surat yasin
surat yasin

Tafsir Surat Yasin Ayat 4 (2): Makna Islam sebagai Agama yang Lurus

Sebelumnya telah dijelaskan sebab nuzulnya ayat 1-3 dari Surat Yasin yang merupakan bantahan kepada kaum kafir Makkah atas keingkaran mereka terhadap Nabi sebagai utusan. Pada saat itu mereka menganggap Nabi Muhammad gila dan sesat. Sebab, menurut penilaian mereka bagaimana mungkin seorang yatim yang tidak pernah mengenal dunia pendidikan bisa menjadi Nabi.

Pada saat yang demikian itulah Allah sebagai dzat Yang Maha Agung bersumpah dan bersaksi bahwa Nabi Muhammad bagian dari rasul-rasul.

Sebagai kelanjutan dari persaksian tersebut, Allah kemudian berfirman “Di atas jalan yang lurus” (QS. Yaa Siin: 4). Dalam surat al-Fatihah ada juga sebuah bentuk permohonan doa bagi diri kita semua agar berada di jalan yang yang lurus. Lalu, apa maksud dari jalan lurus? Apa makna Islam sebagai agama yang lurus?

Dalam Tafsir Yasin Hamami Zadah, shirat al mustaqim pada ayat ini adalah agama Islam. Maknanya, “Wahai Muhammad! Sesungguhnya engkau adalah salah satu rasul, dan agamamu adalah agama yang benar, yaitu agama Islam”.

Imam al Qurthubi dalam tafsirnya menjelaskan, maksud jalan yang lurus (shirath al mustaqim) adalah agama yang lurus, yakni agama Islam. Menurut al Zujjaj artinya seperti agama nabi-nabi dan rasul-rasul sebelum kamu. Ayat ini dengan ayat sebelumnya memiliki keterkaitan redaksional. Bila ditulis berbunyi, “Sesungguhnya engkau pastilah salah satu dari rasul-rasul dan sesungguhnya engkau membawa agama yang lurus, agama yang benar, yakni agama Islam”.

Menurut Imam al Thabari, arti shirat al mustaqim adalah jalan lurus yang tidak berkelok-kelok, tidak lain adalah agama Islam. Sebagaimana penjelasan Imam Qatadah.

Dalam al Tahrir wa al Tanwir Li Ibni ‘Asyur, yang dimaksud shirath al mustaqim adalah petunjuk yang dapat menghantarkan kepada kebahagiaan di akhirat. Petunjuk tersebut tidak lain adalah agama Islam, agama yang diturunkan kepada para nabi dan rasul.

Baca Juga:  Pandangan Al-Quran tentang Bunuh Diri dan Dampaknya di Dunia dan Akhirat

Inilah makna shirath al mustaqim dalam ayat ini. Agama Islam yang berfungsi menunjukkan manusia pada jalan yang benar, jalan menuju kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Bagikan Artikel ini:

About Khotibul Umam

Avatar of Khotibul Umam
Alumni Pondok Pesantren Sidogiri

Check Also

muadzin

Apakah Muadzin Disyaratkan Punya Wudhu’?

Dari al Zuhri, dari Abu Hurairah, dari Nabi SAw, “Tidak boleh adzan kecuali orang yang …

menjaga kebersihan masjid

Anjuran Menjaga Kebersihan Masjid dan Memberinya Pengharum

Bukan suatu alasan dengan mengatakan terpenting adalah menjaga banyaknya jamaah di masjid sementara menjaga kebersihan …