Ilustrasi pemerkosaan santri
Ilustrasi pemerkosaan santri

Setelah di Bandung, Perkosaan Santri Terjadi di OKU, Menag: Kejar dan Bersihkan Predator Seksual dari Pesantren

Jakarta – Kasus perkosaan terhadap santriwati kembali terjadi. Setelah heboh 21 santriwati diperkosai guru pesantren di Bandung dan melahirkan beberapa anak, kasus biadab itu kembali terjadi di Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan. Seorang pemilik pesantren bernama Moh Syukur ditangkap polisi dengan dugaan melakukan pemerkosaan terhadap santriwati hingga melahirkan.

“Saya menyesalkan dan mengutuk peristiwa ini. Saya pastikan ijin operasional (Ijop) pesantren dicabut. Saya juga minta hukum berat pelaku,” tegas Menag di Jakarta, Jumat (31/12/2021), dikutip dari laman resmi Kemenag RI.

Gus Yaqut, panggilan akrabnya, menegaskan bahwa Kemenag berada di pihak para korban. Kemenag akan memberikan perlindungan kepada para pihak yang melaporkan kasus-kasus kekerasan seksual yang terjadi di lembaga pendidikan keagaman.

“Kemenag menyatakan perang terhadap pelaku kekerasan seksual dan akan bekerjasama dengan aparat penegak hukum untuk mengejar dan membersihkan predator seksual di lembaga pendidikan keagamaan,” imbuh Gus Yaqut.

Menag mengatakan, pihaknya telah mengambil langkah strategis menyikapi masalah ini. Selain menutup dan menghentikan kegiatan belajar mengajar di lembaga tersebut, Kemenag juga memulangkan seluruh santri ke daerah asal masing-masing.

“Kemenag akan membantu mereka mendapatkan sekolah lain untuk melanjutkan belajarnya. Kemenag bersinergi dengan madrasah-madrasah di lingkup Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama,” ujar Menag.

Sebelumnya, Moh Syukur (50), ditangkap polisi pada Senin (27/12). Dia ditangkap karena diduga melakukan pemerkosaan terhadap santriwati hingga melahirkan.

Kasat Reskrim Polres OKU AKP Acep Yuli Sahara mengatakan Syukur pernah dihukum karena kasus pencabulan anak. Kini Syukur ditangkap lagi karena diduga memperkosa seorang santriwati hingga melahirkan.

Acep mengatakan pelaku, yang juga merupakan petani, melakukan pemerkosaan terhadap korban SN (19) pada April 2021. Kejadian itu terungkap atas laporan warga sekitar ponpes yang curiga terhadap kondisi korban.

Baca Juga:  Tradisi Intelektual Ulama Nusantara: Melestarikan Pesantren, Kitab Kuning dan Sanad Ilmu

Menurut Acep, korban diperkosa saat kegiatan belajar-mengajar libur dan korban masih tinggal di ponpes tersebut. Korban juga sudah melahirkan bayi perempuan pada 21 Desember 2021 di dalam WC ponpes tersebut.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

muslim houston amerika serikat rayakan idul fitri dengan menggelar festival

Komunitas Muslim Houston bagikan Makan Gratis Tunawisma

JAKARTA – Islam adalah agama rahmatan lil’alamin, rahmat yang bukan saja untuk umat Islam namun …

ilustrasi logo nahdlatul ulama

Konbes NU 2022 Lahirkan 19 Peraturan untuk Perkuat Landasan Jam’iyah Optimalisasi Khidmah

JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Konbes NU) 2022 …