cbfca bfbd b cfddeaf
cbfca bfbd b cfddeaf

Pemerintah Arab Saudi Eksekusi Mati Warganya Atas Aksi Terorisme

Jakarta – Terorisme telah menjadi momok dan musuh bersama disemua negara, perlawanan terhadap aksi terorisme terus berjalan karena aksi terorisme merupakan kejahatan yang masuk dalam kategori ekstra ordinary crime. Terorisme telah membuat sengsara masyarakat dibeberapa negara timur tengah bahkan memisahkan satu keluarga dengan keluarga lainya.

Terorisme tidak mengenal tempat dan waktu, di Saudi Arabia beberapa aksi terorisme pernah terjadi, bahkan terjadi di sekitar Masjidil Haram. Para pelaku yang berhasil ditangkap kemudian diadili atas perbuatanya dan beberapa telah dihukum mati karena terbukti secara sah melakukan aksi terorisme.

Seorang pria Arab Saudi dieksekusi mati di kota Dammam pada Senin (6/9) waktu setempat atas dakwaan terorisme dan penyelundupan senjata.

Seperti diberitakan kantor berita AFP dan detikcom. Selasa (7/9/2021), dalam sebuah pernyataan, Kementerian Dalam Negeri Saudi menyatakan pria itu telah dinyatakan bersalah menjadi anggota sel teroris dan “menargetkan personel keamanan dengan menembaki mereka”.

Kementerian menambahkan, dia juga didakwa “menyelundupkan senjata ke dalam dan ke luar negeri serta menjadi anggota sel teroris dengan tujuan mengganggu stabilitas keamanan nasional”.

Bulan lalu, kelompok HAM Amnesty International mengatakan setidaknya 40 orang dieksekusi mati antara Januari dan Juli di Arab Saudi, lebih banyak dari sepanjang tahun 2020.

Menurut Amnesty, Arab Saudi menghukum mati 184 orang pada 2019, dan mengatakan itu adalah jumlah tertinggi yang tercatat dalam satu tahun di negara itu.

Awal tahun ini, Komisi Hak Asasi Manusia Arab Saudi (HRC) mengatakan telah mendokumentasikan 27 eksekusi mati pada tahun 2020, penurunan 85 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sebagian karena moratorium hukuman mati untuk pelanggaran narkoba.

Tahun lalu, HRC juga mengumumkan bahwa Arab Saudi menghapus hukuman cambuk yang diperintahkan pengadilan, dalam sebuah langkah reformasi yang disambut baik oleh para aktivis.

Baca Juga:  Menjernihkan Kekeliruan Dalam Memaknai Islamophobia

Namun, para aktivis skeptis bahwa reformasi akan meluas ke pembebasan tahanan politik, penghentian tindakan keras terhadap perbedaan pendapat atau diakhirinya eksekusi mati.

 

 

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

muslim houston amerika serikat rayakan idul fitri dengan menggelar festival

Komunitas Muslim Houston bagikan Makan Gratis Tunawisma

JAKARTA – Islam adalah agama rahmatan lil’alamin, rahmat yang bukan saja untuk umat Islam namun …

ilustrasi logo nahdlatul ulama

Konbes NU 2022 Lahirkan 19 Peraturan untuk Perkuat Landasan Jam’iyah Optimalisasi Khidmah

JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Konbes NU) 2022 …