Dialog Dengan Pemuda
Dialog Dengan Pemuda

Tips berdialog dengan Remaja Ala Nabi Ibrahim

Berdialog dengan kaum remaja bukanlah hal yang biasa. Dikisahkan dalam al-qur’an bagaimana nabi Ibrahim berdialog dengan putranya yang masih dalam usia remaja yaitu nabi Isma’il.

Dalam kisah nabi Ibrahim, ketika turun perintah Allah –‘Azza wa Jalla- melalui mimpi  beiau untuk menyembelih putranya Isma’il, putranya yang menginjak remaja, maka yang dilakukan oleh sang ayah mulia ini adalah mendatangi Ismail dan mengajaknya bicara.

Sebenarnya, sebagai seorang nabi pilihan Allah, Nabi Ibrahim bisa saja melakukan penyembelihan tersebut dengan cara apapun yang mudah baginya, termasuk dengan menyembelih Nabi Isma’il secara diam-diam. Cara tersebut bisa jadi akan lebih mudah bagi beliau karena Ismail tidak mengetahui rencana tersebut.

Namun, Nabi Ibrahi sangat menghargai hak putranya untuk hidup dan bebas menyampaikan pendapat sehingga beliau memilih untuk melakukan dialog dan diskusi sebelumnya. Walaupun cara yang beliau pilih ini akan lebih beresiko karena memungkinkan beliau harus menghadapi penolakan dan pemberontakan dari anaknya Isma’il.

Maka nabi Ibrahim pun mendekati Ismail dan berkata, “ Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu, maka pikirkanlah apa pendapatmu.” Ismail yang sepanjang hidupnya dididik oleh sang ibu Mulia, Siti Hajar, ternyata memiliki tingkatan akidah yang tinggi sehingga keyakinannya terhadap Allah begitu kokoh, bahwa tidaklah mungkin Allah akan menyusahkan para hamba-Nya yang mencintai-Nya.

Maka, dengan penuh kedewasaan ia pun menjawab, “ Wahai Ayahku, lakukan apa yang diperintahkan kepadamu. Insya allah, engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang bersabar (Q.s. Ash-Shaffaat [37]: 102)

Sungguh, sebuah episode mulia, tindakan seorang ayah yang meski memiliki kekuasaan untuk otoriter, tetapi tetap mengedepankan dialog. Walaupun pasti dialog tersebut pasti memiliki risiko penolakan yang besar, tetapi dilaksanakan demi menghargai hak-hak anaknya.

Baca Juga:  Catatan Perjalanan Haji: Bersimpuh dalam Doa di Tanah Suci

Ada beberapa tips dalam berdialog pada kaum remaja yang bisa kita ambil dari kisah tersebut:

  1. Memberikan kesempatan pada mereka untuk menyampaikan pendapat
  2. Mendengarkan dan membrikan mereka empati
  3. Memberikan support untuk hal-hal yang positif dari pendapat mereka
  4. Ajukan argumentasi untuk mematahkan argumentasinya yang salah dengan bijak
  5. Tawarkan negoisasi.

Dialog yang diiringi dengan kesabaran dan kelapangan hati dalam menghargai pendapat remaja adalah cara terbaik untuk menemukan solusi. Jika dialog dengan remaja tidak membuahkan hasil negoisasi seperti yang diharapkan, beri kesempatan pada mereka untuk mempraktikan argumennya sambil diberi batasan-batasan secukupnya.

Bagikan Artikel

About Diah Nuruddiniah

Avatar
Alumni STIBA Ar-Raayah Sukabumi, Mahasiswi PTIQ Program Master Pendidikan Islam