kitab barzanji
kitab barzanji

Mengenal Kitab Barzanji: Syair-syair Cinta Nabi di Maulid Nabi

Kitab Barzanji  identik dengan perayaan maulid Nabi. Tidak hanya di Indonesia, kitab ini melegenda di seluruh belahan dunia. Isinya berbentuk bait-bait syair yang berkisah tentang sejarah kelahiran, perjalanan hidup dan puji-pujian untuk baginda Nabi serta doa dan bacaan-bacaan shalawat.

Dibaca di setiap bulan kelahiran manusia agung, Nabi Muhammad, sebagai bentuk ekspresi kegembiraan menyambut kelahiran beliau. Semua muslim sangat familiar dengan kitab ini. Al Barzanji selalu ada di setiap maulid Nabi.

Al Barzanji sendiri bukan judul kitab ini sebenarnya. Nama tersebut berhubungan dengan suatu yang bernama Barzanjiyah di Kurdistan. Tempat leluhur Sayyid Zainal Abidin Ja’far bin Hasan bin Abdul Karim pengarang kitab al Barzanji. Beliau lahir di Madinah pada hari Kamis awal bulan Dzulhijjah tahun 1128 H dan wafat tahun 1177 H.

Judul aslinya adalah ‘Iqdu al Jawahir yang dalam bahasa Indonesia berarti kalung permata. Sebagian ulama berpendapat judulnya adalah ‘Iqdu al Jawhar fi Maulid al Nabi al Azhar, maknanya, untaian permata tentang kelahiran Nabi Muhammad.

Sebagian ditulis dalam bentuk puisi, ada pula yang berupa prosa dengan ritme yang indah. Narasinya yang indah menghanyutkan pembaca ke dalam sejarah Nabi Muhammad. Tentu, bagi mereka yang memahami artinya. Bagi yang tidak menguasai bahasa Arab bisa melalui terjemahnya yang banyak dijumpai di toko-toko buku.

Salah satu kisah yang diceritakan dalam kitab Barzanji adalah, ketika Nabi Muhammad lahir, beliau menyentuh lantai dengan tangannya sementara wajahnya terangkat menghadap ke atas. Sebagian riwayat mengatakan, saat lahir Nabi langsung bersujud. Bersamaan dengan itu istana raja Persia berguncang hebat dan pilar-pilarnya roboh berkeping-keping.

Beberapa syair dalam kitab Barzanji ini biasanya dibaca dengan diikuti tabuhan rebana. Lantunan shalawat beriringan dengan tabuhan rebana menambah semarak dan Khidmah perayaan maulid Nabi. Hal ini merupakan ekspresi cinta kepada Nabi dan rasa syukur umat Islam terhadap anugerah terbesar yang diberikan Allah, yakni nikmat lahirnya Nabi Muhammad.

Tidak dipungkiri, kelahiran baginda Nabi adalah suatu anugerah yang tak ternilai harganya. Membaca kitab al Barzanji menambah pengetahuan terhadap sejarah Nabi serta bershalawat dan berdoa. Dengan membacanya kecintaan kepada beliau akan semakin tumbuh dalam sanubari setiap muslim.

Beberapa ulama telah mensyarahi kitab Barzanji. Di Indonesia adalah Syaikh Nawawi al-Bantani yang mensyarahi dengan judul Madarij al Shu’ud ila Iktisai al Burud.

Sampai saat ini, kitab al Barzanji selalu hadir di tengah pembacaan maulid Nabi di berbagai belahan dunia. Sebagai bukti kitab al Barzanji memiliki nilai sastra tinggi. Bait-bait syairnya yang indah menambah kekhusyukan perayaan maulid.

Berkah kitab Barzanji adalah terbentuknya tradisi peringatan maulid nabi. Kitab ini telah berkontribusi besar membentuk kebudayaan dalam melestarikan dan menghidupkan rasa cinta terhadap Rasulullah. Lebih jauh, melalui tradisi maulid keakraban dan persaudaraan tercipta sangat harmonis. Dalam perayaan maulid Nabi umat Islam dari berbagai suku berkumpul dan berbagi hidangan.

Kitab Barzanji berisi silsilah Nabi, kisah-kisah Nabi masa kecil yang sarat mukjizat, kisah masa muda Nabi, kisah pernikahan dan kehidupan keluarga dan kisah diangkatnya beliau menjadi nabi dan rasul. Selain itu, ada pula bacaan shalawat dan doa.

Bagikan Artikel ini:

About Faizatul Ummah

Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo dan Bendahara Umum divisi Politik, Hukum dan Advokasi di PC Fatayat NU KKR

Check Also

gempa masa nabi

Gempa Masa Nabi dan Umar bin Khattab, Apakah karena Tidak Menerapkan Sistem Khilafah?

“NKRI diadzab dengan bencana (gempa) karena anti khilafah”, “khilafah adalah solusi segala problem umat dan …

istri

Fikih Politik Perempuan (3): Haruskah Istri Menaati Suami dalam Pilihan Politik?

Harus diakui, perempuan masih menjadi kelompok rentan di negeri ini dalam segala bidang, tak terkecuali …