WhatsApp Image 2020 04 16 at 11.33.46
WhatsApp Image 2020 04 16 at 11.33.46

Terima Kasih Ramadan (1) : Merawat “Pelajaran Lapar” Pasca Ramadan

Terima kasih Ramadan yang telah menggembleng selama sebulan. Ramadan mengajarkan banyak hal bukan sekedar memenuhi kewajiban semata. Ajaran intinya tentu hanya ingin meraih ridho Allah dengan predikat takwa. Namun, banyak sekali latihan dan pengetahuan yang diajarkan Ramadan untuk meraih titel berharga tersebut.

Pertama yang sangat bisa dirasakan oleh semua orang bahwa Ramadan adalah mengajarkan rasa lapar. Semua umat dengan kualitas paling rendah dalam berpuasa pasti merasakan pengalaman lapar. Lapar adalah elemen paling awam bagi seorang untuk melatih diri dalam berpuasa. Bahkan Rasulullah pernah memberikan warning jangan sia-siakan puasa dengan hanya mendapat haus dan lapar.

Lapar adalah pengalaman penting dalam puasa. Kenapa harus lapar? Inilah pelajaran pentingnya yang harus dimaknai. Jika seseorang yang berpuasa hanya merasakan lapar tentu akan jatuh pada penegasan Nabi orang yang hanya mendapatkan rasa lapar dan haus. Namun, ketika seseorang mengalami, menikmati dan mengambil pelajaran dari rasa lapar itulah kualitas puasa mulai tumbuh.

Nabi Yusuf As membagi pengalaman dan pelajaran lapar dengan begitu luar biasa. Beliau adalah bendahara kerjaan yang berurusan dengan logistik ketersediaan makanan. Dengen gelimang makanan di sampingnya ternyata Nabi Yusuf memilih untuk selalu lapar. Kenapa?

لم تجوع وانت على خزائن الارض فقال أخشى إن أنا شبعت أن أنسى الجائع

Artinya : Kenapa kamu kelaparan sementara kamu seorang bendahara pangan”. Nabi Yusuf menjawab, “Saya khawatir kalau perut kenyang saya akan lupa pada orang-orang yang kelaparan”.

Merasa lapar adalah pelajaran penting untuk mengingat mereka yang masih dan selalu kelaparan. Ketika perut kenyang seseorang tidak bisa berempati bahwa di luar sana masih banyak orang yang lapar dan tidak tahu hari ini makan apa. Lapar bukan penegasan diri untuk selalu ingin kenyang dan melahap segalanya. Lapar mengajarkan dan mendidik mental dan jiwa untuk selalu merasa ada kelompok orang yang sama sedang menderita kelaparan.

Baca Juga:  Debat adalah Metode Terakhir Berdakwah, Tetapi Jangan Lupa Etikanya

Ramadan mengajarkan pesan penting ini untuk selalu merasa lapar agar ingat dengan mereka yang menderita. Meskipun sudah meraih kemenangan, tetapi rasa lapar dan pelajaran penting lapar harus dirawat pasca Ramadan. Tidak hanya butuh sekali untuk melakukan zakat fitrah memberikan santunan, tetapi butuh praktek yang berkelanjutan untuk memberikan yang butuh kebahagiaan pasca Ramadan.

Tidak ada satu pun yang bisa mengetahui apakah puasa kita diterima oleh Allah. Tentu kita berharap dengan optimis puasa kita diterima oleh Allah. Apa yang bisa kita lakukan adalah berdoa dan mengusakan Ramadan dengan latihan di dalamnya memiliki dampak kebaikan dalam diri dan kepada yang lain. Salah satunya adalah dengan merawat “pelajaran lapar”. Semoga amal Ramadan kita diterima oleh Allah. Amin.

Bagikan Artikel ini:

About Islam Kaffah

Check Also

berlebihan dalam beragama

Berlebihan dalam Beragama; Trik Iblis Menyesatkan Manusia

Cap iblis sebagai pembangkang setelah terang-terangan menolak perintah Tuhan supaya bersujud kepada Nabi Adam menjadi …

khilafiyah

Menyoal Khilafiyah : Kenapa Dalilnya Sama, Tetapi Hukumnya Beda?

Kata Ibnu Qayyim al Jauziyyah dalam kitabnya al Sawa’iq al Mursalah, “Terjadinya perbedaan di kalangan …