bangunin sahur
bangunin sahur

Kontroversi Bangunkan Sahur, Inilah Potret 4 Cara Bangunkan Sahur Umat Islam Tempo Dulu

Makan sahur sebelum waktu subuh sebagai persiapan puasa memang tak dihukumi wajib. Makan sahur hanya dihukumi sunnah sebagaimana rasulullah SAW menganjurkannya di saat beliau masih hidup. Ada banyak hadist-hadist rasulullah SAW terkait anjuran untuk melakukan sahur sebab disitu ada keberkahannya.

Seperti hadist “Dari Abu Sa’id Al-Khudri RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, Sahur sepenuhnya mengandung berkah. Maka itu, jangan kalian meninggalkannya meskipun kalian hanya meminum seteguk air karena Allah dan malaikat bershalawat untuk mereka yang bersahur,”(HR Ahmad).

Rasulullah menganggap sahur itu bagian penting dari ibadah puasa. Sehingga beliau terkesan ‘memerintahkan’ umatnya untuk tidak meninggalkannya. Selain hadist di atas, rasulullah SAW juga pernah bersabda: “Bersantap sahurlah kalian, karena dalam sahur itu ada keberkahan,” (HR al-Bukhari)

Dalam tulisan ini, penulis tak akan menerangkan lebih jelas mengenai hukum atau bagaimana pentingnnya sahur dalam ibadah puasa. Akan tetapi, kali ini penulis akan memotret cara-cara bangunkan sahur dari umat Islam tempo dulu. Hal ini menarik untuk kita ketahui, karena ini berhubungan dengan kebiasaan atau tradisi umat Islam di suatu waktu dan wilayah.

Di negara Indonesia kita tercinta, ada banyak sekali cara-cara bangunkan orang sahur. Mulai dari orang-orang yang berkeliling bangunkan sahur dengan alat musik seadanya sampai mengumumkan waktu sahur lewat microphone masjid. Apalagi di zaman sekarang, sudah banyak inovasi dari cara-cara bangunkan sahur yang sudah disebutkan di atas.

Baru-baru ini salah seorang publik figure membagikan rekaman cara orang membangunkan sahur melalui toa masjid dengan teriak-teriak keras. Mungkin bagi sebagian orang adalah hal biasa. Atau bisa jadi membantu, tetapi apakah itu tidak akan membuat kebisingan bagi mereka yang tidak melaksanakan puasa?

Baca Juga:  Bangunkan Sahur Dengan Berteriak Kencang di Toa, DMI: Harus Religius dan Elegan

Terlepas dari itu, berbicara mengenai cara bangunkan sahur, ternyata hampir semua cara umat Islam tempo .dulu lakukan itu juga ditiru oleh umat Islam sekarang, khususnya di Indonesia. Namun ada beberapa cara yang memang karena faktor kondisi zaman sudah ditinggalkan umat Islam saat ini

Setidaknya ada 4 cara membangunkan sahur umat Islam tempo dulu yang 3 di antaranya masih dilakukan oleh umat Islam sekarang. Potret cara membangunkan sahur ini terekam oleh Syekh Athiyah dalam Fatawa Al-Azhar 8/284:

1. Berjalan keliling

ﻟﻤﺎ ﺟﺎء ﺇﻟﻰ ﻣﺼﺮ ﻋﺘﺒﺔ ﺑﻦ ﺇﺳﺤﺎﻕ ﻭاﻟﻴﺎ ﻣﻦ ﻗﺒﻞ اﻟﺨﻠﻴﻔﺔ اﻟﻌﺒﺎﺳﻰ اﻟﻤﻨﺘﺼﺮ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻗﺎﻡ ﻫﻮ ﺑﺎﻟﺘﺴﺤﻴﺮ ﺳﺎﺋﺮا ﻋﻠﻰ ﻗﺪﻣﻴﻪ ﻣﻦ ﻣﺪﻳﻨﺔ اﻟﻌﺴﻜﺮ ﻓﻰ اﻟﻔﺴﻄﺎﻁ ﺣﺘﻰ ﺟﺎﻣﻊ ﻋﻤﺮﻭ ﺑﻦ اﻟﻌﺎﺹ ﻭﻛﺎﻥ ﺫﻟﻚ ﺳﻨﺔ 238 ﻫـ

Ketika Utbah bin Ishaq datang ke Mesir sebagai Gubernur di masa Abbasiyah, Khalifah Muntasir Billah, ia berjalan kaki untuk mengajak sahur dari Fustat sampai Masjid Jami’ Amr bin Ash pada 238 H.

2. Mengumumkan di Masjid

ﻭﻛﺎﻥ اﻟﺰﻣﺰﻣﻰ ﻳﺘﻮﻟﻰ اﻟﺘﺴﺤﻴﺮ ﻓﻰ ﺻﻮﻣﻌﺘﻪ ﺑﺄﻋﻠﻰ اﻟﻤﺴﺠﺪ ﻭﻣﻌﻪ ﺃﺧﻮاﻥ ﺻﻐﻴﺮاﻥ ﻳﻘﻮﻝ: ﻳﺎ ﻧﻴﺎﻣﺎ ﻗﻮﻣﻮا ﻟﻠﺴﺤﻮﺭ

Zamzami membangunkan sahur dari atas Masjid, ditemani 2 anak kecil, ia mengumumkan: “Orang-orang yang tidur! Bangunlah untuk Sahur!

3. Melantunkan Syair-syair

ﻓﻜﺎﻥ ﺃﻫﻞ ﻣﺼﺮ ﺃﻭﻝ ﻣﻦ اﺑﺘﻜﺮﻭا “اﻟﺒﺎﺯﺓ” ﻣﻊ اﻷﻧﺎﺷﻴﺪ، ﻭﻳﻘﻮﻡ ﻋﺪﺓ ﺃﺷﺨﺎﺹ ﻣﻌﻬﻢ ﻃﺒﻞ ﺑﻠﺪﻯ

Dialah orang pertama penduduk Mesir yang pagi-pagi mendendangkan Bazah dengan lagu dan orang-orang memakai gendang

4. Menggunakan lentera

ﻭﺷﺎﻫﺪ اﺑﻦ ﺑﻄﻮﻃﺔ ﻓﻰ ﺭﺣﻠﺘﻪ ﻭﺭﺃﻯ ﻓﻰ اﻟﺤﺮﻡ اﻟﻤﻜﻰ اﻻﺣﺘﻔﺎﻝ ﺑﺮﻣﻀﺎﻥ، ﻭﻗﺎﻝ: ﻛﺎﻧﻮا ﻳﻌﻠﻘﻮﻥ ﻗﻨﺪﻳﻠﻴﻦ ﻟﻠﺴﺤﻮﺭ ﻟﻴﺮاﻫﻤﺎ ﻣﻦ ﻟﻢ ﻳﺴﻤﻊ اﻷﺫاﻥ ﻟﻴﺘﺴﺤﺮ

Ibnu Batutah melihat sendiri dalam petualangannya dan menjumpai di Mekkah ada perayaan Ramadhan. Mereka menggantungkan 2 lentera untuk sahur agar orang yang tidak mendengar adzan dapat melihat lentera itu.

Baca Juga:  Kisah Imam Bukhari Diuji oleh Sepuluh Ahli Hadis

Bagikan Artikel ini:

About M. Alfiyan Dzulfikar

Avatar of M. Alfiyan Dzulfikar

Check Also

doa penutup

Inilah Doa atau Bacaan Penutup Acara yang Sering Dibaca Para Sahabat Rasulullah

  وَالْعَصْرِ إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ. …

lelah

Jangan Khawatir, 7 Lelah Inilah yang Disukai Allah

Pasti kita sudah familiar dengan kalimat “biar lelah asal lillah” atau “semoga lelah ini membawa …