kata shalat dalam al-quran
Alquran

Tafsir Surah Al-Fatihah ayat 1-2: Makna Pujian atas Kebesaran Allah

Pujian atas kebesaran Allah sering sekali terlupakan oleh seorang Muslim. Terlupakan di sini artinya mengingat kebesaran Allah di waktu-waktu tertentu seperti saat beribadah saja. Kadang kala mengingat Allah ketika hati sedang bersedih atau sedang mendapat musibah. Intinya memuji Kebesaran Allah memerlukan waktu-waktu tertentu untuk merealisasikannya.

Realisasi memuji kebesaran Allah hakikatnya tidak terbatas oleh apa pun.  Hal ini dijelaskan dengan gamblang oleh Al-Qur’an dalam QS. Al- Fatihah [1]: 1-2 berikut, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ (1) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ (2)

Artinya

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang (1) Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam(2) (Al-Fātiḥah [1]:1-2)

Pada ayat pertama dalam surat Al-Fatihah menjelaskan tentang anjuran melafalkan Pujian kepada Allah. Pujian ini dijelaskan oleh Rasul bahwa “saya membaca Surah ini atas nama Allah karena ia merupakan wahyu yang diberikan oleh Tuhan kepada Rasul”. Hal ini mengandung hikmah keautentikan wahyu Al-Qur’an yang diberikan Allah kepada manusia.

Kandungan makna adanya lafaz Allah pada ayat pertama ini penting untuk dijelaskan. Hamka menjelaskan dalam tafsirnya bahwasanya Allah memiliki arti Zat yang Maha Kuasa. Karena digambarkan sebagai sesuatu yang sangat luar biasa menimbulkan ketakutan-ketakutan dari diri manusia.

Sehingga mengakibatkan manusia melakukan ritual-ritual seperti menyembelih hewan yang diniatkan agar Allah yang Maha Kuasa tidak marah atau tidak dendam kepada manusia. Penggambaran kejamnya Allah sehingga haru mengorbankan sesuatu yang dipotret oleh masyrakat terdahulu mengenai Allah.

Gambaran tersebut menjadikan kata Allah bergandeng dengan lafaz Ar-Rahman dan Ar-rahim. Kedua lafaz tersebut berakar dari lafaz Rahmat yang memiliki arti kasih sayang, cinta, kasih, dan lainnya. Sehingga lafaz Allah Yang diikat dengan lafaz Ar-Rahman dan Ar-Rahim bertujuan untuk menghapus secara pemaknaan atas pandangan masyarakat terdahulu.

Pemaknaan yang sebenarnya dijelaskan dalam ayat ini adalah segala sesuatu hal baik yang dikerjakan haruslah menyebut nama Allah. Penyebutan nama Allah ini dimaksudkan agar kegiatan yang dilakukan mengandung nilai keberkahan di dalamnya. Sehingga dapat terhindar dari pengaruh buruk yang merusak amal baik dari aktivitas. Keberkahan inilah yang menjadi dasar dari segala aktivitas yang dilakukan manusia.

Sebagaimana yang tercatat dalam hadis Nabi Saw.,

كُلُّ أَمْرٍ ذِيْ بَالٍ لَمْ يُبْدَأْ فِيْهِ بِبِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ أَقْطَعُ (رواه عبد القادر الرهاوي)

 

Artinya:

Setiap pekerjaan penting yang tidak dimulai dengan menyebut basmalah adalah buntung (kurang berkah).

Setelah aktivitas yang dilakukan menyebut nama Allah maka pada ayat kedua menjelaskan tentang ajakan untuk memuji Allah. Pujian atas kebesaran Allah dalam ayat ini memberikan dua uraian.

Uraian pertama menjelaskan bahwa segala pujian hanya pantas ditujukan kepada Allah semata. Meskipun menyematkan Pujian kepada Orang lain hakikatnya Pujian itu kembali kepada Allah. Sehingga ketika seseorang mengucapkan Alhamdulilillah tidak hanya menunjukkan pujian kepada Allah saja melainkan ia pula telah memuji Allah.

Uraian kedua alasan di balik kepatutan memuji Allah karena Allah merupakan rabbil ‘ālamin yang secara tekstual maknanya Tuhan semesta alam. Lafaz rabbun sendiri artinya beragam seperti pemilik, pengelola, dan pemelihara. Bahkan dapat diartikan dengan kata mendidik. Mendidik apa saja yang telah diciptakan oleh-Nya.

Sedangkan kata ‘alam memiliki arti seluruh alam yang meliputi semua jenis makhluk di dalamnya. Alam sendiri memiliki ragam jenis seperti alam tumbuhan, alam manusia, alam hewan, dan alam lainnya. Sehingga penjelasan dari uraian kedua ini adalah bahwa Allah merupakan pendidik bagi segala makhluk yang telah diciptakannya yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu.

Maka dari itu, sebagai seorang muslim marilah senantiasa untuk memuji Allah. Karena dengan memuji Allah, seseorang akan bergelimang keberkahan dalam hidup. Kehidupan yang penuh berkah ini yang seharusnya diimpikan oleh setiap muslim.

Bagikan Artikel ini:

About Ahmad Murtaza MZ

Alumni Magister UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
escortescort