Brigjen Pol Ahmad Nurwakhid di acara Dirgahayu Kota Tangerang ke
Brigjen Pol Ahmad Nurwakhid di acara Dirgahayu Kota Tangerang ke-29

Pentingnya Ta’aruf sebagai Benteng Toleransi  di Tengah Kemajemukan Indonesia

Tangerang- Di tengah masyarakat majemuk seperti Indonesia, toleransi merupakan sikap yang mutlak diwujudkan guna memperkuat persatuan dan kesatuan. Sikap toleransi tidak akan tercapai tanpa adanya sikap saling mengenal dan memahami.

“Perbedaan adalah sunnatullah, karena itulah Tuhan memerintah kepada suluruh manusia untuk lita’arafu, saling mengenal, saling memahami dan menghormati untuk saling memanusiakan antar manusia agar terwujud harmoni dalam keberagaman,” demikian ditegaskan Direktur Pencegahan BNPT, Brigjen Pol. R. Ahmad Nurwakhid, saat menghadiri HUT Kota Tangerang ke 29 dengan tema “Kota Tangerang Benteng Toleransi”, Minggu (27/2/22).

Toleransi harus menjadi bagian penting dari sikap umat beragama sebagai benteng mencegah masuknya ideologi radikalisme dan terorisme yang kerap mengatasnamakan agama. Radikal terorisme, menurut Nurwakhid, potensial memapar setiap individu manusia serta tidak terikat dengan suku, agama, ras ataupun golongan tertentu maupun tingkat intelektualitas.

“Perlu saya tegaskan tidak ada kaitannya terorisme dengan agama apapun karena tidak ada satu agamapun yang membenarkan semua tindakannya, namun terorisme terkait dengan pemahaman dan cara beragama yang salah dan menyimpang dari oknum umat beragama yang bersangkutan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Brigjen Pol Nurwakhid mengatakan terorisme merupakan musuh agama karena semua tindakannya tidak sesuai dengan ajaran agama manapun. Begitu pula terorisme menjadi musuh negara karena ideologi yang diusungnya bertentangan dengan konsensus nasional, yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.

Terorisme merupakan kejahatan luar biasa dan kejahatan kemanusiaan yang harus dijadikan musuh bersama (common enemy) dengan “perlawanan semesta”. Karena itulah, menurutnya, BNPT telah merumuskan kebijakan penanggulangan pentahelix yang melibatkan multi pihak seperti pemerintah, akademisi, komunitas, dunia usaha dan media untuk berkolaborasi.

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh Walikota dan Wakil Walikota, Forkopimkot dan semua jajaran Pemerintah Kota Tangerang ini, Nurwakhid juga mengucapkan selamat hari jadi Kota Tangerang ke 29 dan mendorong Tanggerang untuk selalu berkomitmen sebagai benteng toleransi. Ia juga memuji kota ini sebagai miniatur Indonesia yang penuh keragaman, tetapi bisa terjalin harmoni.

Baca Juga:  Pemerintah Tetap Larang Kegiatan Keagamaan Masif di Masjid dan Lapangan

“Saya mengapreasiasi komitmen tokoh agama, Pemkot dan semua masyarakat Kota Tangerang untuk selalu menjaga toleransi dan Kebhinekaan di Kota Tangerang dan semoga menjadi inspirasi bagi kota lain di Indonesia,” pungkas Nurwakhid.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

buya syafii maarif

Mengenang Buya Syafii Maarif : Tokoh Sederhana yang Teguh Memegang Prinsip Keislaman, Kebangsaan dan Kemanusiaan

Sejatinya, teramat sulit untuk menuliskan judul tentang sosok inspiratif Buya Syafii Maarif. Bukan karena kekurangan …

akhlak karimah

Khutbah Jumat – Menyelamatkan Generasi Muda Dari Virus Radikalisme

Khutbah I اْلحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ …