ilustrasi 210206193300 817
ilustrasi 210206193300 817

Pesantren Masih Rawan Jadi Klaster, Ditemukan 201 Santri Terinfeksi Covid- 19 Di Bangka

SUNGAILIAT – Pondok Pesantren masih menjadi tempat yang sangat rawan terhadap penyebaran virus Covid- 19. Oleh karena itulah beberapa ponpes membatasi kunjungan orangtua wali murid dan kerabat terhadap santri, guna melakukan pencegahan terhadap menularnya virus Covid- 19

Demi menjaga agar santri dan pengasuh pesantren terhindar dari Covid- 19 pengecekan kesehatan terus dilakukan sehingga Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menemukan satu klaster pesantren. Sebanyak 201 santri dari salah satu pondok pesantren modern di daerah itu positif Covid-19.

Juru bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bangka, Boy Yandra, mengatakan, 201 santri yang dinyatakan positif tersebut berdasarkan hasil uji laboratorium kesehatan daerah (labkesda) setempat. “Saat dilakukan isolasi, tim medis dari Rumah Sakit Medika Stania Sungailiat akan memisahkan santri positif Covid-19 yang bergejala dengan pasien tidak bergejala,” katanya seperti dikutip dari laman republika. Rabu (24/2).

Ia menjelaskanjika dalam proses isolasi diketahui ada santri yang mengalami gejala berat, akan mendapat perawatan khusus dari tim medis setempat. “Dipilihnya Rumah Sakit Medika Stania dalam perawatan santri positif Covid-19 karena rumah sakit itu menjadi rujukan oleh pihak yayasan pesantren,” katanya.

Ia mengatakan dijadwalkan pada Kamis (25/2) rumah sakit akan melakukan pemeriksaan kembali seluruh santri untuk memastikan kesehatannya. Jika didapati santri yang positif namun mengalami gejala berat langsung dilakukan perawatan kesehatan secara intensif.

Dengan bertambahnya 201 pasien Covid-19 dari klaster pesantren, total akumulasi pasien Covid-19 di Kabupaten Bangka mencapai 1.987 orang. Rinciannya 1.709 orang sudah dinyatakan sembuh, 21 pasien meninggal dunia serta 257 orang masih menjalani isolasi untuk mendapatkan perawatan kesehatan.

“Kami dari satgas tidak henti-hentinya mengingatkan masyarakat agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan baik sebagai langkah awal mencegah dan memutus penyebaran virus yang belum ditemukan obatnya,” kata Boy Yandra.

Bagikan Artikel ini:
Baca Juga:  TGB: Politisasi Agama Untuk Dapatkan Kekuasaan Sangat Berbahaya

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Kepala BNPT Komjen Pol Dr Boy Rafli Amar MH saat RDP dengan Komisi III DPR RI Rabu September

Anggota MIT Tambah Jadi 12 Orang, Kepala BNPT: Ada 17 Desa di Poso Penceramahnya Dukung Ali Kalora

Jakarta – Jumlah anggota kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang semua tinggal 6 orang, …

Komjen Boy Rafli Amar

BNPT Tanggapi Positif Peringatan Jepang Terkait Potensi Aksi Terorisme di Tempat Ibadah

Jakarta – Jepang mengeluarkan peringatan potensi ancaman terorisme di Indonesia dan lima negara ASEAN yaitu …