wakil presiden maruf
wakil presiden maruf

KH Ma’ruf Amin: NU Harus Jadi Lokomotif Penggerak Pemberdayaan Ekonomi Umat

JAKARTA – Pandemi Covid- 19 telah memukul berbagai sektor kehidupan, terutama yang paling terasa adalah sektor ekonomi, oleh karena itulah bahu membahu dan saling tolong menolong menjadi keharusan agar kehidupan terus berlanjut ke arah pemulihan. Disamping itu, menggerakkan ekonomi kerakyatan menjadi satu sektor yang harus terus diupayakan sehingga masyarakat keluar dar krisis ekonomi.

Wakil Presiden Ma’ruf Amin melihat potensi pengembangan ekonomi dikalangan NU perlu untuk terus digerakkan sehingga dapat dirasakan oleh umat secara menyeluruh.

“Dampak Covid-19 menambah kemiskinan, yang semula sembilan persen sekarang naik jadi 10 persen. Karena itu, kita harus melakukan taqwiyatul ummah (penguatan umat), khususnya di bidang ekonomi dan menghilangkan kemiskinan ini dengan melakukan pemberdayaan umat,” ujar Wapres dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad yang digelar PBNU di Jakarta, seperti dilansir dari laman ihram.co.id Selasa (19/10).

Wapres melihat potensi pemberdayaan ekonomi yang dilakukan pesantren-pesantren sangat besar. Apalagi saat ini sudah muncul gerakan One Pesantren One Product (satu pesantren satu produk). Kini, setiap pesantren sudah mulai mengembangkan berbagai kegiatan ekonomi yang menjadi ciri khasnya.

Menurut Wapres, di pesantren-pesantren juga sudah dikembangkan berbagai balai latihan kerja (BLK) dengan berbagai profesi sehingga akan menjadikan santri mampu menguasai berbagai keahlian, di samping sebagai ahli agama.

“Keahlian itu, baik yang bersifat sektor keuangan seperti bank wakaf yang diinisasi pemerintah dan Baitul Mal wa Tamwil (balai usaha mandiri terpadu) maupun yang sektor riil. Berbagai produk saya lihat di beberapa daerah sudah banyak yang diekspor,” kata dia.

Pemberdayaan umat ini, kata Wapres, menjadi tugas bersama termasuk NU. “Sebab, pemberdayaan ekonomi umat merupakan bagian dari perintah agama,” katanya.

Baca Juga:  ISIS Malaysia Rencanakan Serangan Bom Berantai Gereja di Yogyakarta

Dalam ajaran Islam, menurutnya, untuk bisa memakmurkan bumi dibutuhkan berbagai cara seperti menciptakan sumber daya manusia (SDM) unggul yang memiliki kemampuan sekaligus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) demi kemaslahatan bersama.

“Membangun iptek, di kalangan masyarakat adalah bagian dari kewajiban. Karena dengan begitu, kita bisa memakmurkan bumi. Untuk itu, diperlukan upaya-upaya. Karena yang menyangkut masalah duniawi itu Rasulullah menyerahkan kepada kita semua,” kata dia.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

KH Cholil Nafis

Masalah Warisan Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah, Ini Jawaban KH Cholil Nafis

Jakarta – Vanessa Angel dan suaminya, Bibi Ardiansyah meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas, beberapa …

Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar

Ajakan Tak Digubris Ketua Umum, Rais Aam PBNU Putuskan Gelar Konbes Jelang Muktamar 7 Desember

Jakarta – Suasana jelang pelaksanaan Muktamar ke-34 Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) semakin panas. Hal …