pendiri nii crisis center ken
pendiri nii crisis center ken

Pendiri NII Crisis Center: Hati-Hati, Anggota NII Ada yang Menyusup ke Perbakin

BATUSANGKAR — Negara Islam Indonesia (NII) telah menjadi Organisasi terlarang karena ingin mengganti ideologi negara. Meski telah dilarang namun hingga sekarang anggota NII masih banyak yang bergerak dalam mempengaruhi dan merekrut anggota baru.

Bukti yang menunjukkan eksistensi NII masih bergerak diakar rumput masyakat adalah, penangkapan beberapa anggota jaringan NII dan yang terbaru baiat kembali mantan anggota NII ke NKRI di Sumatera Barat dan Jawab Barat.

Pendiri NII Crisis Center, Ken Setiawan, mengatakan anggota Negara Islam Indonesia (NII) bukan hanya bersenjatakan golok. Ia menyebut sudah ada jaringan NII yang dilengkapi senjata api.

Bahkan latihan menembak anggota NII ini menurut Ken bukan lagi di pedalaman, tapi menyusup ke induk organisasi menembak Persatuan Berburu dan Menembak Indonesia (Perbakin). “Mereka menyusup dengan bergabung ke Perbakin. Ini harus jadi evaluasi untuk Perbakin. Jangan sampai mereka mendapatkan legalitas untuk latihan menembak,” kata Ken, di Batusangkar, Sumatra Barat, seperti dilansir dari laman republika.co.id Jumat (29/4/2022).

Ken yang merupakan mantan anggota NII menyebut saat ini organisasi terlarang itu paling besar tersebar di DKI Jakarta dan Jawa Barat. NII terbagi ke dalam sembilan komando wilayah. Tapi penyebarannya sudah masuk ke seluruh provinsi di Indonesia.

Ia meyakini, target aksi dari NII adalah pada tahun 2024. Di mana NII percaya akan terjadi kekacauan di Indonesia. Di sanalah nanti NII akan tampil seolah menjadi pahlawan dan mendirikan negara dengan ideologi yang mereka yakini. Yaitu mengganti ideologi Pancasila dengan taubat negara Islam.

Ken menjelaskan NII Crisis Center sudah berdiri sejak tahun 2004. Organisasi ini mendapatkan legalitas sejak 2013. Sampai saat ini, NII Crisis Center sudah berhasil mengeluarkan ribuan anggota untuk kembali bersumpah setia kepada NKRI.

Pencabutan bai’at untuk kembali bersumpah setia kepada Pancasila dan NKRI kata dia paling besar dilakukan di Sumatra Barat. Sebelumnya di daerah lain lanjut Ken, mantan jaringan NII yang sudah mencabut baiat ini tidak mau memunculkan diri ke publik karena menganggap hal itu sebagai aib.

NII Crisis Center lanjut Ken akan terus bahu membahu bersama aparat keamanan untuk mencegah dan mengedukasi masyarakat agar tidak terjebak ke dalam pemahaman ideologi yang sesat. “Kami sudah punya hotline pengaduan. Yang sudah melapor ini, kita reideologi dengan Pancasila lagi dan menerima konsep kebhinekaan,” ujar Ken.

 

 

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Check Also

Menkopolhukam Mahfud MD berikan kuliah umum di Universitas Ibrahimy Pondok Pesantren Salafiyah Safiiyah Situbondo

Waspada Radikalisme, Guru Ngaji Wajib Pegang Teguh Ajaran Agama dan Tak Terpancing Paham Radikal

Sumenep – Guru agama berperan penting dalam mencegah penyebaran radikalisme. Karena itu, guru agama atau …

amalan bulan rajab

Khutbah Jumat: Keberkahan Di Bulan Rajab

Khutbah I الحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ خَلَقَ الزّمَانَ وَفَضَّلَ بَعْضَهُ عَلَى بَعْضٍ فَخَصَّ بَعْضُ الشُّهُوْرِ وَالأَيَّامِ …

escortescort