waktu kurban
kurban kambing

Di Masa Pandemi, Lebih Utama Berkurban atau Sedekah Uang Senilai Harga Hewan Kurban?

Untuk warga masyarakat kelas bawah, Pandemi Covid-19 membuat kesusahan dan memunculkan dilema dalam banyak lini kehidupan. Utamanya dalam hal pemenuhan kebutuhan hidup. Penghasilan buruh menurun karena ruang kerja yang dibatasi dan pedagang kecil menjerit karena usahanya tidak menghasilkan laba. Kondisi ini bahkan sampai pada kesulitan untuk sekedar makan. Tidak lain pemicunya karena aktivitas ekonomi yang terganggu.

Kesusahan bertambah bilamana ada keluarga yang terpapar atau terdampak langsung Pandemi Covid-19. Mimpi buruk di depan mata. Kehidupan ekonomi penuh ketidakpastian, begitu pula kehidupan sehari-hari.

Kondisi darurat ini semestinya menggugah kita semua, utamanya bagi orang-orang kaya dan mampu untuk membantu mereka yang sedang dilanda dilema dan kesusahan hidup. Bagi umat Islam yang mampu dan berkecukupan, momentum Idul Adha sejatinya mampu menggugah semangat ta’awun atau tolong menolong melalui ibadah kurban. Ibadah kurban disamping bernilai pahala juga memiliki nilai sosial yang dapat membantu meringankan beban penderitaan mereka yang lemah.

Namun mengingat kebutuhan masyarakat yang tidak hanya sebatas makan, namun juga obat-obatan dan alat kesehatan yang lain, maka berkurban dengan hewan seperti lazimnya tidak begitu efektif membantu mereka yang sedang membutuhkan. Perlu dicari formula pemanfaatan ibadah kurban yang lebih tepat.

Muncul pertanyaan dalam kondisi pandemi ini lebih utama berkurban atau sedekah dengan uang seharga kurban?

Sayangnya, dalam catatan-catatan fikih klasik ibadah kurban harus dengan cara mengalirkan darah hewan kurban yang dikenal dengan istilah “iraqatu al dam”. Artinya, seseorang yang berniat melakukan ibadah kurban harus menyembelih hewan sesuai dengan ketentuan. Tidak sah ibadah kurban dengan mensedekahkan uang senilai harga hewan kurban.

Namun agama Islam bukan agama yang kaku, masih terbuka jalan untuk beribadah sekaligus membantu kaum dhuafa. Dan bahkan nilainya bisa melebihi ibadah kurban. Satu yang jelas adalah sedekah. Umat Islam bisa menyedekahkan uang senilai harga hewan kurban.

Baca Juga:  Rasulullah Memang Tegas, Tapi Tidak Gampang Marah Apalagi Berkata Kasar

Dalam kondisi normal, ulama memang berbeda pendapat, mana yang lebih utama antara sedekah dengan kurban. Seperti dijelaskan dalam kitab Al Mufashshal fi Ahkam al Udhiyyah karya Syaikh Hisamuddin.

Menurut jumhur ulama, yakni Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad bin Hanbal, Rabi’ah, Abu Zinad dan Ibnu Taimiyah, kurban lebih utama dari sedekah senilai harga hewan kurban karena ibadah kurban di samping sebagai ibadah juga mengandung syi’ar Islam.

Diriwayatkan oleh Abdur Razak dari dari Sa’id bin Musayyab, ia berkata, “Berkurban seekor kambing lebih aku sukai dari pada bersedekah dengan seratus dirham”.

Begitu pula menurut Al Hafidz Ibnu Abdi al Bar yang berpendapat bahwa ibadah kurban lebih utama dari sedekah. Dan ini merupakan pendapat yang shahih madhab Imam Malik dan ulama-ulama madhab ini. Hal yang sama diungkapkan oleh Ibnu Qudamah, ulama madhab Hanbali dalam kitabnya al Mughni.

Akan tetapi, menurut sebagian ulama dan cendekiawan Muslim menyatakan bahwa sedekah lebih utama dari kurban. Pendapat ini didasarkan pada hadis riwayat Bilal bin Rabah yang menyatakan bahwa sedekah lebih utama dari kurban.

Dalam kitab Bidyatul Mujtahid wa Nihayatu al Muqtashid karya Ibnu Rusyd bab kurban dan dalam Mushannafnya Abdul Razzaq yang menyebutkan, “Dari Tsauri, dari Imran Ibnu Muslim, dari Suwaid bin Ghafala, ia berkata, Aku mendengar Bilal berkata, “Aku tidak peduli bahwa aku berkurban dengan ayam, dan bersedekah kepada yatim miskin dengan uang yang diperuntukkan untuk beli ayam tadi itu lebih aku sukai daripada harus berkurban dengannya”.

Atsar Bilal bin Rabah ini yang dijadikan hujjah bahwa bahwa bersedekah dengan uang senilai hewan kurban lebih utama dari pada kurban.

Baca Juga:  Toleransi Bukan Menggadaikan Iman, Tetapi Manifestasi Iman

Jelas sekali, bahwa di antara dua pendapat di atas, pendapat yang pertama yang menyatakan kurban lebih utama dari sedekah lebih kuat. Namun perlu dicatat, bahwa khilafiyah ini berlaku untuk kondisi normal.

Dengan demikian, dalam kondisi darurat dua pendapat ini tidak bisa dipertentangkan mana yang lebih utama. Dan, dalam kondisi Pandemi Covid-19 dimana masyarakat tidak mampu sangat membutuhkan bantuan uang untuk memenuhi segala kebutuhannya, seperti kebutuhan untuk makan, beli obat-obatan, alat kesehatan dan lain-lain, maka tentu pendapat yang menyatakan bahwa sedekah lebih utama dari kurban bisa lebih unggul.

Bagikan Artikel ini:

About Faizatul Ummah

Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo

Check Also

toleransi sunnah nabi

Ulama Salaf Semangat Merayakan Maulid, Generasi Kini Semangat Berdebat Hujjah Maulid

Menurut pendapat yang masyhur, Rasulullah dilahirkan pada hari Senin 12 Rabi’ul Awal, Tahun Gajah. Bertepatan …

shalat jenazah di atas kuburan

Bolehkah Shalat Jenazah di atas Kuburan?

Tema ini mungkin agak asing karena jarang terjadi seseorang shalat jenazah di atas kuburan. Namun, …