ustad medsos
ustad medsos

Senang Bermedsos, Hindari Perkataan Makruh dan Haram

Hampir bisa dipastikan, manusia modern saat ini tidak bisa pisah dari media sosial. Kesehariannya hampir didominasi dengan berselancar di ruang-ruang dunia maya dengan perangkat elektronik semisal gadget. Plus minus tentunya.

Bagi yang memanfaatkan teknologi untuk kemanfaatan berarti ia beruntung sebab tidak diperbudak oleh teknologi. Sebaliknya, bila teknologi hanya untuk sesuatu yang tidak bermanfaat akan sangat merugi. Sebab waktu dibuang begitu saja.

Terutama dalam hal komunikasi di media sosial, sebagai muslim kita harus berhati-hati. Tidak boleh sampai berkata-kata dengan ucapan maupun tulisan dengan kata-kata yang tidak sewajarnya.

Perlu diingat, tulisan sama hukumnya dengan perkataan. Dalam ajaran Islam, perkataan ada yang makruh dan ada pula yang haram. Perkataan yang makruh artinya dibenci oleh agama, menghindarinya mendapat pahala. Dan, yang haram tentu diganjar dengan dosa.

Allah berfirman, “Tidak ada suatu kata pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir”. (QS. Qaf: 18).

Ini artinya semua yang kita ucapkan, juga yang kita tuliskan, ada konsekuensi hukumnya. Seperti kita tahu, hukum itu berkisar antara mubah (boleh), sunnah, makruh, wajib dan haram. Semua akan ada balasan dari Allah, sekecil dzarrah pun apa yang kita kerjakan pasti ada balasannya. Baik diberi imbalan pahala dan buruk dibalas siksa sebab melakukan dosa.

Pada ayat yang lain Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah benar-benar mengawasimu”. (QS. al Fajr: 14).

Pengawasan Tuhan kepada manusia terjadi setiap saat dan disetiap waktu, tak pernah lepas. Sebab itu dalam berkata-kata, menulis dan berkomentar harus memakai adab dan sopan santun.

Nabi sendiri menganjurkan kita, bila tidak bisa berkata-kata yang baik, tidak ada guna dan manfaat, maka wajib diam. Dari sini para ulama, seperti ditulis oleh Imam Nawawi dalam kitabnya al Adzkar memilah hukum-hukum untuk ucapan dan juga tulisan tentunya.

Pada asalnya hukum berbicara maupun menulis adalah mubah (boleh). Tetapi, bila berkata-kata manfaatnya sama dengan ketika diam, disunnahkan tidak berbicara. Makruh bila ucapan itu berpotensi menyakiti orang lain meskipun niatnya tidak kesana. Dan haram bila jelas-jelas menyakiti orang lain.

Dari Abu Hurairah, dari Nabi, beliau bersabda, “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah (bila berkata) berkata yang baik atau diam saja”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis ini menyuruh kita untuk berbicara yang baik-baik dan yang bermanfaat. Jika ragu apakah yang akan dikatakan adalah baik atau tidak, maka lebih baik diam. Ini akhlak yang baik yang diajarkan baginda Nabi.

Dari Abu Musa al Asy’ari, ia berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah, Wahai Rasulullah, siapa diantara kaum muslimin yang paling utama”?. Beliau menjawab, “Orang dimana muslim yang lain selamat dari tangan dan lisannya”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Bila demikian, dosa yang diakibatkan oleh perkataan dan tulisan tarafnya sampai pada haram, seperti mencaci, menyakiti, memprovokasi adalah dosa besar namun dianggap sepele. Hal ditegaskan oleh hadis Nabi.

Dari Abu Hurairah, ia mendengar Nabi bersabda, “Sesungguhnya seorang hamba (Allah) yang asal bicara tanpa dipikirkan baik buruknya, dapat tergelincir ke dalam jurang neraka yang dalamnya lebih dari jarak antara Masyriq dan Maghrib”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Sekali lagi, hadis ini menegaskan akan konsekuensi besar akibat perkataan maupun tulisan yang hukumnya sampai pada level haram seperti telah tersebut. Karena itu, sudah sewajarnya sebagai muslim untuk menjaga lisan dan tulisan dari berbuat tercela. Benar kalau dikatakan selain dari perbuatan akhlakul karimah juga tercermin dari perkataan dan begitu juga tulisan.

Bagikan Artikel ini:

About Faizatul Ummah

Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo dan Bendahara Umum divisi Politik, Hukum dan Advokasi di PC Fatayat NU KKR

Check Also

kopi sufi

Kopi dan Spiritualitas Para Sufi

Ulama dan Kopi apakah ada kaitan diantara mereka berdua? Kopi mengandung senyawa kimia bernama “Kafein”. …

doa bulan rajab

Meluruskan Tuduhan Palsu Hadits-hadits Keutamaan Bulan Rajab

Tahun Baru Masehi, 1 Januari 2025, bertepatan dengan tanggal 1 bulan Rajab 1446 H. Momen …