2020 nikah
2020 nikah

Tahun 2020 : Momentum untuk Kalian Ta’aruf dan Hubungan Serius

Beberapa tahun belakangan ini, viral semacam gerakan “Indonesia Tanpa Pacaran” yang digagas oleh La Ode Munafar. Gerakan ini sampai sekarang sudah mencapai satu juta followers di media sosial instagram. Dengan kata lain, gerakan ini menjadi sasaran anak muda atau millenial yang ingin menjadi “jomblo” sampai dikatakan suatu momen yang di-halal-kan yaitu pernikahan.

Untuk antum yang masih ragu putus atau masih (ingin) melanjutkan hubungan dengan doi, simak Q.S. al-Hujurât ini :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

 “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” [Q.S. al-Hujurât: 13] .

Ayat di atas bisa dimaknai, bahwasanya kita sebagai hamba Allah harus saling mengenal antar individu ke individu atau antar kelompok dengan kelompok lain. Namun harus didasari dengan pondasi syariat serta selalu bertakwa agar kita menjadi pribadi yang mulia di mata Allah SWT.

Islam tidak mengajarkan istilah “pacaran”. Secara terminologi hanya ada kata “Ta’aruf” , berasal dari kata ‘arofa yang berarti mengetahui, mengenal. Biasanya istilah ta’aruf ini digunakan untuk seseorang yang hendak menginjak ke pelaminan.  

Allah SWT. berfirman dalam Alquran surat al-Ruum :

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ 

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir” [Q.S. al-Ruum: 21].

Baca Juga:  Teladan Nabi yang Ramah Lingkungan

Pada Tafsir al-Mishbah, kata taskunû terambil dari kata sakana yaitu diam, tenang setelah sebelumnya guncang dan sibuk. Dari sini, rumah dinamai sakan karena dia tempat memperoleh ketenangan setelah sebelumnya si penghuni sibuk di luar rumah. Perkawinan melahirkan ketenangan batin. Allah telah menciptakan dalam diri setiap makhluk dorongan untuk menyatu dengan pasangannya apalagi masing-masing ingin mempertahankan eksistensi jenisnya. Dari sini, Allah menciptakan pada diri mereka naluri seksual.

Mengenai gerakan Indonesia Tanpa Pacaran, penulis apresiasi penggagasnya. Namun janganlah menjadikan gerakan kalian bisnis dalam kedok agama.   Allah SWT berfirman:

وَلَا تَشْتَرُوا بِآيَاتِي ثَمَنًا قَلِيلًا وَإِيَّايَ فَاتَّقُونِ

“Janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah, dan hanya kepada Akulah kamu harus bertakwa.” [Q.S. al-Baqarah: 41].

Maka dari itu, antum yang masih “pacaran” atau dalam tahap “ta’aruf” segeralah di tahun 2020 untuk menikah. Agar jauh dari perbuatan yang melebihi batas. Tidak perlu ikut-ikut semacam gerakan, komunitas atau semacamnya. Yang pada intinya, kalian ya nikah aja, tidak perlu lama-lama.

Bagikan Artikel ini:

About Mubarok ibn al-Bashari

Avatar of Mubarok ibn al-Bashari
Mahasiswa Pasca Sarjana UNUSIA

Check Also

palestina israel

Tafsir Surah al-Isra’ Ayat 4-5: Kezaliman Bani Israel dan Janji Allah Bagi Palestina

Peristiwa yang sangat tidak manusiawi terjadi kepada saudara-saudara kita di Palestina. Di saat melaksanakan kekhusyukan …

tafsir quran faedah perumpamaan

Jika Salah Tafsir Surah al-Fath Ayat 29: Keraslah Terhadap Sifat Kafir

Surah al-Fath turun saat peristiwa Perjanjian Hudaibiyah. Perjanjian Hudaibiyah merupakan peristiwa yang begitu fenomenal. Dimana …