kriteria orang bertakwa
kriteria orang bertakwa

Khutbah Jumat – Belajar Ikhlas dan Tawakkalnya Dari Nabi Ismail Dalam Menghadapi Pandemi

Khutbah I

اْلحَمْدُللهِاْلحَمْدُللهِالّذيهَدَانَاسُبُلَالسّلاَمِ،وَأَفْهَمَنَابِشَرِيْعَةِالنَّبِيّالكَريمِ،أَشْهَدُأَنْلَااِلَهَإِلَّااللهوَحْدَهُلاشَرِيكلَه،ذُواْلجَلالِوَالإكْرام،وَأَشْهَدُأَنّسَيِّدَنَاوَنَبِيَّنَامُحَمَّدًاعَبْدُهُوَرَسولُه،اللّهُمَّصَلِّوسَلِّمْوَبارِكْعَلَىسَيِّدِنامُحَمّدٍوَعَلَىالِهوَأصْحابِهِوَالتَّابِعينَبِإحْسانِإلَىيَوْمِالدِّين،أَمَّابَعْدُ: فَيَاأيُّهَاالإِخْوَان،أوْصُيْكُمْوَنَفْسِيْبِتَقْوَىاللهِوَطَاعَتِهِلَعَلَّكُمْتُفْلِحُوْنْ،قَالَاللهُتَعَالىَفِياْلقُرْانِاْلكَرِيمْ: أَعُوْذُبِاللهِمِنَالَّشيْطَانِالرَّجِيْم،بِسْمِاللهِالرَّحْمَانِالرَّحِيْمْ: يَاأَيُّهَاالَّذِينَآَمَنُوااتَّقُوااللهوَقُولُواقَوْلًاسَدِيدًا،يُصْلِحْلَكُمْأَعْمَالَكُمْوَيَغْفِرْلَكُمْذُنُوبَكُمْوَمَنْيُطِعِاللهوَرَسُولَهُفَقَدْفَازَفَوْزًاعَظِيمًاوقالتعالىيَااَيُّهَاالَّذِيْنَآمَنُوْااتَّقُوْااللهَحَقَّتُقَاتِهِوَلاَتَمُوْتُنَّإِلاَّوَأَنْتُمْمُسْلِمُوْنَ.

Sidang jumat yang dirahmati Allah 

Beberapa hari lagi kita sebagai umat muslim akan merayakan Idul Adha atau yang juga dikenal dengan Idul Qurban. Pada momentum Idul Adha tentu kita semua masih mengingat bagaimana seorang Nabi Ibrahim Alaihissalam mendapatkan perintah untuk meyembelih putra tercintannya, putra yang dinantikanya selama puluhan tahun, putra yang diharapkan dapat menjadi penerus untuk mensyiarkan agama Allah. Namun tiba-tiba harus disembelih karena mendapatkan perintah langsung dari Allah SWT. Sang putra yang mewarisi ketakwaan dari ayahandanya tidak kalah sigap dalam menerima perintah Allah, meski nyawa yang diminta, karena nabi Ismail sang putra nabi Ibrahim mempercayai bahwa nyawa dan seluruh jiwa raganya merupakan kepunyaan Allah SWT, maka semua diserahka kepada yang punya. Peristiwa ini terekam dengan jelas dalam surah As Shaffat ayat 102 : 

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. (QS. As Shaffat : 102)

Baca Juga:  Allah Tidak Suka Tukang Pencela

Pelajaran yang dapat kita petik dari peristiwa Nabi Ibrahim dan Ismail adalah, keikhlasan nabi Ibrahim dalam menjalankan perintah Allah SWT dan kesabaran Nabi Ismail dalam menunaikan apa yang tela ditetapkan oleh Allah SWT yang kemudian keikhlasan dan kesabaran tersebut diberikan ganjaran berupa kebahagiaan dengan digantinya sang putra tercinta dengan seekor domba untuk disembelih, hal ini terekam pula dalam surah As Shaffat : 

قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا ۚ إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ

إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ الْبَلَاءُ الْمُبِينُ

وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ

sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. (QS. As Shaffat : 105-107)

Sidang Jumat yang dirahmati Allah

Lalu apa hikmah yang dapat kita petik dari peristiwa tersebut? terutama dalam kondisi pandemi seperti sekarang ini. Pertama kita semua harus belajar tentang keikhlasan yang diperlihatkan dan diperaktekkan oleh Nabi Ibrahim, kita semua tentu tahu bahwa segala penyakit berasal dari Allah SWT dan tentu Allah yang akan memberikan kesembuhan, namun demikian tentu kita juga wajib dalam melakukan ikhtiar untuk terus mencari cara agar virus Covid- 19 segera hilang dari muka bumi, selain itu kita juga harus ikhlas dalam menjalankan berbagai kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah yang juga dijalankan oleh para ulama. Kedua tentu kita harus lebih banyak bersabar dan bertawakkal kepada Allah SWT. Berbagai anjuran yang telah ditetapkan oleh ulil amri dan disepakati oleh ulama tentu adalah untuk kebaikan kita sebagai rakyat dan bangsa tercinta, maka dengan marilah kita lebih bersabar dirumah, marilah kita lebih bersabar untuk tidak keluar rumah kalau tidak ada keperluan, jika harus keluar rumah, mari kita terapkan protokol kesehatan dengan baik, seraya kita memohon agar dijauhkan dari bahaya virus dan bahaya lainya.

Baca Juga:  Mematuhi Perintah Allah Dan Meninggalkan Maksiat

Sidang Jumat yang dirahmati Allah

Hikmah lainya yang tidak kalah penting untuk kita terapkan dari makna Idul Adha adalah rasa kasih sayang terhadap sesama, terutama dimasa pandemi yang hampir semua orang mengalami kesusahan, saudara-saudara kita yang sedang melakukan isolasi mandiri dalam upaya menghilangkan virus, maka marilah bersama-sama kita saling menolong dengan mengulurkan tangan berupa bantuan yang kita bisa, misalnya dengan memberikan makanan dan mencukupi kebutuhanya selama melakukan isolasi mandiri. Nabi Muhammad Saw sangat menganjurkan umatnya untuk selalu berbagi dan saling membantu, dalam sebuah hadist rasulullah ditanya oleh seorang laki-laki “Ajaran Islam apakah yang baik?” Nabi SAW menjawab, 

تُطْعِمُ الطَّعَامَ، وَتَقْرَأُ السَّلاَمَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ 

(رواه البخاري ومسلم)

“Memberi makanan dan mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan kepada orang yang tidak kamu kenal.” (HR. Bukhari, No: 28, Muslim, No: 126).

Segala kenikmatan baik yang terlihat, yang dirasakan dan tidak terlihat merupakan nikmat dan anugeah dari Allah SWT, maka seharusnyalah kita berbagai terutama dimasa sulit seperti sekarang ini, agar kita mendapatkan keberkahan dari riski yang kita peroleh. Diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah, Nabi SAW bersabda: 

طَعَامُ الِاثْنَيْنِ كَافِي الثَّلاَثَةِ، وَطَعَامُ الثَّلاَثَةِ كَافِي الأَرْبَعَةِ (رواه البخاري ومسلم)

“Makanan satu orang cukup untuk dua orang, dan makanan dua orang cukup untuk empat orang”. (HR. Bukhari, No: 5392, Muslim, No: 2058).

Dengan demikian, pelajaran dan hikmah yang dapat kita petik adalah bagaimana dalam masa yang serba sulit seperti sekarang ini, kita semua harus lebih bersabar dan ikhlas dengan tetap berikhtiar untuk keselamatan bersama, karena ikhtiar untuk keselamatan juga merupakan perintah agama SWT. 

Sidang Jumat yang dirahmati Allah

Semoga kita semua termasuk orang-orang yang memiliki umur yang diberkati Allah subhanu wata’la. sehingga kita dapat memanfaatkan umur kita dengan sebaik-baiknya dan dapat menjalankan tuntunan Nabi Muhammad saw yang setiap harinya memohon ampun dan perlndungan Allah SWT.

Baca Juga:  Khutbah Jumat : Kewajiban Ikhtiar Untuk Keluarga

جَعَلَنااللهُوَإيَّاكممِنَالفَائِزِينالآمِنِين،وَأدْخَلَنَاوإِيَّاكمفِيزُمْرَةِعِبَادِهِالمُؤْمِنِيْنَ : أعُوذُبِاللهِمِنَالشَّيْطانِالرَّجِيمْ،بِسْمِاللهِالرَّحْمانِالرَّحِيمْ: يَاأَيُّهَاالَّذِينَآمَنُوااتَّقُوااللَّهَوَقُولُواقَوْلًاسَدِيدًا 

باَرَكَاللهُلِيْوَلكمْفِيالقُرْآنِالعَظِيْمِ،وَنَفَعَنِيْوَإِيّاكُمْبِالآياتِوذِكْرِالحَكِيْمِ. إنّهُتَعاَلَىجَوّادٌكَرِيْمٌمَلِكٌبَرٌّرَؤُوْفٌرَحِيْمٌ

Khutbah II

الْحَمْدُللهِعَلىَإِحْسَانِهِوَالشُّكْرُلَهُعَلىَتَوْفِيْقِهِوَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُأَنْلاَاِلَهَإِلاَّاللهُوَاللهُوَحْدَهُلاَشَرِيْكَلَهُوَأَشْهَدُأنَّسَيِّدَنَامُحَمَّدًاعَبْدُهُوَرَسُوْلُهُالدَّاعِىإلىَرِضْوَانِهِ. اللهُمَّصَلِّعَلَىسَيِّدِنَامُحَمَّدٍوِعَلَىاَلِهِوَأَصْحَابِهِوَسَلِّمْتَسْلِيْمًاكِثيْرًا

أَمَّابَعْدُفَياَاَيُّهَاالنَّاسُاِتَّقُوااللهَفِيْمَاأَمَرَوَانْتَهُوْاعَمَّانَهَىوَاعْلَمُوْاأَنَّاللهَأَمَرَكُمْبِأَمْرٍبَدَأَفِيْهِبِنَفْسِهِوَثَـنَىبِمَلآئِكَتِهِبِقُدْسِهِوَقَالَتَعاَلَىإِنَّاللهَوَمَلآئِكَتَهُيُصَلُّوْنَعَلىَالنَّبِىيآاَيُّهَاالَّذِيْنَآمَنُوْاصَلُّوْاعَلَيْهِوَسَلِّمُوْاتَسْلِيْمًا. اللهُمَّصَلِّعَلَىسَيِّدِنَامُحَمَّدٍصَلَّىاللهُعَلَيْهِوَسَلِّمْوَعَلَىآلِسَيِّدِناَمُحَمَّدٍوَعَلَىاَنْبِيآئِكَوَرُسُلِكَوَمَلآئِكَةِاْلمُقَرَّبِيْنَوَارْضَاللّهُمَّعَنِاْلخُلَفَاءِالرَّاشِدِيْنَأَبِىبَكْرٍوَعُمَروَعُثْمَانوَعَلِىوَعَنْبَقِيَّةِالصَّحَابَةِوَالتَّابِعِيْنَوَتَابِعِيالتَّابِعِيْنَلَهُمْبِاِحْسَانٍاِلَىيَوْمِالدِّيْنِوَارْضَعَنَّامَعَهُمْبِرَحْمَتِكَيَاأَرْحَمَالرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّاغْفِرْلِلْمُؤْمِنِيْنَوَاْلمُؤْمِنَاتِوَاْلمُسْلِمِيْنَوَاْلمُسْلِمَاتِاَلاَحْيآءُمِنْهُمْوَاْلاَمْوَاتِاللهُمَّأَعِزَّاْلإِسْلاَمَوَاْلمُسْلِمِيْنَوَأَذِلَّالشِّرْكَوَاْلمُشْرِكِيْنَوَانْصُرْعِبَادَكَاْلمُوَحِّدِيَّةَوَانْصُرْمَنْنَصَرَالدِّيْنَوَاخْذُلْمَنْخَذَلَاْلمُسْلِمِيْنَوَدَمِّرْأَعْدَاءَالدِّيْنِوَاعْلِكَلِمَاتِكَإِلَىيَوْمَالدِّيْنِ. اللهُمَّادْفَعْعَنَّااْلبَلاَءَوَاْلوَبَاءَوَالزَّلاَزِلَوَاْلمِحَنَوَسُوْءَاْلفِتْنَةِوَاْلمِحَنَمَاظَهَرَمِنْهَاوَمَابَطَنَعَنْبَلَدِنَااِنْدُونِيْسِيَّاخآصَّةًوَسَائِرِاْلبُلْدَانِاْلمُسْلِمِيْنَعآمَّةًيَارَبَّاْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَاآتِناَفِىالدُّنْيَاحَسَنَةًوَفِىاْلآخِرَةِحَسَنَةًوَقِنَاعَذَابَالنَّارِ. رَبَّنَاظَلَمْنَااَنْفُسَنَاوَاإنْلَمْتَغْفِرْلَنَاوَتَرْحَمْنَالَنَكُوْنَنَّمِنَاْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّاللهَيَأْمُرُنَابِاْلعَدْلِوَاْلإِحْسَانِوَإِيْتآءِذِياْلقُرْبىَوَيَنْهَىعَنِاْلفَحْشآءِوَاْلمُنْكَرِوَاْلبَغْييَعِظُكُمْلَعَلَّكُمْتَذَكَّرُوْنَوَاذْكُرُوااللهَاْلعَظِيْمَيَذْكُرْكُمْوَاشْكُرُوْهُعَلىَنِعَمِهِيَزِدْكُمْوَلَذِكْرُاللهِأَكْبَرْ

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

KH Cholil Nafis

Kiai Cholil: Khotbah Yang Baik Tak Terlalu Panjang dan Salatnya Yang Lebih Lama

Jakarta – Wadah Silaturrahmi Khatib Indonesia (Wasathi) mewacanakan usulan khotbah di masjid-masjid di seluruh Indonesia …

Rashad Hussain

Rashad Hussain, Muslim Pertama Yang Dinominasikan Presiden Biden Jadi Dubes Amerika Untuk Kebebasan Beragama

Washington DC – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menominasikan Rashad Hussain sebagai Duta Besar …