melatih anak berpuasa
melatih anak berpuasa

Panduan Orang Tua Muslim (4): Cara Melatih Anak Berpuasa Ramadan

Pendidikan agama merupakan hal yang amat penting bagi anak. Keluarga menjadi ujung tombak untuk menyemaikan dan menanamkan nilai-nilai agama kepada mereka. Pendidikan anak yang paling utama didahulukan adalah mendidiknya dengan akhlak/moralitas. Kemudian, dididik dengan ilmu agama. Terutama pengenalan dan praktik rukun iman dan rukun Islam.

Pada bulan Ramadan, orang tua berkesempatan mendidik anak dengan pemahaman nilai-nilai puasa Ramadan serta melatih mereka untuk berpuasa.

Bagaimana melatih anak berpuasa yang sesuai dengan syariat Islam?

Tidak ada hadits yang secara tegas membicarakan konsep bagaimana mendidik anak untuk berpuasa. Namun, menurut Yusuf al Qardhawi dalam kitabnya Fiqhus Shiyam hadits tentang perintah shalat kepada anak sebagai isyarat juga untuk melatih mereka berpuasa.

Kata Nabi: “Perintahkanlah anak-anak kalian untuk shalat pada usia tujuh tahun, dan pukullah mereka (dengan pukulan mendidik tidak menyakitkan) karenanya ketika usia sepuluh tahun”. (HR. Bukhari).

Menurut Dr. Yusuf al Qardhawi, hadits ini juga bermakna perintah mendidik anak supaya berpuasa. Ada dua tahap pendidikan dan pengajaran bagi anak. Tahap pertama, pada usia tujuh tahun orang tua memerintahkan, mendidik dan menganjurkan anak untuk berpuasa. Tahap kedua, pada usia sepuluh tahun orang tua memukul dengan pukulan mendidik tidak menyakitkan, melatih dan memperingatkan anak apabila tidak berpuasa.

Tentunya, karena hanya latihan orang tua tidak boleh memaksa anak puasa sehari penuh apabila mereka tidak kuat dan belum masuk usia baligh. Orang tua pertama kali memberikan pemahaman dan keutamaan puasa Ramadan.

Memberikan pemahaman bahwa puasa Ramadan adalah bagian dari rukun Islam yang memiliki keutamaan besar. Menahan haus dan lapar tidaklah sia-sia karena ada imbalan pahala tak terhingga serta mengekang hawa nafsu supaya menjadi muslim yang bertakwa.

Baca Juga:  Bukan Sekedar Makan, Inilah 4 Keutamaan Sahur

Saat anak-anak berpuasa orang tua menciptakan suasana yang menyenangkan dengan kegiatan-kegiatan yang produktif. Sesekali mengajak mereka ke tempat yang menyenangkan. Dan, tak kalah penting adalah memberikan apresiasi kepada anak atau dengan memberikan hadiah.

Peran orang tua sangat dibutuhkan, bahkan menjadi pintu masuk pertama membentuk pribadi anak yang beriman dan bertakwa. Banyak fakta membuktikan anak yang tidak taat kepada agama dan juga kepada orang tuanya karena sejak dini tidak didik agama, terutama di lingkungan keluarga.

 

 

Bagikan Artikel ini:

About Faizatul Ummah

Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo

Check Also

keragaman

Dalil Toleransi Beragama dalam Al Qur’an : Kemajemukan adalah Kehendak Ilahi

Hari ini masyarakat terkadang begitu alergi dengan perbedaan. Politisasi identitas semakin menguat dan mudah menggolongkan …

ratu elizabeth

Ratu Elizabeth II Meninggal, Bolehkah Mendoakan dan Menghormati Jenazah Non Muslim?

Kepergian Ratu Elizabeth II menyisakan duka mendalam bagi rakyat Inggris. Jutaan rakyat Inggris larut dalam …