gua hira
gua hira

Rasulullah Menerima Wahyu Pertama di Bulan Ramadan, Ini Kisahnya!

Rasulullah Saw., dikukuhkan menjadi seorang rasul penutup oleh Allah Swt., pada usia 40 tahun. Pengangkatan tersebut, ditandai dengan turunnya wahyu yang pertama. Dan, sebagaimana diketahui, Rasulullah Saw., menerima wahyu pertama tersebut di bulan Ramadhan. Bagaimana kisahnya?

Menjelang diangkat menjadi nabi terakhir, Rasulullah Saw., sering berkhalwat atau menyendiri untuk beribadah. Ia memilih Gua Hira sebagai tempat untuk menyepi. Menjauh dari hingar bingar Kota Makkah. Aisyah berkata bahwa Allah Swt., menjadikan Rasulullah Saw., suka berkhalwat. Tidak ada sesuatu yang lebih disukainya selain berkhalwat.

Diceritakan oleh Abdul Malik bin Ubaidillah bin Abi Sufyan bin Ala’ bin Jariyah ats-Tsaqafi kepada Ibnu Ishaq bahwa Rasulullah suka menjauh dari rumah-rumah penduduk Makkah dan menyingkir ke lembah-lembah Makkah. Dalam perjalanan tersebut, setiap kali melintasi batu dan pohon, semua berkata, “Assalamu’alaika, ya Rasulullah.”

Mendengar hal itu, Rasulullah menoleh ke kanan, ke kiri dan ke belakang, tetapi tidak melihat siapa pun selain pohon dan bebatuan. Demikianlah, Rasulullah melihat dan mendengar banyak hal sesuai dengan kehendak Allah.

Dalam Sirah Nabawiyah, Ibnu Hisyam mengutip Ibnu Ishaq, mengatakan bahwa Rasulullah Saw., menyendiri di Gua Hira sebulan setiap tahunnya. Usai berkhalwat, sebelum masuk ke rumahnya, Rasulullah Saw., mendatangi Ka’bah. Ia melakukan thawaf mengitari Ka’bah sebanyak tujuh kali. Setelah selesai, ia baru akan kembali ke rumah. Hal tersebut terus berlangsung hingga tibalah waktu yang begitu mulia. Atas perintah Allah Swt., Jibril mendatanginya dan membawakan wahyu pertama.

Peristiwa turunnya wahyu yang pertama tersebut, diceritakan oleh Rasulullah Saw., sendiri. Ibnu Hisyam merekamnya dengan baik dalam Sirah Nabawiyah. Begini kisahnya.

Rasulullah Saw., bercerita bahwa Jibril mendatanginya saat dirinya tertidur beralaskan tikar dari dibaj (sutra) yang berisi kitab. Jibril berkata: “Bacalah”. Rasulullah Saw., lalu menjawab, “apa yang harus kubaca?” Kemudian Jibril mendekapnya. Rasulullah Saw., berpikir saat itu adalah kematiannya. Lalu Jibril melepaskannya. Peristiwa tersebut terjadi berulang kali dengan dialog yang sama.

Baca Juga:  Tiga Kegagalan Siasat Licik Abu Amr dalam Memusuhi Islam

Hingga kemudian Jibril berkata: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia. Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.”

Apa yang dibacakan oleh Jibril tersebut adalah wahyu pertama yang turun kepada Rasulullah Saw. Ayat 1-5 dari Surat al-Alaq. Setelah Jibril membacakan ayat tersebut, Rasulullah Saw., pun ganti membacanya. Setelah selesai, Jibril pergi.

Setelah kepergian Jibril, Rasulullah Saw., terjaga dari tidurnya dan seolah-olah telah terpahat sebuah tulisan di dalam hatinya. Rasulullah Saw., lalu keluar dari gua. Pada pertengahan gunung, Rasulullah Saw., mendengar suara dari langit yang berseru

“Wahai Muhammad Saw., engkau adalah Rasul Allah dan aku adalah Jibril.” Rasulullah melihat ke atas dan melihat Jibril dalam bentuk seorang lelaki yang kedua telapak kakinya tegak di ufuk langit. Jibril mengulangi perkataannya sekali lagi. “Wahai Muhammad Saw., engkau adalah Rasul Allah dan aku adalah Jibril.”

Setelahnya, Rasulullah Saw., pulang ke rumah dan mencari Khadijah. Rasulullah Saw., duduk di pangkuannya dan bersandar kepada istrinya tersebut. Lalu, Rasulullah Saw., menceritakan pengalaman yang telah dilaluinya. Mendengar cerita tersebut, Khadijah berkata, “bergembiralah, anak pamanku. Teguhkanlah dirimu. Demi jiwa Khadijah di tangan-Nya, sesungguhnya aku berharap engkau terpilih menjadi nabi umat ini.”

Peristiwa turunnya wahyu yang pertama tersebut merupakan tanda telah muncul seorang Nabi akhir zaman, yaitu Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib.

Ibnu Ishaq mencatat bahwa Rasulullah Saw., menerima wahyu tersebut pada bulan Ramadhan. Allah Swt., berfirman, “Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu, dan pembeda (antara yang benar dan yang batil.” (Qs. Al-Baqarah: 185).

Baca Juga:  Darul Arqam : Madrasah Pertama di Dunia

Demikianlah kisah Rasulullah menerima wahyu pertama di bulan Ramadhan. Semoga di bulan Ramadhan yang suci ini, kita senantiasa membiasakan diri untuk membaca ayat-ayat suci al-Qur’an. Semoga kita dipertemukan dengan Ramadhan selanjutnya. Aamiin.

Bagikan Artikel ini:

About Nur Rokhim

Avatar of Nur Rokhim
Mahasiswa Pasca Sarjana Sejarah Peradaban Islam UIN Sunan Kalijaga. Aktif di Majalah Bangkit PWNU DIY

Check Also

musa dan firaun

Kisah Nabi Musa dan Firaun: Adab Mengkritik Seorang Penguasa yang Sangat Dzalim

Pergilah kamu berdua kepada Firaun, sesungguhnya dia telah melampaui batas. Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya …

makkah

Ketika Masjidil Haram Ditutup karena Wabah Melanda

Presiden Jokowi telah menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat mulai tanggal 3-20 Juli mendatang. …