banjir ntt
banjir ntt

Tafsir Banjir yang Sedang Menjadi Bencana di Negeri ini

Ketika di hadapan kita dipertontonkan bencana banjir, seperti banjir bandang yang menerjang beberapa kabupaten dan kota di NTT baru saja, kabar terupdate 84 korban jiwa, mayat-mayatnya ditemukan terhanyut dan sebagian besar masih tertimbun belum ditemukan, rumah porak poranda, harta ludes, dan ada ribuan pengungsi yang kelelahan bertahan hidup.

Melihat panorama ini apa yang ada dibenak kita?

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kemabi (ke jalan yang benar)”. (al Rum: 41).

Al Sa’di dalam tafsirnya menjelaskan, tampaknya kerusakan di darat dan di laut, seperti turunnya musibah, turunnya penyakit dan musibah-musibah yang lain termasuk banjir disebabkan perbuatan buruk atau maksiat yang dilakukan oleh manusia.

Seperti telah maklum, perbuatan maksiat cakupannya luas sekali. Yakni, pelanggaran terhadap perintah Tuhan. Termasuk disini adalah pengrusakan alam. Alam yang awalnya diciptakan dengan sangat apik oleh Allah, pelan tapi pasti mulai dirusak dan dibuat tidak seimbang.

Ayat di atas berbicara bahwa banjir yang terjadi manusia sendirilah penyebabnya. Hutan-hutan digunduli tanpa keseimbangan, tambang-tambang dikeruk sedalam-dalamnya, sumber daya alam yang lain juga dikoyak tak henti tanpa pertimbangan, ujungnya adalah bencana banjir, tanah longsor, gempa, tsunami dan lainnya.

Banjir di NTT adalah bentuk perlawanan alam terhadap keserakahan dan kedzaliman sekaligus tanda atau ayat Tuhan sebagai bahan renungan dan pelajaran bagi manusia.

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan (dosa) mu sendiri”. (al Syura: 30).

Meski demikian, tidak berarti semua korban banjir adalah pendosa, tapi korban dari akibat tangan-tangan kotor penuh kemaksiatan. Bagi korban yang tidak berdosa ini maka musibah adalah ujian Allah untuk menempa iman supaya lebih kuat dan mantap. Sebab musibah seperti banjir merupakan tanda bahwa kekuasaan Allah tak bisa dilawan oleh manusia.

Baca Juga:  Tafsir Banjir : Cara Allah Menguji Keikhlasan dan Kesabaran

Oleh karena itu, banjir adalah pelajaran Allah untuk manusia. Tindakan pengrusakan alam merupakan perbuatan maksiat, tidak tahu berterimakasih kepada pencipta yang telah mengaturku sedemikian indah dan seimbangnya.

Untuk para pengrusak alam, Allah berpesan:

“Janganlah kamu membuat kerusakan di muka Bumi”. Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami orang-orang melakukan perbaikan. Ingatlah sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tapi mereka tidak sadar”. al Baqarah: 11-12).

Pesan-pesan Tuhan ini begitu tegas, segala kerusakan di bumi adalah karena ulah segelintir manusia dan korbannya adalah orang-orang yang tak berdosa sekalipun.

Bagikan Artikel
Best Automated Bot Traffic

About Khotibul Umam

Avatar
Alumni Pondok Pesantren Sidogiri