Rizwan Wadan
Rizwan Wadan

Sinematografer Muslim Asal Inggris Buat Film Untuk Perangi Islamofobia

Jakarta – Islamofobia di daratan Eropa dan Amerika Serikat sudah sampai pada tingkat yang sangat mengkhawatirkan. Aksi kekerasan yang mengarah pada terorisme sering dilakukan kelompok penganut Islamofobia seperti yang terjadi di Selandia Baru dan Kanada. Tidak hanya mereka, sering sekali melakukan intimidasi dan pengrusakan terhadap rumah ibadah dan kelompok masyarakat Muslim.

Hal itulah yang membuat pembuat Film atau sinamatografer Muslim Inggris Rizwan Wadan. Pria yang pernah menggaarap film Star Wars dan The Favourite akan merilis film pertamanya yang bertujuan melawan Islamofobia dan kesalahpahaman tentang Islam. Film ini menjadi wadah bagi Muslim untuk menceritakan kisah mereka.

Rizwan Wadan memulai proyeknya pada tahun 2019 untuk mengatasi kebencian, ekstremisme, dan terorisme. Pada Rabu, ia akan merilis filmnya berjudul Error in Terror dan melanjutkan proyek di mana ia berbicara kepada orang-orang di bar untuk menghilangkan mitos dan mempromosikan dialog antar agama.

“Stigma dan penyebab terbesar perpecahan antara dunia Muslim dan non-Muslim adalah komunitas kami ternodai oleh terorisme. Saya berpikir untuk mengatasi masalah ini, saya harus meluruskan dulu tentang terorisme,” kata Wadan dikutip dari laman aboutislam.net, Selasa (13/7/2021).

Wadan ingin membuat masyarakat mengerti bahwa Islam dan Muslim tidak berdiri untuk ekstremisme dan terorisme. Faktanya, tidak ada agama yang mendukung ekstremisme dan terorisme.

Film ini diproduksi melalui perusahaan Pixeleyed Pictures milik Wadan dan bertujuan untuk memisahkan ajaran dan prinsip Islam dari keterkaitannya dengan terorisme. Dia memilih untuk merilis film tersebut pada 7 Juli pada peringatan 13 tahun pemboman 7 Juli London dengan jelas mengumumkan Islam tidak mendukung serangan semacam itu.

Inisiatif serupa diambil awal tahun ini oleh Departemen Studi Agama di Memorial University of Newfoundland (MUN) dengan proyek yang membahas Islamofobia melalui media dan bioskop. Film pertama Your Last Walk in the Mosque diputar pada 29 Januari 2019.

Baca Juga:  PBNU Dorong Pemerintah Segera Lakukan Langkah Diplomatis Ciptakan Perdamaian di India

Film tersebut memperingati penembakan teroris Islamofobia pada Januari 2017 di Quebec. Ini menunjukkan efek samping dari insiden mengerikan pada korban Muslim Kanada dan keluarga mereka. Sementara untuk film kedua berjudul 14 dan Muslim tayang pada Februari 2019.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Gus Muwafiq bermain gitar dan musik

Gus Muwafiq: Musik Akan Jadi Alat Setan Bila Dipegang Orang-orang Yang Lalai

Jakarta – Pernyataan Uki Eks Noah bahwa musik itu haram berbuntut kontroversi. Raja Dangdut H. …

Khotbah Jumat

Wacana Khotbah 15 Menit, Muhammadiyah: Singkat Bukan Untuk Cegah Ngantuk, Tapi Sunah Nabi

Jakarta – Wadah Silaturrahmi Khatib Indonesia (Wasathi) mewacanakan usulan khotbah di masjid-masjid di seluruh Indonesia …