Bila mencermati hadis Nabi tentang anjuran menikah memang tidak terikat oleh waktu. Bebas memilih hari, bulan dan tahun. Boleh kapan saja untuk melangsungkan akad nikah. Akan tetapi ada saat-saat tertentu yang dianjurkan oleh Nabi untuk menikah. Salah satunya adalah di bulan Syawal.

Ibnu Katsir dalam kitab Bidayah wa al Nihayah menulis, Nabi menikahi Aisyah di bulan Syawal untuk membantah keyakinan yang beranggapan tidak baik menikah di bulan yang diapit oleh dua hari raya, yakni bulan Syawal yang diapit oleh hari raya idul fitri dan hari raya idul adha karena khawatir pernikahannya tidak langgeng.

Pernyataan Ibnu Katsir di atas berdasar pada riwayat Aisyah, ia berkata, “Rasulullah menikahiku di bulan Syawal, dan membangun mahligai rumah tangga denganku di bulan Syawal pula. Maka isteri-isteri Rasulullah yang manakah yang lebih beruntung di sisinya dariku”. (perawi) berkata, “Aisyah dahulu suka menikahkan para wanita di bulan Syawal”. (HR. Muslim).

Doa Menikah di Bulan Syawal

Salah satu doa yang bisa dibaca ketika menikah di Bulan Syawal adalah:

اللهم بارِكْ لي في أهلي، وبارِكْ لأهلي فِيَّ، اللهم ارزقْهم مِنِّي، وارزقْني منهم، اللهم اجمع بينَنا ما جمعتَ في خيرٍ، وفرِّق بيننا إذا فرقتَ في خيرٍ

“Ya Allah berkahilah kehidupanku dalam keluargaku, juga berkahilah keluargaku dalam hidupku. Ya Allah berikanlah rezeki untuk keluargaku dari ku dan berikanlah rezeki untukku dari keluargaku. Ya Allah kumpulkanlah kami sebagaimana Engkau kumpulkan dalam kebaikan, juga jangan pisahkan kami kecuali dalam perpisahan yang baik.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.