Brenton Tarrant
Brenton Tarrant

Ngaku Salah, Dihukum Seumur Hidup, Brenton Tarrant Ajukan Banding

Wellington -Teroris kasus penembakan massal dua masjid di kota Christchurch, Brenton Tarrant akhirnya mengakui kesalahannya. Setelah divonis hukuman penjara seumur hidup, Tarrant melalui pengacaranya sedang mempertimbangkan  mengajukan banding atas hukuman penjara seumur hidup dalam peristiwa penembakan massal 2019 yang menewaskan 51 umat Muslim.

Pengacaranya menyampaikan hal ini dilakukan dengan alasan pengakuan bersalahnya dibuat di bawah tekanan.

Dilansir dari laman Aljazirah pada Senin (8/11/2021). Brenton Tarrant mengaku bersalah atas 51 tuduhan pembunuhan, 40 percobaan pembunuhan dan satu terorisme pada Maret tahun lalu. Dia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat.

Hal ini menjadi yang pertama kalinya hukuman seumur hidup dijatuhkan di Selandia Baru. Tarrant tidak memberikan pembelaan pada saat itu. Akan tetapi pengacaranya Tony Ellis mengatakan warga negara Australia berusia 31 tahun itu sekarang mempertanyakan keputusannya mengaku bersalah.

Ellis mengatakan Tarrant memberitahunya pembelaan itu dilakukan di bawah tekanan. Hal ini karena dia mengalami perlakuan yang tidak manusiawi dan merendahkan martabat saat ditahan.

“Dia memutuskan jalan keluar paling sederhana adalah mengaku bersalah,” kata Ellis.

Berbekal senjata semi-otomatis, Tarrant menyerang jamaah salat Jumat di masjid Al Noor Christchurch dan Masjid Linwood pada Maret 2019. Dia juga menyiarkan langsung pembunuhannya. Korbannya semuanya Muslim dan termasuk anak-anak, wanita dan orang tua.

Dia mengatakan Tarrant telah memberinya sekitar 15 halaman deskripsi rinci tentang dugaan penganiayaannya. “Dengan ini, maksudnya dia menjadi sasaran perlakuan yang tidak manusiawi atau merendahkan martabat saat ditahan, yang mencegah pengadilan yang adil,” tulis Ellis pekan lalu dalam sebuah memorandum.

Bagikan Artikel ini:
Baca Juga:  Bom Bunuh Diri Meledak di Masjid Syiah Saat Salat Jumat, ISIS-K TanggungJawab, Pelaku Muslim Uighur

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

undangan non muslim

Fikih Toleransi (6): Menghadiri Undangan Non Muslim

Toleransi yang sejatinya merupakan ajaran Islam mulai menipis, bahkan dianggap bukan ajaran Islam. Ini terjadi …

toleransi

Khutbah Jumat – Islam dan Toleransi

Khutbah Pertama اَلْحَمْدُ لله الَذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ وَهَدَانَا إلَى صِرَاطِ الْمُسْتَقِيْمِ صِرَاطِ الَذِيْنَ …