Perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw dirayakan dengan sangat meriah oleh masyarakat Indonesia Maulid nabi dilaksanakan setiap tanggal 12 Rabi ul Awal yang bertepatan dengan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW Di beberapa daerah tradisi merayakan maulid nabi saw dilaksanakan bukan hanya dengan pembacaan Manaqiban atau Barzanji namun telah menyatu dengan tradisi wilayah setempat Perayaan Maulid di Lombok NTB misalnya dilaksanakan selama satu bulan penuh dan seluruh kampung kampung atau desa bergiliran untuk merayakan maulid Tradisi yang dijalankan oleh masyarakat lombok adalah dengan cara saling mengundang antara sanak saudara kerabat dan teman untuk datang ke rumah yang mengadakan maulid Kemudian sohibul bait baca pemilik rumah akan menyuguhkan makanan sebagai jamuan penghormatan kepada tamu Tradisi saling menjamu antar sesama saudara kerabat dan teman ini disebut Mulud Selain dengan mengundang saudara pada hari mulud tersebut juga terdapat anak anak yang baru lancar membaca Al Quran ditampilkan di masjid untuk membaca surah surah pendek yang telah dipilihkan oleh Ustadznya Sebelum tampil di masjid anak anak dibawa keliling kampung diiringi dengan berbagai miniatur masjid yang dibawa keliling kampung sambil membaca sholawat kepada Nabi Muhammad saw Satu lagi yang menjadi ciri khas perayaan maulid di Lombok adalah pada momen hari mulud itulah anak anak yang telah berusia 4 5 tahun akan dikhitan Baca juga Mengenal Syech Muhammad Mutawalli Sya rawi Tokoh Mufassir di Abad ModerenTentu banyak sekali makna dan pelajaran yang terkandung dalam tradisi perayaan mulud nya orang lombok Pertama saling mengundang antar sesama saudara kerabat dan teman Momen ini bermakna kita sebagai mahluk sosial tentu tidak dapat hidup sendiri oleh karenanya kita harus selalu saling membina hubungan yang baik antar sesama tanpa membedakan warna kulit dan agama Nabi pernah bersabda Bahwasanya ada seseorang berkata kepada Nabi Shallallahu alaihi wa sallam Wahai Rasulullah beritahukan kepadaku tentang sesuatu yang bisa memasukkan aku ke dalam surga dan menjauhkanku dari neraka maka Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda Sungguh dia telah diberi taufik atau Sungguh telah diberi hidayah apa tadi yang engkau katakan Lalu orang itupun mengulangi perkataannya Setelah itu Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda Engkau beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukannya dengan sesuatu pun menegakkan shalat membayar zakat dan engkau menyambung silaturahmi Setelah orang itu pergi Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda Jika dia melaksanakan apa yang aku perintahkan tadi pastilah dia masuk surga HR Bukhari dan Muslim Betapa kecintaan terhadap nabi Muhammad saw diimplementasikan dengan menjalankan sunnah rasul berupa saling mengundang dan silaturrahmi yang dilakukan oleh orang orang lombok dalam rangka mulud Dengan tradisi ini ajaran nabi untuk saling menjaga silaturrahim tetap dapat terwujudkan dengan sekaligus merayakan kelahiran Kanjeng Nabi Muhammad saw Di hadist yang lain Rasulullah menegaskan tentang bagaimana kedudukan orang yang memuliakan tamu sebagai berikut Barang siapa yang beriman pada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya HR Bukhari Silaturraim selain untuk mempererat hubungan antara sesama saudara kerabat dan teman juga sekaligus agar manusia dapat saling kenal mengenal di antara sesamaanya dan hal inilah yang menjadi titik tolak pelajaran yang dapat dipetik dari masyarakat Lombok yang saling mengundang untuk merayakan maulid nabi Muhammad saw Allah SWT berfirman Hai manusia sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa bangsa dan bersuku suku supaya kamu saling kenal mengenal Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal QS Al Hujurat 13 Tradisi selanjutnya adalah menampilkan anak anak yang baru lancar al Quran di masjid adalah merupakan sebuah ungkapan rasa syukur orang tua terhadap anak anak mereka yang pada usia belia telah mampu membaca al quran dengan lancar Terakhir adalah tradisi menghitankan anak yang berusia antara 4 5 tahun secara bersama sama tidak lagi membedakan mana kelompok orang yang kaya maupun kurang mampu Semua anak dijadikan satu tempat yaitu di masjid Tradisi tradisi yang baik seperti inilah yang dapat dijadikan contoh bagaimana cara mencintai nabi Muhammad saw dan bersyukur atas kelahirannya karena kelahirannya bukan saja kegembiraan bagi umatnya namun Allah SWT dan para Malaikat pun bersolawat atas baginda nabi Muhammad SAW Maka sepatutnyalah umat Nabi Muhammad riang gembira pada bulan Rabi ul Awal untuk selalu menjalankan sunnahnya baik itu Qoul nabi perkataan Fi li perbuatan dan Taqriri perbuatan dan selalu menyenandungkan solawat atas baginda nabi Muhammad saw dalam setiap tarikan nafas sebagai bentuk kecintaan kepadanya Wallahua lamu Bissowab

Tinggalkan Balasan