pola makan
makanan halal

3 Pola Makan sebagai Tips Sehat ala Rasulullah

Pola makan menjadi hal yang sangat penting yang perlu diperhatikan manusia dalam menjaga kondisi tubuh. Namun sayangnya, banyak manusia yang menganggap remeh pola makan, senhingga sangat wajar jika timbul berbagai keluhan dan penyakit dalam tubuh.

Elemen penting dari pola makan ialah mengetahui kapan waktu makan yang tepat dan juga makanan apa yang seharusnya di makan di waktu itu. Elemen inilah yang merupakan rahasia sehat Rasulullah dan ternyata sudah tertulis dalam al-Quran yang seharusnya mampu menjadi panduan umat supaya manusia tetap sehat.

Rasulullah merupakan teladan bagi umat muslin dalam segala aspek kehidupan, tak terkeculai pola makan yang diajarkan beliau. Rasulullah terkenal dengan hidup sehat karena waktu yang tepat saat makan dan jenis makanan yang tepat untuk di konsumsi di waktu tersebut.

Waktu terbaik yang diajarkan Rasulullah dan dibenarkan olah sains ialah di saat matahari terbit dan sebelum matahari tenggelam. Itu waktu makan terbaik yang pasti, Rasulullah tidak pernah telat untuk jadwal makannya.

Sarapan

Makan pagi atau biasa di sebut dengan sarapan bukan hanya untuk menghilangkan rasa lapar. Dengan mengkonsumsi menu sarapan sehat di pagi hari akan mampu menjada stamina dan daya tahan tubuh. Asupan nutrisi yang optimal dan menyehatkan ibarat bahan bakar yang bisa membuat organ tubuh bekerja dengan baik.

Sarapan terbaik ialah makanan yang mengandung karbohidrat, namun sayangnya banyak orang yang salah beranggapan bahwa makanan yang mengandung karbohidrat yang baik berasal dari makan olahan seperti sereal ataupun roti tawar. Padahal anggapan tersebut adalah salah. Mengonsumsi karbohidrat olahan justru bisa memicu kadar insulin atau gula darah meningkat, sehingga tidak baik bagi kesehatan.

Karbohidrat yang dimaksud disini ialah makanan yang berasal dari biji-bijian, seperti nasi merah dan roti gandum, buah-buahan, sayur-sayuran, serta madu dan susu

Dari Aisyah, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Pada kurma ajwa yang tumbuh di ‘Aliyah yang dimakan di awal pagi terdapat obat dari semua penyakit sihir dan racun,” (HR. Ahmad no. 23.592). Rasulullah biasanya sarapan dengan kurma dan air atau air nabeez  dan terkadang sarapan menggunakan kurma dan susu.

Makan Siang

Waktu makan terbaik adalah di waktu siang hari, karena diwaktu tersebut hormone lapar manusia sedang tinggi-tingginya. Untuk waktu makan siang Rasulullah, biasanya beliau selalu makan sebelum masuk waktu dzuhur. Diceritakan dalam sebuah hadits dari Jabir bin Abdillah, “Saya mendapati Rasulullah SAW pada tempat duduk dekat pohon kurma, yang telah disiram. Beliau berada di dalamnya. Lalu, dihidangkan makan siang dari roti dan daging yang dimasak, dan Rasulullah SAW memakannya dan orang-orang ikut bersama beliau.’ ‘kemudian beliau kencing kemudian Rasulullah SAW berwudhu untuk sholat zuhur lalu para sahabat juga melakukannya kemudian mereka salat zuhur,’” (HR. Ahmad no. 14.489).

Sebenarnya manusia makan sekali sehari itu sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi. Meski begitu, tidak disarankan untuk makan siang sampai kenyang, meskipun perut masih terasa lapar. Disarankan untuk memakan sesuai porsi biasa kita makan. Kita juga tidak perlu repot-repot menghitung kalori, patokannya ialah sepertiga makanan, sepertiga minuman, sepertiga udara.

Di waktu siang hari lebih baik mengawali makan berat dengan makan buah terlebih dahulu, setelahnya makan berat dan dianjurkan untuk makan yang mengandung serat.

Makan malam

Untuk makan malam terbaik ialah sebelum matahari tenggelam, atau sebelum adzan magrib dikumandangkan. Dari Anas bin Malik RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Apabila makan malam sudah dihidangkan, maka makanlah terlebih dahulu sebelum kalian melaksanakan solat Maghrib. Dan janganlah kalian tergesa-gesa dalam menyelesaikan makan kalian,” (HR. Bukhari no. 632).

Untuk menu makan malam tidak disarankan untuk makan makanan yang berat, karena waktu malam adalah waktu dimana kita tertidur dan tidak ada waktu untuk membakar kalori yang kita makan. Itu artinya, jika kita makan makanan berat dimalam hari kalori yang tidak terbakar akan menimbulkan lemak pada tubuh kita.

Selain itu makanan berat dimalam hari justru malah memicu refluks esofagus (makanan berbalik naik ke atas) karena makanan yang dikonsumsi belum sepenuhnya sampai di lambung tapi sudah langsung tidur, memicu terjadinya penyakit gastroesophageal reflux (GERD) yang menimbulkan sensasi rasa terbakar ringan di dada dan nyeri daerah jantung. Sedangkan pada orang dengan diabetes, maka larut malam bisa mempengaruhi kemampuan resistensi insulin. Karena itulah Rasulullah dimalam hari hanya memakan kurma, roti gandum, susu, atau air nabeez.

Bagikan Artikel ini:

About Ernawati

Avatar of Ernawati

Check Also

mencari ilmu

Kewajiban Mencari Ilmu Sepanjang Hayat

Islam adalah peradaban yang dibangun dengan ilmu dan amal. Banyak sekali ayat dan hadist yang …

jangan biasakan berbohong

Jangan Biasakan Berbohong dari Hal Kecil

Salah satu sikap yang tidak terpuji yang menjadi penyebab kerusakan adalah berbohong. Berbohong merupakan pangkal …