019789500 1614684061 830 556
019789500 1614684061 830 556

Tokoh Agama: Taati Prokes dan Patuhi Kebijakan Pemerintah Untuk Keselamatan Bersama

JAKARTA – Virus Covid-19 terus menunjukkan angka kenaikan, bahkan dibeberapa daerah seperti Jawa Tengah dan DKI telah memasuki tahap kewaspadaan tinggi, banyak pihak yang menyarankan untuk melakukan lockdown untuk menghentikan penyebaran Corona. Namun beberapa kepala daerah belum melihat lockdown sebagai pilihan untuk saat ini.

Dalam upaya menghentikan laju penyebaran Covid- 19 memang dibutuhkan kesadaran bersama untuk menaati prsedur kesehatan yang telah di sosialisasikan, tentu tidak bisa hanya pemerintah yang bergerak dibutuhkan kerja bersama seluruh elemen bangsa dalam upaya memberikan kesadaran bagi masyarakat.

Tokoh agama menjadi salah satu garda terdepan dalam memberikan kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya mematuhi peraturan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah karena semua prokes untuk menjaga keselamatan jiwa masyarakat. Menjaga keselamatan jiwa merupakan salah satu tujuan utama syariah.

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Marsudi Syuhud, mengatakan masyarakat jangan percaya narasi yang menyebut Covid-19 tidak ada.

 Kenaikan kasus dan penuhnya tingkat keterisian rumah sakit beberapa pekan belakangan menunjukkan bahwa Covid-19 adalah fakta. Bahkan, penambahan kasus mencatat rekor melebihi 14 ribu kasus hingga Senin 21 Juni 2021.

“Untuk mengatasi ini yang harus diingat sebagai bangsa Indonesia yang mayoritas Muslim adalah menjaga jiwa. Agama sudah mengajarkan dan menuntun. Tujuan paling utama syariah adalah menjaga jiwa,” kata Kiai Marsudi, seperti dikutip dari laman ihram.co.id Selasa (22/6).

Kiai Marsudi mengatakan Nabi Muhammad SAW meminta umat agar mewaspadai pagebluk seperti waspada dari singa yang bisa menerkam. Kewaspadaan itu kemudian diterjemahkan dalam aturan, seperti perda, perpres atau undang-undang.

“Aturan dijadikan pegangan untuk menjauhi Covid-19, itu sudah sesuai syariah. Memakai masker, mencuci tangan, ikuti vaksinasi, kalau dicek ya siap,” kata dia.

Baca Juga:  Muslim Eropa Anti Radikalisme

Rohaniwan Katolik Romo Antonius Benny Susetyo meyakini penyebab kasus Covid-19 meningkat, karena masyarakat tidak mematuhi protokol kesehatan dan banyak kegiatan massal.

“Itu akibat libur panjang, selalu terjadi begitu. Maka kuncinya adalah disiplin setiap pribadi,” kata Romo Benny.

Menurut dia, membatasi mobilitas masyarakat tidak mudah, karena masyarakat Indonesia memiliki kebiasaan berinteraksi, berjumpa secara langsung. Dia menilai penerapan kebiasaan baru butuh waktu.

“Butuh yang namanya kesadaran, itu harus ditanamkan sejak awal dengan terus-menerus. Kemudian, memang harus ada keteladanan dari para pejabat, kalau pejabat tidak memberikan keteladanan, ya repot,” ujar Romo Benny.

Menurutnya dalam kondisi seperti saat ini, mau tidak mau masyarakat harus mengurangi aktivitas di luar, aktivitas yang membuat perkumpulan. Dia berharap masyarakat untuk tetap di rumah masing-masing bila tidak terlalu penting untuk keluar. Ia mengatakan pula bahwa kebijakan PPKM mikro yang tujuannya membatasi mobilitas masyarakat sudah tepat. Pilihan penerapan PPKM mikro memang dibutuhkan saat ini.

“Kalau kita tidak melakukan itu, akan ada dampak yang lebih berbahaya lagi,” kata dia.

Selain itu, dia menilai perlu membangun kesadaran untuk kepentingan bersama, yakni kemauan untuk membangun disiplin diri.”Maka dibutuhkan sekarang ini adalah kemauan bersama segera membangun suatu bahwa ini disiplin diri. Disiplin sangat penting,” ujar Romo Benny.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Gus Muwafiq bermain gitar dan musik

Gus Muwafiq: Musik Akan Jadi Alat Setan Bila Dipegang Orang-orang Yang Lalai

Jakarta – Pernyataan Uki Eks Noah bahwa musik itu haram berbuntut kontroversi. Raja Dangdut H. …

Khotbah Jumat

Wacana Khotbah 15 Menit, Muhammadiyah: Singkat Bukan Untuk Cegah Ngantuk, Tapi Sunah Nabi

Jakarta – Wadah Silaturrahmi Khatib Indonesia (Wasathi) mewacanakan usulan khotbah di masjid-masjid di seluruh Indonesia …