak saya baligh sampai saat ini, saya selalu bertemu dengan malam Lailatul Qadar dengan memakai rumus yang dibuat oleh Imam Ghazali.

Dengan demikian, walaupun kita tidak boleh lengah dan harus giat disetiap malam bulan Ramadan dengan memperbanyak beribadah kepada Allah, pada malam ke-27 harus lebih giat lagi karena hampir bisa dipastikan malam Lailatul Qadar tahun ini turun pada malam itu.

Bagikan Artikel ini:

About Faizatul Ummah

Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo

Check Also

mc perempuan

Kasus MC Perempuan dan Sikap Islam Terhadap Kesetaraan Gender

Belum lama berlalu, media ramai membicarakan kasus MC perempuan di Bali yang diwajibkan melakoni pekerjaannya …

anal seks

Fikih Berbicara Anal Seks

Ramai publik membicarakan hubungan ranjang yang abnormal dan tidak semestinya. Ya, anal seks lagi hebohnya …