Pernikahan terjadi jika dua insan mengikat janji dan berkomitmen untuk hidup bersama. Setiap perkawinan yang dibangun oleh sepasang suami istri pasti dikehendaki untuk langgeng tanpa ada perceraian yang menimpa. 

Dalam berumah tangga setidaknya dua aktor utama suami dan sitri memiliki pondasi yang sama-sama kokoh supaya biduk rumah tangga yang dibangun tidak akan hancur. Bahkan dalam al-Quran menuliskan bahwa kelanggengan dan kebahagiaan dalam berkeluarga tidak hanya sebatas sampai kematian memisahkan semuanya.

Allah berfirman dalam Surat At-Thur ayat 21:

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ

Artinya: “Orang-orang yang beriman dan keturunan mereka mengikutinya dengan keimanan maka Kami pertemukan mereka dengan keturunannya dan Kami tidak mengurangi sedikit pun dari amal mereka.”

Dalam firman di atas bisa kita ketahui bahwa Islam menawarkan kelanggengan dan kebahagiaan berkeluarga yang abadi sejak masih di dunia hingga di akhirat kelak. Jika orang mukmin memiliki anak yang juga beriman kepada Allah, maka Allah akan mempertemukan anak-anak keturunan itu dengan orang tuanya pada satu tempat dan derajat yang sama yakni surga.

Kebahagiaan bersama keluarga di dunia dan akhirat tentu impian semua umat Islam. Dalam setiap pasangan pastilah memiliki bercita-cita agar keluarganya akan tetap langgeng dan terus hidup bersama bukan saja di dunia tapi juga di akhirat kelak.

Lalu apa pondasi yang harus dibangun di dunia sebagai jalan untuk kebahagian di akhirat bersama keluarga?

1. Pasangan harus mampu menerima kelebihan serta kekurangan dari pasangannya

Allah menciptakan setiap manusia dengan karakter yang berbeda-beda. Tentunya dalam dua karakter yang berbeda, pastinya akan banyak di temukan kekurangan serta kelebihan terhadap pasangannya dan hendaknya kita mampu untuk melihat hal tersebut.Tidak ada manusia sempurna yang diimpikan. Kesempurnaan itu tercapai jika saling melengkapi.

2. Saling menutupi kekurangan pasangan

Dalam berkeluarga hendaknya pasangan tidak serta merta mengumbar kekurangan dari pasangan dan membeberkan permasalahan keluarga kita kepada orang lain. Seharusnya jika memang memiliki permasalahan, hendaknya pasangan mampu menyelesaikan permasalahan tersebut secara intern supaya tidak memperparah situasinya.

Di era digital seperti saat ini, banyaknya pasangan yang dengan mudah mengumbar permasalahan atau menyindir pasangannya lewat status whatsapp ataupun mengunggah sesuatu di social medianya. Sikap seperti ini bukan akan membuat baik atau menyadarkan pasangannya akan sesuatu. Namun akan lebih menyulut kepada permasalahan baru.

Apalagi jika ada orang yang tidak menyukai pasangan tersebut, maka akan dengan mudah orang akan menghancurkan pondasi rumah tangga mereka. Entah dengan cara menghasut atau hal lainnya.

3. Menjaga komunikasi yang baik

Menjaga komunikasi yang baik dengan pasangan dengan selalu mengkomunikasikan permasalahan ataupun berita gembira akan membuat pasangan merasa lebih dihargai. Tidak menutupi permasalahan sedikitpun supaya bisa menemukan jalan keluar dari permasalahan bersama-sama.

4. Menjaga keluarga dari Api neraka

Keluarga tidak hanya memikirkan tentang kebutuhan duniawi. Memang setiap suami hendaknya selalu pantang menyerah untuk mencari rezeki untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan merawat isi rumahnya. Meski sulit, sebagai seorang muslim hendaknya kita senantiasa mempercayai Allah tidak akan menguji diluar kemampuan mahluknya.

Namun, kebutuhan duniawi saja tidak cukup untuk melindungi keluarga. Keluarga harus dibangun berdasarkan kebutuhan ruhani dengan melaksanakan ibadah ibadah. Ibadah juga sangat membantu dalam mempererat hubungan suami dan istri. Terlebih dengan beribadah pula mampu memperbaiki hubungan baik seorang umat kepada Allah.

Ibadah salat mampu menjadi ukuran amal seseorang kelak di akhirat nanti. Shalat yang berkualitas mampu memberikan dampak positif pada pelakunya. Dengan salat otomatis seorang umat akan mengingat Tuhannya, dan jika mengingat Allah, maka hati akan merasa damai dan tenang, maka akan berimbas pula kepada hubungan yang harmonis kepada pasangan.

Jika pondasi dalam setiap pasangan kokoh maka suasana dalam rumah tangga juga akan terasa nyaman dan penuh keberkahan. Bukan hanya bagi keduanya, situasi yang damai juga akan mempengaruhi jiwa anak dan keturunan-keturunanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.