Assalamualaikum, Akhi dan Ukhti. Ini adalah artikel lanjutan untuk mengupas lebih jauh tentang keutamaan dan sifat-sifat mulia Sayyidah Aisyah Ash-Shiddiqah. Seperti yang kita ketahui bahwasannya beliau adalah salah satu istri Nabi Muhammad SAW.

Nama memiliki paggilan istimewa untuk Aisyah, yakni khumaira, artinya yang kemerah-merahan pipinya. Kecantikannya yang alami berpadu dengan potensi intelegensi yang mumpuni, memungkinkan Sayyidah Aisyah menjadi rujukan utama tentang berbagai persoalan umat di masa pasca Rasulullah wafat.

Sayyidah Aisyah dinikahi oleh Rasulullah di usia belia. Salah satu tujuannya adalah agar dalam periode yang lama setelah Nabi wafat, Aisyah masih tetap dapat membimbing umat dengan menyampaikan hadits dan sunnah serta ajaran Rasulullah kepada mereka.

Selain dikenal akan kontribusinya yang nyata dalam pelestarian ajaran agama Islam, Sayyidah Aisyah juga adalah istri yang sigap dan selalu setia mendampingi dan melayani semua kebutuhan Nabi Muhammad SAW. Kehidupan rumah tangga Nabi dan sayyidah Aisyah adalah hubungan yang penuh kasih sayang dan saling pengertian.

Hal itu tidak terlepas dari keniscayaan bahwa Nabi Muhammad dan Sayyidah Aisyah adalah pasangan yang dijodohkan langsung oleh Allah melalui ilham Ilahi. Berikut adalah beberapa fakta lain tentang kehidupan pernikahan Rosululloh SAW dengan Sayyidah Aisyah yang wajib kamu ketahui.

Sayyidah Aisyah Muncul dalam Mimpi Nabi

Dalam salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Sayyidah Aisyah, diceritakan: Rasulullah mengatakan kepada Sayyidah Aisyah bahwa dirinya ditampakkan kepada Nabi Muhammad dalam sebuah mimpi dan selama tiga malam berturut-turut malaikat membawa gambarnya, terbungkus dalam kain sutra, dan berkata, “inilah istrimu.”

Nabi pun berkata kepada Aisyah, “Ketika kain penutup wajahnya disingkapkan , ternyata itu adalah dirimu.” Kemudian Nabi berkata, “Jika ini dari Allah, biarkanlah Dia melaksanakannya.” (HR. BUkhori dan Muslim).

 Sayyidah Aisyah Menikmati Hidangan Sebelum Nabi Muhammad

Setelah menikah, Sayyidah Aisyah dan Nabi Muhammad sering makan dan minum berdua dari piring dan cangkir yang sama. Menurut penuturan Aisyah, “setelah aku menghabiskan setengah bagian daging dari sepotong tulang, biasanya aku memberikannya kepada Rasulullah.

Lalu, beliau akan menggigit dari tempatku menggigit. Begitu juga kalau aku menawarkan minuman kepada beliau setelah aku meminumnya. Beliau akan meminumnya dari tempat aku menempelkan bibirku.” (HR. Muslim).

Dari Riwayat ini kita bisa melihat bagaimana Rasulullah sangat lembut dan penuh kasih terhadap istrinya, Sayyidah Aisyah. Rasulullah mendahulukan sang istri menyantap makanan dan minumannya. Setelah sang istri mencukupkan diri, barulah Nabi Muhammad menghabiskan bagiannya.

Sayyidah Aisyah Istri yang Pencemburu

Di balik kecerdasannya itu, tidak ada yang memungkiri bahwasannya Sayyidah Aisyah adalah seorang yang anggun dan amat mencintai Nabi Muhammad SAW. Saking cintanya, Sayyidah Aisyah bahkan juga dijuluki sebagai istri Nabi Muhammad yang pencemburu.

Tentu hal ini bukanlah hal yang keliru. Sayyidah Aisyah tidak berbeda dengan perempuan pada umumnya, yang tidak akan rela jika orang yang terkasih membagi hati dengan perempuan lain.

Pada satu Ketika, Aisyah mengungkapkan bahwa ia kurang berkenan dengan perempuan yang menawarkan diri mereka pada Rosululloh. Sahal Ibn Sa’ad mengatakan bahwa seorang wanita datang menemui Rasulullah, lalu berkata, “Wahai Rasulullah, aku datang untuk menyerahkan diriku kepadamu.” Tatkala dia melihat Rasulullah tidak memutuskan sesuatu atas tawarannya itu, lantas dia duduk. (HR. Bukhori dan Muslim)

Sayyidah Aisyah lantas bertanya kepada Rasulullah, “Apakah seorang perempuan menawarkan dirinya sendiri?”

Maka ketika Allah mewahyukan QS. Al – Ahzab ayat 51 yang ternyata memperbolehkan Nabi Muhammad untuk menikahi siapapun yang beliau kehendaki, Aisyah pun berujar, “ Tampak  bagiku bahwa Tuhanmu bersegera memuaskan hasratmu” (HR. Bukhori dan Muslim).

Kecemburuan yang memantik perasaan resah Sayyidah Aisyah mendorongnya untuk melayangkan sindiran langsung kepada Nabi Muhammad dan terhadap ayat Al-Qur’an yang ternyata membela perempuan tersebut. Sikap sayyidah Aisyah tersebut bukanlah wujud penyangkalan. Namun bisa dikatakan sebagai respon manusiawi untuk mempertahankan diri.

Keberanian seperti ini hanya muncul dalam diri Muslimah pilihan, dengan daya kritis yang tajam dan berpegang teguh pada pendirian. Pada akhirnya, Rasulullah tidak menanggapi sindiran Sayyidah Aisyah, pun tidak menanggapi tawaran wanita tersebut. Sebab Rasulullah sendiri memiliki sifat ma’shuum. Beliau terjaga dari godaan nafsu duniawi pun tak mudah tersulut emosi berlebihan.

Sayyidah Aisyah dipilih Rasulullah Untuk Menemani Beliau Menjelang Wafat

Pada hari-hari terakhir kehidupan Nabi, Beliau meminta istri-istri lain untuk membiarkannya tinggal bersama Aisyah hingga Rasulullah wafat di pangkuannya. Maka, semua istrinya beliau tinggal di tempat yang beliau kehendaki. Lalu, tinggallah beliau di sana hingga wafat saat di pangkuan Sayyidah Aisyah. 

Allah membawa Nabi Muhammad ke hadiratNya saat kepala Nabi berada di antara dada dan leher Aisyah, dan air liur beliau bercampur dengan air liur Aisyah (karena Aisyah mengunyahkan miswak hijau dan memberikannya kepada Nabi Muhammad) (HR. Bukhori).

Ini merupakan bukti nyata, betapa Rasulullah sangat mencintai dan mengutamakan Sayyidah Aisyah di antara istri-istri yang lain.

Wafat Sayyidah Aisyah

Sayyidah Aisyah wafat pada masa Khalifah Muawiyah, 49 tahun setelah Rasulullah wafat. Dia dimakamkan di Jannatul Baqi’ sesuai permintaannya. Abu Hurairah yang waktu itu adalah Gubernur Madinah, memimpin shalat jenazahnya.

Demikianlah beberapa fakta tentang sayyidah Aisyah r.a. Sang ikon Muslimah yang cantik jelita di segala dimensi yang diberkahi dengan potensi dan keteguhan hati yang agung. Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dan melanjutkan semangatnya. Menjadi muslimah yang senantiasa bermanfaat, kritis dalam beragama dan tak lelah menebarkan maslahat.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.