Assalamualaikum Warahmatullahi WabarokatuhPertanyaan saya berangkat dari banyaknya tayangan di televisi dan membanjirnya konten konten yang tidak baik di media sosial terlebih beberapa waktu yang lalu terdapat seseorang yang ditangkap karena perbuatan asusila Di televisi maupun media sosial langsung dibanjiri dengan berita tersebut bahkan di media sosial yang saya akses banyak teman mengirimkan meme dan video terkait kasus tersebut Lalu bagaimanakah hukumnya menyebarkan aib seseorang baik melalui televisi maupun media sosial Mohon penyelasanya Sulaeman Jatibening Bekasi Waalaikum Salam Warahmatullahi WabarokatuhTerimakasih atas pertanyaan dan atensinya bapak Sulaeman memang akhir akhir ini dengan perkembangan teknologi yang kian pesat ditambah dengan murahnya harga hiburan Televisi berdampak positif bagi masyarakat Namun mudharatnya juga tidak kalah besarnya Oleh karena itulah dibutuhkan kesadaran semua pihak untuk terus saling mengingatkan Baiklah atas izin Allah swt saya akan mencoba menjelaskan persoalan berdasarkan beberapa dalil agama yang dapat kita jadikan pegangan untuk kehidupan Baca juga Apa Kriteria Pemimpin menurut Islam Digitalisasi informasi sekarang ini tidak hanya dinikmati oleh segelintir orang atau hanya dinikmati oleh masyarakat perkotaan Televisi media komunikasi dan media sosial seperti facebook twitter dan instagram telah diakses oleh hampir semua lapisan masyarakat di seluruh pelosok tanah air Dunia informasi dan hiburan yang ada di televisi dan media sosial saat ini bukan hanya menyajikan hiburan namun hampir semua aspek kehidupan Informasi perkembangan ekonomi hukum sosial politik hingga gosip urusan pribadi menjadi konten yang disajikan kepada masyarakat semua platform stasiun televisi dan sosial media berlomba lomba menyajikan tontonan kepada masyarakat tanpa terlalu memikirkan kwalitas konten yang disebar hingga sebagian masyarakat pun turut menyebarkan konten baik video maupun meme yang kurang pantas Dalam Islam menyebarkan aib seseorang sangat dilarang maka Rasulullah memberikan tuntunan agar diantara sesama saudara harus saling mengingatkan dan memberi nasehat secara tertutup sehingga tidak ada seorangpun yang tahu bukan malah diumbar ke muka umum terlebih menayangkanya di televisi yang ditonton oleh jutaan pasang mata menyebarkan melalui sosial media yang diakses masyarakat Karena selain tidak sesuai dengan ajaran agama menyebarkan aib juga akan berimbas negatif bukan hanya pada orang yang mempunyai aib namun juga kepada masyarakat secara umum Aib yang tersebar akan menjadi perbincangan yang tiada henti di masyarakat menyebabkan dosa yang berkelanjutan aib seseorang yang semestinya harus ditutup terlebih aib tersebut merupakan aib seorang mu min karena antara satu mu min dengan mu min lainya bagaikan cermin sesuai dengan hadist Nabi Muhammad Saw Seorang mukmin adalah cermin bagi mukmin lainnya Apabila melihat aib padanya dia segera memperbaikinya HR Bukhari Larangan menyebarkan aib seseorang tentu merupakan perbuatan yang sangat tercela karena sejatinya antara saudara yang satu dengan yang lainya merupakan cerminan dari orang tersebut dikatakan sebagai cerminan karena tidak ada manusia yang sempurna tentu setiap manusia mempunyai kesalahan baik yang dilakukan secara sengaja maupun tidak disengaja oleh karenanya Rasulullah mengajarkan untuk saling mengingatkan agar kesalahan yang diperbuat segera diperbaiki Terlebih Allah SWT secara jelas memberikan perumpamaan bagi orang yang suka menebar aib sebagai orang yang suka memakan bangkai orang mati sesuai dengan firman Allah SWT dalam surah al Hujurat ayat 12 yang berbunyi Artinya Hai orang orang yang beriman jauhilah kebanyakan purba sangka kecurigaan karena sebagian dari purba sangka itu dosa Dan janganlah mencari cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya Dan bertakwalah kepada Allah SWT Sesungguhnya Allah SWT Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang Al Hujurat 12 Setiap orang yang masih hidup tentu mempunyai kesalahan dan aib yang tidak boleh diketahui dan seandainya ada yang mengetahui maka secepatnya untuk saling menasehati agar segera memperbaiki diri karena ancaman Allah SWT terlalu berat bagi orang yang suka menyebarkan aib seseorang Jika Allah SWT masih menangguhkan untuk tidak membuka aibnya didunia maka niscaya diakhirat kelak Allah SWT akan membukanya dalam hal ini Rasulullah telah mengingatkan dengan hadistnya yang berbunyi Artinya Dan barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim sewaktu di dunia maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat HR At Tirmidzi Dengan demikian maka jelaslah larangan menyebarkan aib seseorang baik melalui percakapan sehari hari maupun melalui televisi dan media sosial yang dapat diakses oleh jutaan orang Semoga dengan mengetahui dalil dalil yang telah disebutkan diatas masyarakat semakin memahami akan bahaya menyebarkan aib dan bagi pemegang kebijakan agar mengambil langkah tegas dalam urusan menyebarkan aib seseorang baik melalui televisi maupun media sosial Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq Wasssalamualaikum Warahmatullahi wabarokatuh

Tinggalkan Balasan