toleransi sunnah nabi
maulid

Ulama Salaf Semangat Merayakan Maulid, Generasi Kini Semangat Berdebat Hujjah Maulid

Menurut pendapat yang masyhur, Rasulullah dilahirkan pada hari Senin 12 Rabi’ul Awal, Tahun Gajah. Bertepatan dengan tahun 571 Masehi. Lahir di Makkah di rumah milik Abu Yusuf pada malam hari. Pendapat lain mengatakan setelah terbitnya fajar sebelum matahari terbit. Hal ini seperti ditulis oleh Imam Jalaluddin al Sayuthi dalam kitabnya Husnu al Maqshad fi ‘Amali al Maulid.

Kabar langit telah memberi informasi akan lahir manusia paling mulia dan paling dikasihi Allah, yakni Nabi Muhammad. Baik kitab Taurat, Zabur dan Injil sama-sama mencatat khabar tersebut. Muhammad, sang Sayyidul Wujud pun dinantikan kelahirannya oleh semu makhluk. Sebab, andaikan Nabi Muhammad tidak diciptakan, niscaya semua makhluk tidak akan pernah diciptakan. Inilah sebabnya, kelahiran beliau dinantikan.

Informasi tentang peringatan Maulid Nabi telah ada sejak masa sahabat. Bahkan sahabat ternama sangat antusias merayakan hari lahir Baginda Nabi. Abu Bakar, Umar, Utsman dan Sayyidina begitu bersemangat merayakannya. Begitu juga para tabi’in dan ulama-ulama pengikut tabi’in.

Dalam I’anatu al Thalibin mengutip perkataan Imam Hasan Bashri ditulis, “Seandainya aku memiliki emas sebesar gunung Uhud, semuanya akan saya belanjakan untuk pembacaan Maulid Nabi”.

Semangat yang sama dilontarkan oleh Imam Ibnu al Hajjaj dalam kitabnya al Madkhal. Ungkapnya, pada tanggal 12 Rabi’ul Awal umat Islam sejatinya memperbanyak ibadah dan amal kebaikan sebagai bentuk rasa syukur terhadap semua nikmat Allah, dan tentu nikmat terbesar adalah lahirnya Nabi Muhammad.

Semangat yang sama dimiliki oleh Ibnu Hajar al Haitami. Menurutnya, perayaan Maulid Nabi adalah bid’ah hasanah. Dan para ulama sepakat bahwa bid’ah hasanah adalah sunnah yang harus dikerjakan. Imam al Auza’i mengatakan, salah satu keistimewaan Maulid Nabi adalah sebagai benteng yang mampu melindungi seseorang dari musibah pada tahun itu dan segala hajat keinginannya akan dipenuhi oleh Allah.

Baca Juga:  Mengenal Ulama Salaf dan Khalaf

Ibnu Abidin berkata, “Hendaklah berkumpul untuk mendengarkan pembacaan Maulid Nabi sang pemilik mu’jizat. Ini termasuk amal utama karena di tempat tersebut kita membaca shalawat”.

Oleh karena itu, Maulid Nabi bukan untuk diperdebatkan boleh atau tidaknya. Melainkan sebagai momentum mengenang sejarah beliau untuk diteladani. Bahkan bentuk syukur kepada Allah yang telah menghadirkan insan kamil yang menerangi semesta dengan misi rahmatan lil alamin.

Di samping itu, maulid adalah momentum memperbanyak membaca shalawat. Shalawat adalah bagian dari ibadah yang merupakan amal yang pasti diterima, sekalipun disertai riya’. Sementara suguhan makanan akan bernilai sedekah. Berkumpul menjadi media silaturahmi dan menguatkan ukhuwah.

Jadi, kalau para sahabat dan para ulama saja begitu bersemangat dalam perayaan Maulid Nabi, kenapa kita tidak meniru semangat mereka dari pada harus berdebat boleh dan tidaknya perayaan Maulid Nabi? Kenapa generasi saat ini dipusingkan dengan dalil dan hujjah yang seolah kebiasaan ulama salaf tersebut bagian dari bid’ah yang akan membawa kesesatan. Seolah memperingati hal baik dengan amalan baik untuk kepentingan kebaikan seolah tindakan yang g ada tuntunannnya.

Para ulama salaf bangga merayakannya sebagai bentuk syukur dan kecintaan terhadap Rasulullah. Sementara kita berdebat tentang peringatan sebagai eskpresi kecintaan terhadap kekasih Allah. Tokoh-tokoh diperingati dengan meriah karena dianggap tidak ada dalil dan tidak haram, sementara peringatan untuk memperbanyak shalawat dan ekspresi cinta kepadanya malah diributkan.

Bagikan Artikel ini:

About Faizatul Ummah

Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo

Check Also

akhlak al-quran

Mempraktekkan Akhlak Al-Quran

Akhlak yang mulia adalah sebaik-baiknya sesuatu. Semulia-mulianya manusia adalah sebaik-baik akhlaknya. Sebagaimana misi kenabian utama …

ikhtilaful ulama

Kitab Ikhtilaful Ulama Lil Marwazi; Pentingnya Memahami Perbedaan Pendapat Ulama

Penulis yang bernama lengkap Imam Abi Abdillah Muhammad bin Nashr al Mawarzi menorehkan catatan-catatan seputar …